Berat Sebelah, Neraca Keadilan Sepak Bola Indonesia


Hukuman – hukuman yang menimpa Arema dan Aremania yang telah membuatku sedih setelah aku cermati malah membuatku tertawa terbahak – bahak. Setelah membandingkan begitu banyaknya hukuman yang lucu kepada Arema Aremania yang senantiasa tidak pernah sama neraca keadilannya dibanding hukuman terhadap tim lain.

1. Ketika Arema tersandung kasus, tidak sampai 12 jam hukuman langsung divonis, team lain pikir – pikir dulu sampai 5 hari (kasus Stadion Brawijaya, masalah ketidakadilan wasit yang disiarkan langsung oleh TV swasta).

2. Ketika Aremania rusuh dihukum 2 tahun tidak boleh menonton tanpa atribut, team lain cuman 6 bulan tanpa atribut. (efek kasus stadion Brawijaya, Kediri) bisa dibandingkan dengan team ribut yang lain.

3. Ketika team lain ribut cuman dihukum 1 laga kandang tanpa penonton, Arema cukup tidak boleh main hanya ‘2’ laga kandang tanpa penonton (Kanjuruhan- Arema gak perlu home advantage /tuan rumah diuntungkan gaya Iwan Budianto karena Arema Aremania butuh keadilan yang seharusnya dilaksanakan di lapangan).

4. Ketika pemain Arema cuman protes dihukum tidak boleh main di Indonesia selama 5 tahun, sedang untuk pemain lain yang memukul pemain lawan sampai terkapar cuman dihukum seberat – beratnya 1 tahun dan ada resiko discount dan remisi hukuman. (tidak sedikit pemain asing Arema yang terusir dari Indonesia macem Paco Rubio sama Nelson Sanchez kalau gak salah).

5. Dalam kasus pengusiran Mbamba keluar dari Indonesia, entah lucu entah bagaimana ker bisa – bisanya Arema dikasih ‘keringanan’ boleh untuk merekrut pemain asing baru dengan syarat pemain asing tsb belum pernah main di Indonesia, sedangkan pertandingan putaran pertama sisa 4 pertandingan lagi, apa gak ada pikiran didirinya sebagai pemilik klub berapa lama nyari pemain, ngurus surat – menyuratnya bisa selesai dalam 1 atau dua hari …. Mungkin pengurus PSSI kita satu ini ngasih commentnya lagi posisi kubam atau memang dari sononya sudah begitu, maaf ya kalau ada yang tersinggung, ayas cerita yang nyata kok..

6. Dan lain – lain

Biarpun begitu Aremania pada umumnya tetap dewasa menyikapi dengan tetap tunduk kepada aturan dan dengan jantan menerima hukuman, tanpa ada dengar dikuping ada upaya nawak2 Aremania untuk meminta remisi atau grasi dari instansi terkait.

Pengatur kompetisi seharusnya belajar dari pengalaman dan mencermati, kenapa sepakbola kita dari jaman bengen selalu rusuh. Masak kejadian demi kejadian rusuh berulang, PSIR x Persibom, kasus Persekappas x Persik, kasus PSIS x PSMS, belum lagi kasus di divisi I dan divisi II yang tidak termonitor oleh media.. Apa gak bosen dengar kenapa wasitnya wasitnya wasitnya. Biarpun saya benci tindakan anarkis, setidaknya kerusuhan2 kadang perlu dilakukan sebagai shock terapi untuk mengingatkan dan biar orang Indonesia tahu kenapa hal – hal ini harus terjadi, dan saya mengharapkan pejabat sepakbola kita bisa menyikapinya bukan sekedar kasih hukuman, tetapi pecahkan solusi apa yang menjadi SUMBER MALAPETAKA kenapa sih bisa rusuh dan rusuh.

Aremania rusuh hanya karena faktor ketidak adilan oleh oknum – oknum nakal wasit dan cs nya. Memang layak Arema Aremania mendapat hukuman, tetapi melihat perbandingan diatas, keputusan – keputusan yang tidak pantas dilakukan oleh penguasa bola kita. Jabatan yang dihuni oleh orang – orang yang terkenal, profesional dan pintar dalam hal segalanya yang seharusnya bersikap bijak, katanya.

Kenapa harus Arema dan Aremania?

