Takkan Lupa Akan Sejarah


Arema Tak Akan Lupa Akan Sejarah
Bagi Arema-Batavia mungkin sudah tidak asing lagi dengan kata-kata ini. Atau bagi nawak-nawak Arema-Jodipanese mungkin sudah banyak yang tau.Ya, di salah satu soak kreasi mereka terpampang kata-kata tersebut dipunggungnya. Tapi taukah kita makna yang terkandung di dalamnya? “Arema Takkan Lupa Akan Sejarah”. Melihat perkembangan persepak bolaan tanah air sepuluh tahun terakhir ini menunjukkan geliat yang sangat positif khususnya kota Malang. Tidaklah berlebihan jika kejayaan kota Malang di masa lalu kita wujudkan lagi di masa kini.

Arema Dulu dan Kini
Kalau kita boleh flashback ke belakang, di saat melihat keberadaan Arema yang jauh dari kata sejahtera, tapi kita seakan tidak pernah kehabisan energi untuk mendukung Arema. Selalu saja ada jalan keluar di tengah keterbatasan. Mungkin ini salah satu sebab mengapa pemain Arema begitu militan dan loyal meskipun hidup dengan serba terbatas. Kebersamaan yang begitu kuat bisa jadi penyebabnya. Tidak ada yang bisa memisahkan Aremania dari Arema. Kita ibarat satu keluarga besar. Hubungan emosional antara pemain dan suporter jauh melampaui batas pagar tembok stadion. Artinya, tidak hanya di lapangan saja kita dekat, di luar lapangan pun kita akrab.

Tapi ketika keadaan dari sisi materi Arema sudah lebih baik, kenapa nilai-nilai itu sudah banyak yang tereduksi? Mental militan yang selalu tegar dalam setiap tekanan seakan sudah tak nampak pada para pemain Arema. Jiwa-jiwa pejuang, mental-mental petarung seperti Jamrawi, Singgih Pitono, Aji Santoso, Meki Tata tidak ada yg bersarang di jiwa pemain-pemain kita. Perasaan mudah tersinggung, frustasi, emosional dan menjurus anarki sering kita (Aremania) lakukan akhir-akhir ini.

Ya, walaupun (harus diakui) tanpa mengurangi sisi kreatifnya. Ayas masih ingat ketika untuk pertama kalinya Aremania touring ke Atrakaj saat mendampingi Arema di pertandingan Delapan Besar Ligina di tahun 2000. Banyak dari nawak-nawak yang harus mengumpulkan ojir dari jauh-jauh hari agar bisa untuk ikut tour ke Atrakaj. Tapi ketika kita kalah di perempat final dan harus pulang dengan tangan hampa tidak ada satupun dari Aremania yang kecewa, frustasi, apalagi anarki. Koordinasi antar Korwil pun saat itu sangat intens hingga tidak ada satupun pihak yang merasa dirugikan, disepelekan, atau dianaktirikan. Tidak ada yang berpikiran macam-macam. Semua hanya untuk satu tujuan, demi kajayaan Arema.

Arema dan Sepak Bola Modern
Di dekade tahun ’80an, kita pernah punya kota yang berpredikat sebagai barometernya Musik Rock Indonesia. Rasanya belumlah sah jika musisi atau grup musik rock belum pernah tampil di Malang. Dan itu memang bukan sekedar isapan jempol. Butuh skill dan nyali extra untuk bisa tampil di Malang, apalagi berakhir dengan sukses. Terbukti tidak sedikit musisi-musisi besar negeri ini berasal dari kota Malang khususnya musik “cadas”.

Kota ini juga pernah melahirkan petinju-petinju yang berprestasi. Baik di tingkat nasional maupun internasional. Sebut saja Thomas Americo, Wongso Suseno, Nur Huda, Yani Hagler, dll.

Melihat perkembangan persepak bolaan tanah air sepuluh tahun terakhir ini menunjukkan geliat yang sangat positif khususnya kota Malang. Tidaklah berlebihan jika kejayaan kota Malang di masa lalu kita wujudkan lagi di masa kini. Tentunya melalui sepak bola. Potensi yang mengarah untuk menjadikan Malang sebagai barometer sepak bola modern, kita sudah miliki.

Kita punya tim sepak bola (Arema FC) yang cukup profesional (setidak-tidaknya menurut BLI/PSSI) dengan dukungan dana yang lebih dari cukup. Dan yang gak kalah menarik dan fenomenal adalah kehadiran Aremania. Tak bisa dipungkiri Aremania lah pioner sekaligus pelopor suporter sepak bola modern di tanah air. Kehadiran Aremania menjadikan sepak bola di tanah air jadi lebih hidup dan menarik. Dan mereka adalah para penggila bola pastinya. Tinggal bagaimana caranya kita bisa menarik para pemodal untuk lebih banyak menggelar event-event di kota Malang. Baik itu event yang bersifat kompetisi (lomba) maupun yang bersifat entertain (hiburan) yang berhubungan dengan sepak bola dan olah raga turunannya (futsal, sepak bola pantai, freestyle, dll) tentunya.

