Lagu Lama Dengan Kaset Baru (Tanggapan Putusan Komdis)


LAGU LAMA DENGAN KASET BARU, SEBUAH KONSPIRASI YANG SISTEMIK DAN KOMPREHENSIF UNTUK TIDAK MELIHAT DENGAN KACA MATA KUDA BETAPA MAHALNYA ARTI SEBUAH PROFESIONALITAS: SEBUAH TINJAUAN KRITIS ATAS SANKSI TAMBAHAN KOMDIS PSSI TERHADAP AREMA, YANG DIPUTUSKAN PADA 23 SEPTEMBER 2008

Miris rasanya membaca sanksi tambahan PSSI tehadap AREMA yang dikeluarkan pada 23 September 2008, dimana sanksi tersebut konon buntut dari insiden yang terjadi pasca pertandingan antara AREMA vs PKT BONTANG, medio Sabtu, 13 September 2008.

Dimana rangkuman dari sanksi tersebut adalah sebagai berikut:

Sanksi akibat Kerusuhan Arema vs PKT
1. Ekoyono Hartono, Manajer Arema, dilarang aktif di sepak bola selama 6 bulan dan denda Rp 20 juta.
2. Meiga Kurnia, Kiper Arema, dilarang aktif di sepak bola selama satu tahun plus denda Rp 50 juta
3. Emile Bertrand Mbamba, Striker Arema, dilarang bermain di Indonesia selama lima tahun, plus denda Rp 50 juta
4. Alexander Pulalo, Kapten Arema, didenda Rp 20 juta
5. Panpel Arema didenda Rp 20 juta, plus partai usiran untuk dua pertandingan, berlaku efektif sejak 23 Oktober.

-Terkait dengan poin pertama, mungkin kita masih bisa memaklumi, walaupun sekilas kita akan melihat adanya diskrimasi terhadap poin pertama ini, dengan apa yang terjadi di Palembang serta di Wilayah Indonesia Bagian Timur lainnya entah di PAPUA ataupun Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu, ketika tuan rumah peserta ISL mengalami hasil akhir seri serta kalah di kandang.

-Terkait dengan poin ke dua, kita mencoba membandingkan dengan peristiwa dimana beberapa tahun yang lalu salah seorang striker nasional terlibat obat-obatan terlarang, namun PSSI hanya adem ayem. Dan sanksi yang ada boleh jadi akan mematikan karier kiper termuda di tim AREMA ini.

-Poin ke tiga secara tidak langsung, membawa kita flash back ke penghujung Ligina VI, dimana Juan Pacho Rubio, disanksi larangan bermain di Indonesia oleh PSSI. Alasan ketika itu, Pacho dianggap sering berbuat ulah di lapangan. Bahkan sanksi itu langsung diberikan PSSI – waktu itu belum ada Komisi Disiplin – setelah Ligina VI berakhir. Kemarin, lagi-lagi palu Komisi Disiplin memukul keras terhadap Arema. Komisi yang diketuai Hinca Pandjaitan itu, memutuskan larangan bermain untuk Emile Bertrand Mbamba di Indonesia selama lima tahun.

Selain itu, striker Arema ini juga didenda Rp 50 juta. Mbamba dianggap melanggar empat pasal Kode Disiplin sekaligus. Yakni Pasal 49 ayat 1B, pasal 53 ayat 1, pasal 58 ayat 1 dan pasal 60 ayat 1. Secara otomatis, Arema tampaknya harus kehilangan Mbamba. Meski masih ada kemungkinan banding, namun sepertinya sangat mustahil komisi banding nantinya, akan membebaskan Mbamba.

Kenapa ko PSSI seolah tidak ikhlas melihat AREMA memiliki striker berkualitas??? Masih ingat peristiwa yang menimpa Emaleu Serge di Jusuf Cup, medio awal kedatangan Miorslav “Miro” Janu di AREMA??? Serge yang saat itu berstatus sebagai Top Skorer Piala Indonesia harus rela beristirahat selama 1 musim kompetisi akibat tebasan salah satu bek, dari salah satu tim yang berasal dari sebuah pulau paling timur di Indonesia, dan sanksi apa yang diberikan PSSI thd pemian yang bersangkutan???