Sedangkan Aremania adalah salah satu sarang dari rombongan pecinta sepakbola Indonesia yang mendambakan kebenaran dari arti sepakbola yang sebenarnya. Main di kandang yang kapasitas 20.000 selalu full, di kandang yang kapasitas 40.000 juga bisa full. Aku rasa kalau dirata – rata kandang Arema lah yang konsisten mengundang pendukung untuk berduyun – duyun menonton sepakbola.

Dan saya rasa para Aremania tidak seharusnya sombong (sebagian masih ada she … gak mungkin semuanya alim) kepada kota – kota lain, bahwa di Malang ada 2 stadion standar ISL dan beberapa stadion standar kelas divisi utama, supporternya fanatik, atraktif kreatif, penuh inovatif tentunya banyak sisi yang positif tif tif. Gelar supporter terbaik bukan tujuan, karena rasa peduli Aremania itulah memang yang seharusnya dilaksanakan dan diharapkan para gibol damai se Indonesia.. Apabila apa yang telah diperbuat oleh Aremania itu ditiru, diperbaiki dan ditingkatkan oleh supporter lain, itu yang membuat kita bangga, karena apapun perbuatan yang baik dan dijadikan teladan orang lain itu adalah ibadah demi tujuan utama dari bagian perbaikan dan peningkatan persepakbolaan nasional ke arah yang lebih baik.

Masak seh kelompok manusia gila dan cinta sepakbola Indonesia seperti Aremania bukannya didukung dan disupport, malah digencet dan dipaksa untuk agar rusuh sehingga image dimata orang – orang yang tidak mengikuti kegiatan sepakbola menganggap sepakbola Indonesia kita tidak akan maju kalau isinya cuma rusuh manjang. Nyatanya, semakin digencet, diperlakukan tidak adil dan didholimi, Arema Aremania semakin dikenal, semakin banyak pendukung dan simpatisannya. Aremania bukan mutlak orang Malang atau yang pernah punya sejarah manis di Malang saja, dan semakin banyak saja yang simpatik dengan apa yang telah di perbuat oleh Aremania. Darah kami semakin mengental, bersama gaya Arema Aremania kita mendapatkan sepakbola yang enak ditonton dan menghibur. Arema Aremania punya segalanya demi mempertahankan gengsi dan harga diri. Kalah menang itu biasa, biarpun diskenariokan untuk dijegal, dibuat jauh dari apa yang namanya juara, kalaulah memang tidak dapat gelar, kami tetap bangga dengan Arema Aremania, kami tetap pejuang setia yang senantiasa berjuang untuk menang dijalan yang sepakbola yang benar !!!.

Malas utas awij!

dikirim oleh:
Jest Jambi
jiest2004@yahoo.com

Media Online Aremania ONGISNADE.NET

Dapatkan info update dan paling lengkap seputar Arema Malang dan Aremania di Media Online Arema Malang & Aremania ONGISNADE.NET

5 pemikiran pada “Berat Sebelah, Neraca Keadilan Sepak Bola Indonesia

  1. Setuju ker…
    ancen’e Arema mulai biyen di anak tiri-no karo PSSI
    pokok’e lek arema gawe salah mesti hkumane langsung seng abot
    seje karo tim2 liyone.(seng kane gnaro2 ndek PSSI iku diculek matane opo ditembak ndase ae)
    tapi kadit popo ker, Aremania – Aremanita tetep dukung terus apapun yg terjadi.

    Salam Satu Jiwa!!

  2. Sebenarnya yg tidak disukai oleh PSSI adalah sifat kritis dan jiwa pemberontak kita (Arema/nia) akan “tirani” PSSI.Dan sifat ini adalah sudah bawaan dari jaman Eyang Ken Arok.

  3. semoga di forum silahturahmi suporter damai indonesia 6 des nanti bisa membuka mata hati suporter2 lain, terutama yg selama ini ‘berseberangan’, akan visi & misi arema/nia selama ini. setidaknya mereka ngerti akan makna kata ‘revolusi PSSI’ ini ……. amin.

  4. Urus ae arek-arek sing sek seneng lempar batu sembunyi tangan ndek stadion e dewe….kanyab….semakin tidak beradab…bukankah kita ini supporter bermoral dan bermodal akal….menjadi pelopor tapi yang lain sudah malas mengekor…trus yo opo?Indonesia tetep nomor siji…arema nomor dua…pssi nomor delapan puluh tujuh….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s