Untuk mewujudkan hal ini memang tidaklah mudah. Butuh kerja keras dan kerjasama dari semua pihak dan yang lebih penting adalah stimulus untuk menggaet para pemodal agar mau mensponsori acara-acara atau event-event tersebut.

PT. Bentoel sebagai owner Arema FC seharusnya lebih banyak berperan aktif dalam mewujudkan hal ini sebagai media pencitraan diri di tengah maraknya kampanye anti rokok. Fasilitas pendukung dan infrastruktur yang merupakan tugas dari pemerintah perlu diperbanyak. Karena banyak yang bisa kita jual dari sana dan otomatis akan menambah PAD. Dukungan dari publik Arema(nia) tentunya sangatlah diharapkan. Paling tidak menciptakan nuansa kota Malang memang pantas disebut sebagai barometernya sepak bola. Aku yakin jika hal itu bisa kita wujudkan, industri di kota Malang baik itu industri pendukung (pembuatan atau penjualan peralatan sepak bola, penyewaan lapangan, Event Organizer, dsb) maupun industri pariwisata, akan menggeliat dan akan berimbas pada pendapatan masyarakat secara otomatis.

JAS MERAH (JAngan Sampai MElupakan sejaRAH)
Kita tidak akan ada artinya tanpa kehadiran orang tua kita, mbah-mbah kita, dsb. Begitu juga Arema tidak akan ada tanpa kehadiran orang-orang yang bisa disebut pahlawan bagi rakyat Arema. Orang-orang seperti Sam Lucky AZ beserta Ebes (Alm) Acub Zainal, Sam Ovan Tobing, Sam Derek (seng ewud Armada), Ebes Gandhi,dll. Mereka dengan penuh dedikasi berjuang sekuat tenaga dan pengobanan yang tidak sedikit demi kelangsungan hidup Arema.Begitu juga dengan pemain Arema di masa lalu yg mempunyai semangat, dedikasi, dan loyalitas yang tidak perlu diragukan lagi.

Memang ada beberapa nama yang cukup konteroversi seperti Iwan “Nawi” Budianto. Tapi bagaimanapun juga mereka telah memberi warna pada perjalanan Arema. Dan sudah sepatutnyalah kita mengapresiasinya. Alangkah lebih bagus lagi dukungan kita kepada mereka kita wujudkan dalam bentuk Museum Arema. Agar anak cucu kita kelak dikemudian hari tahu siapa-siapa yang pernah berperan dalam menentukan jati diri Arema.

Juga ketika prestasi kita terpuruk seperti saat ini, bisa kita jadikan semacam terapi. Coba kita ajak semua pemain, official, berikut pihak menejemen untuk melihat-lihat ke Musium Arema agar mereka bisa menghayati dan mengerti apa arti loyalitas dan kerja keras. Untuk seterusnya mereka terapkan di lapangan. Bisa juga kita jadikan sebagai tempat wisata olah raga. Dan lagi-lagi bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat Malang pada umumnya dan rakyat Arema pada khususnya.

Ngalam nan permai
Ngalam Kota Bunga
Salam Indonesia Damai
Salam Satu Jiwa… Arema!

ditulis oleh:
Johnny Arema (samynojd@yahoo.co.id)

Iklan

8 pemikiran pada “Takkan Lupa Akan Sejarah

  1. sorry sam, tak koreksi titik, lek umak ngomong sejarah. Aremania tour nang jakarta pas 8 besar bukan yang pertama, tapi jauh sebelum itu wis tau tour nang jakarta pas lawan pelita jaya nang lebak bulus, trus fotone dimuat nang tabloid bola dengan keterangan (kalo gak salah) “aremania contoh supporter yang kreatif”, setelah iku dilanjutno nang tangerang, setelah iku yo tau nang jogja (kisruh), solo,bali dan kemudian tempat yang lain. Oyi kita tidak bisa melupakan sejarah, tapi ingat setiap jaman punya tantangan dan masalah sendiri, jadi agak kurang tepat kalau membandingkan suatu hal dengan waktu yang berbeda. jadi sekarang kita tidak usah terlalu bernostalgia dengan manisnya masa lalu, tapi bagaimana kita berjuang untuk menjadi yang terbaik di jaman ini.

    salam satu jiwa

  2. Masa Lalu Jangan Dilupakan… !
    Masa Depan Adalah Tantangan !
    Jangan Kita Merasa Yang Terbaik Walau,….
    Sebenarnya Kita Adalah Yang Terbaik
    Ayo AREMA(Nia),……..
    Hidup Gak Usah Ngersulo / Mengeluh
    Hidup ….. Orang2 Indonesia Yang Gak Pernah Mengeluh

