KBK (Kelambu Biru Kelabu)


Ketika aku begitu memujamu dan menjadikanmu sebagai kebanggaanku, aku senantiasa duduk termangu di depan kamarmu yang berhias kelambu biru yang baru dan tampak begitu segar ketika kau membukanya di pagi hari untuk mengawali suatu hari yang akan menjadi bagian dari sejarahmu. Ketika semakin lama kelambu biru itu semakin kelabu dibalut debu, aku senantiasa bertanya dalam hati “Ada apa denganmu?”, ingin rasanya aku sapu saja debu-debu itu agar terlihat cerah seperti dulu bahkan sebagai langkah antisipasi bilamana engkau dengan sengaja jadikan kelambu itu sebagai sekat penghambat mataku untuk melihat.

Hari itu Rabu tertanggal 26 November 2008, ketika sebuah pesan yang benar-benar ayas tunggu bertuliskan kabar Arema Remuk, kalah dari tim kecil yang disokong jiwa-jiwa pemberani. Menurut ayas mereka tim kecil dari segi nama tapi mereka adalah tim dengan nyali besar untuk disegani, berbanding terbalik dengan tim kami yang punya nama besar tapi tidak punya nyali untuk berjuang mempertahankan harga diri. Apapun itu ayas dengan rasa syukur dalam hati menyebut bahwa tragedi ini adalah ujian untuk koreksi diri.

Ayas sebagai pribadi pun berkoreksi diri “Apakah saya telah meremehkan tim kecil itu hingga ekspektasi tinggi saya begitu membahana dalam diri? tapi dengan tegas ayas pun menolak bahwa ayas telah berbuat seperti itu!”. Secara logika dan kasat mata ayas benar-benar takjub dengan Persibo, sebuah tim yang solid dan punya semangat tinggi untuk mengangkat derajat diri.

Dan ayas punya keinginan agar Arema bermain garang seperti itu. Seorang supporter yang benar-benar mencintai klubnya ayas rasa mampu membaca dan mampu memilah siapa saja yang pantas mengenakan kostum yang seperti ia kenakan (terlepas dari hal-hal yang berbau taktik dan strategi). Supporter juga punya “insting” yang mampu meraba apakah dukungan dari dalam jiwanya sampai ke dalam jiwa para pemain idolanya.

Makian dan cacian itu wajar dalam hal dukungan, seperti prinsip keadilan yang menjaga harmonisasi antara hak dan kewajiban. Jika Anda mendapatkan dukungan, ya bermainlah dengan penuh semangat khas Malang-an alias “edan”. Ayas akan selalu mendukung selama Anda tetap bermain dalam satu jiwa dengan ayas. Jika Anda sudah muak dengan dukungan ayas, silahkan saja Anda pergi dan ayas tegaskan bahwa Anda tidak layak bersama kami. Kalau Anda ingin berdiskusi dengan kami silahkan saja, akan kami obati luka di hati agar Anda kembali menjadi si singa idola kami. Buang saja kelambu biru kelabu itu dan ganti saja dengan yang baru! Agar aku bisa kembali melihat wajahmu sesegar seperti waktu itu.

Nade in Indonesia
(nadesince97@yahoo.com)
Aremania Kediri
Sensitif tapi Aktif

Media Online Aremania ONGISNADE.NET

Dapatkan info update dan paling lengkap seputar Arema Malang dan Aremania di Media Online Arema Malang & Aremania ONGISNADE.NET

Iklan

Satu pemikiran pada “KBK (Kelambu Biru Kelabu)

  1. ada apa dengan mu AREMA ??? terus terang, ini bener2 perasaan hati ayas & juga semua nawak2 sebagai aremania. ayas ga ngerti kenapa semua harapan, semua keinginan, semua cita2 …… jadi semakin ga jelas. ga jelas mau kemana & bagaimana.
    sebagai rakyat kecil & bagian kecil dari arema alias suporter ….. ayas cuma bisa berharap semua elemen arema mau koreksi diri. pemain, pelatih, manajemen, suporter …… duduk bersama mencari solusi terbaik dari kondisi saat ini. kalo dulu cara seperti ini pernah sukses menuai hasil, apa salahnya cara ini diulang lagi & syukur2 bisa dijadikan tradisi.
    disaat ayas dengan lapang dada menerima segala hasil saat ini, disertai cemoohan orang lain, termasuk suporter lain …… ayas cuma bisa menunggu kembali edannya singaku ini.
    badan boleh dimana-mana, tapi hati tetap aremania !!!

    adi – aremania kediri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s