Kartu merah saja tidak, bahkan pemain yang bersangkutan dinilai tidak berbahaya. Mbamba yang notebene pernah berkiprah di piala UEFA bersama Vittesse Arnhem, dan pernah merasakan bagaimana rasanya melawan salah satu tim besar di premiere League: Liverpool, serta sebelumnya pernah memperkuat Maccabi Haifa dan sebelum ke AREMA bermain di Vittoria Setubal., Portugal,dinilai sebagai The Top of Trouble Maker, hanya karena sering bertanya terhadap keputusan wasit yang kontroversial, kalau ga mau dikatakan keputusan yang mengandung proses kadalisasi. Orang yang hanya lulusan SD pun akan tahu mana yang lebih berbahaya antara jagal penebas kaki Serge, dengan Mbamba.

Sebagai sebuah komparasi, mari kita lihat apa yang dilakukan oleh Joey Barton terhadap rekannya se-timnya Ousamane Dabo, serta apa hukuman yang diterimanya dari FA, akibat sikapnya itu. Berikut petikannya dari Jawapos medio 12 September 2008: “Kalau dirunut, masih banyak lagi kasus yang mengiringi perjalanan karir pemain berusia 26 tahun itu. Sekarang dia kena batunya. Setelah selesai menjalani hukuman penjara, kini hukuman berikutnya masih menanti.

Barton mendapatkan tambahan hukuman larangan tampil dari FA selama enam kali lantaran penyerangan kepada Dabo. Selain itu, pemain kelahiran Huytonitu tersebut harus membayar denda 25 ribu pounds atau sekitar Rp 412 juta. Dengan tambahan hukuman itu, secara keseluruhan, Barton akan absen dalam 12 pertandingan yang dilakoni Newcastle United. Tapi, enam hukuman larangan tampil itu baru berlaku hingga akhir musim 2009/2010.”

Bayangkan apa yang dilakukan Barton adalah saat latihan, dan itu ada sanksi dari FA, sementara apa yang diterima jagal penebas kaki Serge, yang terjadi di sebuah turnamen pre season?????? Yah inilah realitas Sepak Bola Indonesia.

Ketidaksukaan PSSI terhadap Mbamba, mungkin dapat kita amati ketika beberapa gol Mbamba dianulir saat perhelatan partai awal AREMA, babak 8 besar di Kediri, divisi utama tahun kemarin, yang bermuara pada Tragedi Kediri Kelabu Jilid II.

-Poin ke-4 kita kurang bisa memaklumi itu, karena walaupun Alex tidak ada di line up, namun jika beliau masuk lapangan pasca peluit panjang dibunyikan, menurut hemat saya beliau lebih layak di pandang sebagai Wong Malang, bukan AREMANIA ataupun pemain AREMA, kecuali beliau ada di bench.

Terkait dengan poin ke-5, adanya keinginan pihak ketiga (dalam hal ini regulator sepak bola Indonesia),bahwa AREMA harus angkat kaki dari BUMI AREMA (bahkan Indonesia mungkin), hal ini sangat kentara sejak AREMA berhasil mewakili INDONESIA di LCA (Liga Champions Asia), setelah menjadi jawara di dua edisi perdana Piala Indonesia . Lalu parameternya apa? Walaupun Stadion Gajayana nan Kramat dan memiliki ikatan historis serta emosional dengan perjalanan AREMA sejak tahun 1987, sudah direnovasi dengan standar AFC, kita tentu bisa menghitung dengan jari, berapa kali AREMA bermain di sana untuk even resmi kompetisi domestik. Bahkan Stadion tersebut lebih diperbolehkan untuk pertandingan yang levelnya regional (tingkat provinsi), yang mempertandingkan tim antah brantah, dengan status pemain yang boleh dikatakan amatir, kalau ga mau dikatakan ga jelas, selain saudara tua AREMA. Kita tidak pernah tahu apakah pihak pengelola Stadion Gajayana bersinergi dengan perusahaan yang menjadi owner AREMA, sehingga hal-hal sedemikian bisa terjadi???? Wallahu a’lam

Bahkan lebih miris lagi saat ada konspirasi untuk mengusir AREMA dari BHUMI AREMA, dimana kita tahu bahwa saat Pilbup terakhir di Kabupaten Malang (dimana letak geografis dan administratif Stadion Kanjuruhan,Hom Base AREMA berada), AREMA harus terusir, dan bermain di Stadion Brantas Batu yang secara kelayakan patut dipertanyakan untuk pertandingan sekelas divisi utama. Dan saat itu kebetulan AREMA harus bertanding melawan Persekabpas Kabupaten Pasuruan, yang sekarang serasa hidup segan mati tak mau.

