Seharusnya Milik Warga, Bukan Sepak Bola


Seiring dengan tidak diberlakukan dana Pemerintah masuk ke jenjang sepak bola bahkan olahraga sekalipun. Maka tidak tertutup kemungkinan maka INDONESIA diacungi jempol, tapi kemungkinan tersebut lenyap begitu saja ketika masih adanya dana bantuan dari pemerintah APBD. Kenapa kok ada dana bantuan ke sepak bola? Dan kenapa dana tersebut tidak diberikan kepada warga yang sangat membutuhkan di daerah yang minim?

Saya berterus terang kepada semua orang yang telah membaca wacana saya ini bahwa saya sangat prihatin apabila di tahun 2009 nanti pemerintah masih tetap seperti ini. Maka rakyat Indonesia yang sedang membutuhkan tidak mendapatkan dana yang seharusnya milik mereka akan lebih buruk dari sekarang.

Sudah terbayangkan kalau masih tetap seperti ini, tidak tertutup kemungkinan maka angka tindakan kriminal akan melebihi target dari sebelumnya bukan malah mengurangi. Seperti : rampok, korupsi, narget, copet, perampasan, mencuri, dll.

Itupun di dasari oleh ketidak adilan hukum yang berada di INDONESIA. Untuk apa semboyan “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” yang tertera pada PANCASILA itu ?

Maka saran saya untuk pemerintah agar tidak lagi membantu dana seluruhnya kepada bidang olahraga khususnya sepak bola. Dan gunakanlah dana tersebut untuk rakyat yang sedang membutuhkan. Kalau untuk sepak bola kan sudah ada yang mengurus, toh manajemen kub itu sendiri buat apa? Kenapa dibuat manajemen segala di klub itu kalau bukan untkuk mengatur segala urusan dana yang berada di klub itu sendiri. Bukannya masih menjagakan dana bantuan dari APBD (pemerintah).

Marilah kita semua berdoa agar masalah yang berada di BHUMI INDONESIA cepat terselesaikan. Dan dapat membagi antara OLAHRAGA (Sepak Bola) dan mana yang untuk (Pemerintah)?

ditulis oleh:
Maldani
aremanisti.blogspot.com

ONGISNADE.NET - Media Online Arema Malang & Aremania

3 pemikiran pada “Seharusnya Milik Warga, Bukan Sepak Bola

  1. Kontrak pemain yangtidak rasional juga faktor yangmenyebabkan klub-klub butuh dana besar. Saya masih inget pengakuan manajer pelita jaya yang justru menilai kontrak pemain semakin tidak rasional akibat permainan nilai kontrak pemain dari klub-klub besar yang sumber dananya dari APBD. Contohnya, Persik Kediri dan Persija. Lihat saja sekarang mereka kerppotan juga, malahan salah satu pengurus manajemen ada yang pengen bunuh diri.

    Sudah seharusnya klub-klub peserta ISL mencari sponsor swasta. Biar gak ngrecokin danan APBD milik rakyat.

  2. itulah indonesia .sudah salah jadi kaprah.
    kalo terus terusan tim sepak bola nyusu APBD.tunggu saja saatnya kehancuran prestasi sepak bola itu sendiri.dikarenakan tim tersebut tidak dinamis dalam mengarungi kompetisi.tidak bisa survive dan soliod dalam menghadapi krisis global yang ada hanya ngemis dan ngemis yang nota benenya minta uang rakyat tanpa pertanggung jawaban.

  3. kalo tidak ada perubahan mendasar di PSSI ……. gimana bisa mengubah klub2 peserta kompetisi di negara ini ??? sebetulnya udah banyak pihak yg mendukung APBD tidak diperuntukkan bagi sepakbola. tapi pihak2 ini ada di posisi luar, yg tidak ada daya tawar, tidak ada kekuatan utk melawan ketidak adilan ini.
    semoga aja visi & misi yg diemban AREMANIA bisa dimengerti oleh banyak klub, banyak suporter …… yg akan hadir di forum silaturahmi suporter damai indonesia besok 6/12/08.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s