Dilematisnya Wasit di Sepakbola Indonesia


Mengkambinghitamkan wasit ketika tim dalam posisi kalah -terlebih tim tamu- adalah hal jamak terjadi di sebuah pertandingan sepakbola, bukan saja di Indonesia Super League (ISL), di pentas Premiership maupun Serie A hal tersebut masih terjadi. Bahkan orang yang tidak mengerti apa-apa tentang sepakbola pun bilang, “Kamu menyalahkan wasit kalau kalah, tapi kalau menang memuja wasit,” Membicarakan korps baju hitam memang tidak akan selesai apabila dilihat dengan kacamata subjektifitas tim atau suporter.

“Wasit berlaku adil atau tidak tergantung opini personal. Tapi, klub bisa merasakan setiap keputusan wasit tersebut. Emosi pemain selalu dinaikkan. Handsball lawan tidak disahkan, tapi kami yang tidak melakukannya justru diberi hukuman sehingga penalti. Mereka juga menjebak kami dengan keputusan offside atau pemberian kartu. Hampir semua klub pernah mendapat tekanan dari wasit. Suap wasit ada. Toh ada pembeli kalau tidak ada penjual,” papar Manajer Persijap Edi Sudjatmiko seperti dilansir dari Sindo.

Hal tersebut diamini manajer Persija, Danurwindo, “Banyak wasit yang memberikan tekanan kepada klub. Emosi pemain terkuras lantaran situasi pertandingan seperti itu. Tawaran memakai jasa wasit juga kerap mereka lakukan. Tapi, kami selalu menolak lantaran tidak ada kebanggaan. BLI sebenarnya sudah tahu,”

Aksi “pencak silat” percobaan pemukulan terhadap wasit dan aksi jotos wasit terhadap ofisial tim di Semarang belum lama ini memperlihatkan ketidakpercayaan kita terhadap kualitas wasit. Badan Wasit Sepak bola Indonesia sebagai induk perwasitan sebenarnya telah mengambil beberapa langkah menyikapi hal ini. Ketua BWSI, Bernhard Limbong mengatkan, pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terhadap enam orang wasit liga Indonesia yang bermasalah. “Saat ini kami sedang memeriksa enam wasit. Beri saya waktu untuk membenahi wasit ini sehigga sesuai harapan publik,” katanya.

Menurut Bernhard Limbong yang juga wakil ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, hasil sidang terhadap para wasit itu akan diumumkan secara terbuka oleh BWSI dalam waktu dekat. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada tolerir lagi terhadap wasit yang bermasalah termasuk yang terlibat sogok atau “KKN”.

Namun, bagai menelan ludahnya sendiri, BWSI malah membiarkan wasit bermasalah yang seharusnya dibina kembali memimpin pertandingan. Yaitu wasit Fiator Ambarita pada pertandingan PSMS Medan vs Persijap Jepara, serta wasit Jumadi Effendi pada laga PSIS Semarang vs Deltras Sidoarjo. Situasi tersebut membuat kredibilitas BWSI dipertanyakan. Sikap mereka pun mengundang nada miring. BWSI dianggap tidak serius dalam bersikap.

Sementara itu, langkah baru yang dilakukan BWSI dengan mempublikasikan hukuman wasit bermasalah, dianggap berlebihan oleh anggotanya sendiri. Keputusan BWSI tersebut dinilai bukan bersifat membina. ”Apa yang dilakukan BWSI itu bukan membina, tapi malah membinasakan. Justru mematikan karir wasit,” kritik Jimmy Napitupulu, salah seorang wasit Indonesia yang berlisensi FIFA.

Dalam aturan FIFA, memang tidak diperkenankan hukuman kepada wasit dipublikasikan. Karena itu, Jimmy sangat menyesalkan sikap BWSI. Apalagi, menurut Jimmy, apa yang telah dilakukan teman-teman di lapangan sudah sangat maksimal.

Yang konyol, ketua BWSI pun tidak seratus persen mengerti aturan sepakbola, simak komentarnya di Sindo berikut ini, “Kami sedang mengupayakan sinergi antara wasit utama dan AW (asisten wasit) I atau II. AW kerap mengangkat bendera meski bola sudah masuk kotak penalti. Sikap itu tidak dibenarkan. Sebab, kotak penalti menjadi kewenangan penuh wasit.”

Masihkah kurang pertandingan Liga Inggris, Serie A, Liga Belanda, dan liga-liga Eropa lainnya setiap akhir pekan di televisi kita? Bahkan setiap hari kita bisa melihat tayangan ulang pertandingan-pertandingan tersebut dengan gratis. Belum lagi ditambah pertandingan Liga Champions atau pertandingan internasional di tengah pekan.

No Respect, No Referee, No Game! Wasit Indonesia mempunyai kemampuan menjadi lebih baik seperti halnya potensi sepakbola Indonesai itu sendiri. Namun bagaimanapun juga wasit adalah bagian dari sebuah sistem. Yang menjadi pertanyaan bukan lagi mampukah kita belajar dan berubah, tetapi maukah kita berubah menjadi lebih baik? (Ongisnade/Zoel)

(foto: Ongisnade/Adie)

Media Online Aremania ONGISNADE.NET

2 pemikiran pada “Dilematisnya Wasit di Sepakbola Indonesia

  1. Wasit juga manusia.

    Kondisi wasit di kompetisi kita cukup unik. Mereka terjepit di situasi yg dilematis.

    Mereka ingin menerapkan idealis mereka memimpin pertandingan, namun di lapangan faktor teknis dan non teknis mempengaruhi penilaian mereka.

    Faktor teknis seperti:
    1. Pengetahuan atau kualifikasi kualitas wasit itu sendiri
    2. Alat komunikasi antar wasit dan hakm garis (belum memakai radio seperti liga inggris/italy)
    3. Kondisi lampu stadion di bebreapa stadion yg masih kurang terang?mungkin dapat berakibat minor terhadap keputusan wasit…

    Faktor non teknis
    1. Tekanan suporter tuan rumah yg siap ‘menerkam’ wasit apabila membuat keputusan yang ‘tidak memihak’. Apalagi didukung kondisi sarana prasarana stadion yang tidak menjamin keamanan wasit tersebut.
    2. Kepimpinan PSSI yang stagnan bahkan plinplan dimana membuat keputusan yg merugikan korps wasit seperti yg dikatakan wasit Jimmy N.

    Hidup harus patuh dengan aturan. Dari kita bangun tidur sampai tidur malam, kita dijejali aturan2 yg harus kita ikuti. Tidak ada wasit = tidak ada pertandingan. Pertandingan tidak ada wasit = CHAOS.

  2. Artikel-artikel di blog ini bagus-bagus. Coba lebih dipopulerkan lagi di Lintasberita.com akan lebih berguna buat pembaca di seluruh tanah air. Dan kami juga telah memiliki plugin untuk WordPress dengan installasi mudah.
    Kami berharap bisa meningkatkan kerjasama dengan memasangkan WIDGET Lintas Berita di website Anda sehingga akan lebih mudah mempopulerkan artikel Anda untuk seluruh pembaca di seluruh nusantara dan menambah incoming traffic di website Anda. Salam!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s