Saya hanya bisa membayangkan, jika pada akhirnya AREMA harus hengkang dari BHUMI AREMA, hanya karena aslaan stadion. Just imagine: bahkan dalam hal ini saya mencium ada pihak-pihak(regulator tingkat regional) yang menginginkan se-Karisedinen Malang ada 4 tim: PERSEMA, PERSIKOBA, PERSEKAM, & AREMA ada di level tertinggi. Dan jika itu terjadi terus jadwal AREMA di buat bersamaan dengan ke-3, lalu AREMA akan bermain di mana? Maka kita akan kembali ke semboyan: AREMANIA tidak ke mana-mana tapi ada di mana-mana. Dalam hal ini kita mencoba flash back pada masa dimana sebelum Manajemen BENTOEL masuk ke AREMA, AREMANIA harus urunan untuk membiayai tim, kita tahu hal itu tidak cukup, tapi sebagai sebuah tahapan (katakanlah ada 1000 tahapan yang harus kita tempuh), paling tidak kita telah memulai satu langkah saat itu dengan adanya urunan.

Walaupun apa yang dilakukan AREMANIA saat itu, gagal menyelamatkan AREMA dari sejarah kelam perjalanan AREMA: Degradasi ke divisi I. Hanya sekedar Utopia, jika kelak AREMA sampai harus membuat stadion sendiri berkaca pada nama Stadion di Amsterdam serta Manchester, maka ada beberapa nama yang diusulkan: AREMA ARENA, ataupun THEATRE OF AREMA.

Berkaca pada bagian terakhir paragraf di atas, seharusnya tim-tim yang selama ini mendanai diri dengan APBD, mau merasakan apa yang dirasakan AREMA, sebagaimana PERSIBOM serta PERSITER merasakannya: DEGRADASI, daripada melakukan hal-hal yang telah nyata-nyata melanggar Undang-undang Keolahragaan serta Permendagri, yang melarang penggunaan. Walaupun itu harus dibalut dengan kemasan Lokakarya yang dihelat di Surabaya, medio 11 September 2008, dengan mengambil tema: Lokakarya Pembiayaan Sepak Bola. Apapun dalihnya, yang namanya Hibah ga bisa diberikan secara terus-menerus, dari tahun ke tahun!!! Walaupun itu melalui KONI, dan kalaupun ada hibah harus bersifat adil dan merata untuk semua cabang olahraga (cabor), bukan sarana politik mercusuar. Apalagi sampai meng-korup dana pendidikan dalam hal ini dana milik POLTEK.

Pesan Moral kepada para Pihak Eksekutif serta Legislatif di tingkat Provinsi, Kota serta Kabupaten di seluruh Indonesia : sebagai orang yang pernah kuliah di Fakultas Ekonomi serta belajar Ekonomi Publik,setahu saya dana APBD, akan lebih berguna kalau dibelanjakan untuk beberapa hal ini: Peningkatan Kesehatan masyarakat, Peningkatan Pendidikan (di bidang pengetahuan umum&agama) Masyarakat, serta Peningkatan Kemakmuran Masyarakat (Pertumbuhan Ekonomi harus disertai pemerataan, tidak boleh terkonsentrasi pada golongan/kelompok masyarakat tertentu serta wilayah-wilayah yang merupakan pusat pemerintahanm sebagaimana selama nii terjadi.), serta Pengurangan Pengangguran.

Selain itu APBN/APBD sedapat mungkin lebih mengedepankan belanja pembangunan daripada belanja rutin, bukan sebaliknya, sebagaimana jamak terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia

Pada bagian akhir tulisan ini, saya ingin mengingatkan hutang/dosa PSSI, dimana salah satunya kepada pihak AREMA: PSSI pernah menjanjikan AREMA untuk tetap bisa berkompetisi, terkait prestasi AREMA di dua edisi awal penyelenggaraan PIALA INDONESIA.

Entah Kenapa kondisi yang berbau paradoks senantiasa dialami AREMA, peristiwa sekecil apapun, selama itu melanggar regulasi KOMDIS PSSI, kerap kali langsung disidang, tanpa bukti ataupun saksi dengan alasan buktinya tayangan TV serta saksinya masyarakat Indonesia, akan tetapi saat ada siaran langsung tim-tim lain di TV dan terjadi erusuhan/pelanggaran terhadap regulasi yang ada, maka KOMDIS berkilah: menunggu bukti, saksi serta seabrek alasan yang lain: rapat, ada urusan di tempat lain dan berbagai alasan yang lain.

PSSI harus sadar, bahwa NURDIN menyalahi statuta FIFA, karena berstatus napi (narapidana), tapi tetap memimpin PSSI, lalu disusul Hamka Yamdhu, dan paling baru: PSSI membayar cek kosong ke pihak Hotel Kaisar. PSSI Seharusnya introspeksi diri, sebelum melihat keluar.

