Jenderal Sepak Bola Indonesia Berpulang


Sepak bola Indonesia kembali kehilangan putra terbaiknya. Setelah ditinggal Ronny Pattinasarany, kini sepak bola Indonesia harus merelakan kepergian Acub Zaenal. Mantan ketua Liga Sepak Bola Utama atau Galatama itu tutup usia pukul 02.20 kemarin (4/10).

Acub meninggal dalam usia 81 tahun. Ayah mantan manajer Arema Malang, Lucky Acub Zaenal, tersebut mengembuskan napas terakhirnya di rumah duka Jalan Berlian I No 20 Cilandak, Jakarta Selatan. Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, kemarin.

Kepergian Acub merupakan duka sepak bola Indonesia. Sebab, Acub merupakan tokoh yang punya pengaruh besar dalam perjalanan sepak bola tanah air. “Beliau adalah guru dan pemimpin yang berkarakter,” sebut Andi Darussalam Tabusalla, ketua Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI), yang juga pernah menjadi sekretaris Galatama.

“Kami jelas kehilangan beliau. Sebab, jasanya begitu besar untuk sepak bola. Beliau seorang pemimpin yang sangat tegas,” imbuh M. Basri, pelatih Persela Lamongan yang pernah bekerja sama dengan Acub, baik di Niac Mitra Surabaya maupun Arema Malang.

Nama Acub memang tidak bisa dilepaskan dalam sejarah perkembangan sepak bola Indonesia. Pria yang lahir 19 September 1927 itu berperan besar di beberapa tim. Di antaranya, Persipura Jayapura, Niac Mitra, Perkesa 78, dan Arema.

Bahkan, di Papua, nama Acub disebut sebagai pelopor olahraga dan sepak bola di Bumi Cenderawasih tersebut. Selama menjadi Panglima Komado Daerah Militer XVII/Cenderawasih (1969-1973) dan gubernur Papua (dulu Irian Jaya, 1973-1975), Acub begitu getol mengembangkan olahraga dan sepak bola Papua.

Acub memelopori renovasi besar-besaran Stadion Mandala, Jayapura, yang menjadi kandang Persipura. Persipura dilambungkan menjadi salah satu kekuatan sepak bola nasional. Acub juga aktor penting di balik sukses Mandala Jaya merengkuh empat gelar di ajang Soeharto Cup.

Lepas dari Papua, Acub mendirikan Perkesa 78. Di awal 80-an, dia menjadi ketua umum Niac Mitra. Di bawah kendalinya, klub asal Kota Pahlawan tersebut menjadi klub yang disegani di tanah air. Semasa kepemimpinannya, Niac Mitra pernah mengalahkan Arsenal di Gelora 10 Nopember, Surabaya.

“Seluruh keluarga besar Arema sedih dan turut berduka atas meninggalnya ayah yang melahirkan kami (Arema Malang, Red) dan memberi suri teladan serta semangat,” ujar Darjoto Setyawan, ketua dewan pembina Arema.

Tidak berlebihan jika Arema turut berduka. Sebab, Acub merupakan aktor penting lahirnya Arema Malang. Pria yang akrab disapa sang Jenderal itu menjadi pencetus berdirinya klub Galatama di Malang, yakni Arema. Acub pula yang membiayai awal perjalanan tim berjuluk Singo Edan tersebut.

“Kepergiaan beliau akan kami jadikan pelecut untuk membawa Arema berprestasi serta menjadi insipirasi semangat dan jiwa bagi persepakbolaan Indonesia sekaligus menjunjung tinggi harkat dan martabat Aremania,” kata Darjoto.

Selain berkecimpung di klub, Acub pernah mengabdikan diri di PSSI. Almarhum pernah tercatat sebagai pengurus teras PSSI di era kepemimpinan Syarnoebi Said (1979-1981) dan Kardono (1981-1983). Acub juga dipercaya sebagai ketua TPPMS PSSI atau tim penyelidikan, penanggulangan masalah suap. (fim/fir/jpnn/diq/sumber: Jawapos)

BACA BERITA dan KOMENTAR SELENGKAPNYA DI SINI

Iklan

6 pemikiran pada “Jenderal Sepak Bola Indonesia Berpulang

  1. selamat jalan ebes ……. perjuangan ebes akan kami teruskan, sehingga AREMA(NIA) akan slalu dikenang di negeri ini, seperti halnya ebes yg juga dikenang di negeri ini.

  2. Kami segenap Crew Arema Bontang mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Ebes / pencetus , pelopor berdirinya Arema semoga arwahnya diterima disi2NYA dan kami akan tetep dan truz berjuang demi kabesaran AREMA…..S1J

  3. Almarhum “Jendral” Acub Zaenal, adalah ayah kandung bagi “klub AREMA”.
    Beliau adalah manusia yang sangat keras & tegas (bahkan galak), dan dengan itu semasa hidupnya beliau membidani lahirnya AREMA dan membinanya dengan sangat keras sampai menjadi Juara Galatama 1992, dan tetap konsisten berprestasi dengan karakter yg kuat sampai saat ini.
    Bravo AREMA, mari bersama dalam satu jiwa teruskan semangat dan cita2 “ebes-nya AREMA, Jendral Acub Zaenal”

  4. hallo. saya mau mencari informasi mengenai kursus kepelatihan sepak bola yang di selenggarakan di indonesia, jadwalnya biayanya. dll yang berhubungan.

    mohon informasinya bila rekan – rekan pecinta ataupun penggiat bola.
    terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s