  3. Kebesaran dan Kejayaan AREMA ialah bagaimana mengoptimalkan MOTIVASI,STRATEGI,AMUNISI dan AMBISI sekecil apapun .sehingga pemain punya NYALI,HASRAT dan SPIRIT PANTANG NYERAH.
    dulu bisa sekarang kenapa tidak ?karena tidak ada profil pemain senior yang tampil GANAS dan LIAR identik dengan nafas ONGISNADE yang bisa membuat darah lawan mendidih .
    sejarah selalu mencatat ORANG ORANG PEMBERANI yang dapat menghalau TANTANGAN
    saatnya sejarah mencatat bahwa AREMA salah satunya
    waktu hanya mencatat .dan tim AREMA lah yang bisa menempatkan dimana KEJAYAAN dan KEBESARAN sang PENGUASA SEJATI SEPAKBOLA yaitu SINGOEDAN

  4. SETUJU….SEJARAH PANJANG AREMA DAN AREMANIA YANG TERKENAL DENGAN LOYALITAS DAN KESETIAAN HARUS TETAP DIPERTAHANKAN, BUKAN HANYA UNTUK PARA PEMAIN, TAPI JUGA UNTUK AREMANIA SELURUH DUNIA.
    INGAT BAGAIMANA SEORANG “PACHO” TETAP BERMAIN HABIS-HABISAN DIPERDELAPAN FINAL LIGA INDONESIA (SAYA LUPA TAHUN BERAPA) MESKI TANGANNYA CEDERA DAN DIPAPAH DENGAN KAIN PUTIH!!!!!! SUNGGUH MENGHARUKAN BAGI SAYA, DIA ASLI CHILI..TAPI JIWA SINGO BENAR2 MENGALIR DERAS DIDARAHNYA..SEPERTI ITULAH BENTUK LOYALITAS YANG DIHARAPKAN ADA PADA PUNGGAWA2 AREMA SAAT INI….

    SARAN UNTUK MANAJEMEN AREMA (KALAU BISA..),SETIAP PEREKRUTAN PEMAIN BARU AREMA, PARA PEMAIN TERSEBUT MESKI MENGIKUTI ‘PENATARAN’ TERLEBIH DAHULU..DIDALAM PENATARAN TERSEBUT PEMAIN AREMA YANG BARU BENAR2 DIGOJLOK AGAR MEMPUNYAI JIWA DAN SEMANGAT SINGO…
    MEREKA JUGA HARUS TAU TTG SEJARAH AREMA, SERTA MEREKA JUGA HARUS BISA MENCINTAI AREMA BUKAN KARENA MATERI SEMATA….!!!!!!

    MAJU TERUS AREMAKU…PANTANG MUNDUR WALAU APAPUN MENGHADANG…
    KAMI AREMANIA TETAP JADI PRAJURIT SETIAMU!!

    AREMA JAKARTA

  5. Lha oyi… ndhisik jamane jek seret… niame mati2an… oleh pemain asing yo… kelas-e singo2 pisan… padahal ojir jek megap2…
    ndhilala… opo2ne wis ono sing ngatur temenan (manajemen)… koq malah seret… rekrutan sak niame sak ojir-e…

    lek kutho Ngalam… utujes jes… ayas lek marai malah koyok bekasi… mall/ruko ndhik endhi2… ruwet, macet, mumet dadi sak paket…

    tapi…
    masio wis tau nyebrang nang medan, bengkulu, palembang, makasar, denpasar opo ambon…. sak njowo kabeh… tetep durung ketemu bandingane…
    gak Kotane… gak Militansi Arema/nia-ne….
    mati orip tetep jesss…….
    satujiwaArema..

  6. Ayas utujes lek d Malang dibangun Museum AREMA..
    Sebagai bukti nyata kejayaan AREMA di masa lalu sampai sekarang..,
    Ada yang berminat untuk menjadi INVESTOR….
    Ayas daftar penyumbang pertama

  7. @aremania brawijaya.
    100 ubir mencari teman sam, hohohohoho

    lek ndelok jaman bien ambek jaman saiki mesti ake bedoe, onok sisi apik elek e kabeh,
    tugase kene(AREMANIA) mulai bien tetep ndukung sepenuh hati klub ksayangan qta ONGIS NADE,ambek yopo carane ongis ongis licek saiki g nervous pas neam ndek kanjuruhan ker………….
    ojok sampek pemain terbebani,
    wez pokoe kudu nyanyi teruz slama pertandingan kyo jaman bien.

    Loyalitas Tanpa Batas
    Salam 1 Jiwa A RE MAAAAAA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s