Nahelove & Balearjosari, Malam ke-25 (ganjil) Romadhon 1429 H.

AREMANIA ASAIB, yang berstatus Collge Drop Out
Yang karena kesibuka kerja, jarang menonton AREMA di Kanjuruhan.

ditulis oleh:
M.Malik
mochammad.malik@gmail.com

Media Online Aremania ONGISNADE.NET

Iklan

9 pemikiran pada “Lagu Lama Dengan Kaset Baru (Tanggapan Putusan Komdis)

  1. lek Ayas cak tak pilih MUNDUR dari LIGA Gak JElas iki,…. aku wis ngerti JUARAne engkok sopo
    1. PERSIJA
    2. PERSIK Kediri
    3. KAlau 2 tim itu sama gak gak bisa memenuhi target baru
    club laen (selain AREMA)
    4. Aku ate vakum disek timbang moco2 ngene yo ngarakno
    muangkel.
    Arema gak juara gak patek en tapi yo sing genah ..! Jik apik peraturan Liga 17 Agustusan

  2. Mungkin iki abot kanggo Arema n Aremania….
    Wes ker, awak dewe kudu osi bertahan…mugo2 Gusti Pangeran ngerti n bantu Arema n Aremania…amin!!!!
    ->Datangi PSSI dengan Ribuan Aremania…bikin Indonesia melek kalo di Indonesia ada suporter terbanyak, paling aktif, damai n punya loyalitas tanpa batas……….Ayo ker, datangi PSSI!!!

  3. wez d jalani ae,tk0 balbalan kene nguripi w0ng akeh,mulai w0ng d0d0l 0ges,tahu,w0ng d0d0l 0ker,ip0k,TM,tkang parkir stdi0n,w0ng d0d0l bensin.
    ————————————————-
    *d mulai dr hal yg trmuda
    *d mulai dr sktar qta
    *d mulai dr dri sendiri
    L0yalitasTanpaBatas

  4. ISL = Indonesian Super LUWET …….
    AREMA(NIA) siap jadi martir bola negeri tercinta ini. suatu saat, nama AREMA(NIA) akan slalu dikenang oleh pecinta bola Indonesia sbg pelopor perkembangan sepakbola yg profesional. jadi, tetaplah berjuang dg semangat singa yg tak pernah menyerah !!! bersatulah semua elemen pecinta AREMA(NIA).

  5. @all, thx a alot atas comment2-nya tulisan ini saya buat, murni dengan akal pikiran yang dingin, sehat, bahkan tak jarang dengan tetesan air mata……………..
    walau perlu disadari betul bahwa, apa yang saya tulis belum tentu didengar/diperhatikan oleh PSSI, at least PSSI Peng. Kot/Peng. Kab. Malang……..

  6. ini koreksi dari tulisan di atas:
    “Kita tidak pernah tahu apakah pihak pengelola Stadion Gajayana bersinergi dengan perusahaan yang menjadi owner AREMA, sehingga hal-hal sedemikian bisa terjadi???? Wallahu a’lam”

    seharusnya:

    “Kita tidak pernah tahu apakah selama ini, pihak pengelola Stadion Gajayana telah bersinergi dengan mereka yang menjadi rival/kompetitor AREMA,entah itu klub, sponsor ataupaun pembinaan pemain, sehingga hal-hal sedemikian bisa terjadi???? Wallahu a’lam”

    Maaf kalau tulisan ini agag compang-camping, sebagai OP Warnet, sering Begadang karena harus up date tim di kompetisi virtual, entah di fantasieropa.com ataupun di timimpian.com. Di kompetisi virtual yang terakhir saya sebut itu, saya memakai 4 varian nama AREMA: AREMA CITY, AREMA UNITED, PS AREMA, AC BENTOEL AREMA.

    Yah Paling tidak, ini sebagai sebuah upaya untuk pembentukan opii publik, bahwa kita boleh “dijegal/dimatikan” oleh lawan2 kita, tapi hal yang terpenting dari itu semua adalah “the way” to win COmpetition, bukan Who is the winner of Competition….

    sekian dulu yah, coz mo buka puasa syawal……..

  7. revisi(lagi), bagian ini:
    “Berkaca pada bagian terakhir paragraf di atas, seharusnya tim-tim yang selama ini mendanai diri dengan APBD, mau merasakan apa yang dirasakan AREMA, sebagaimana PERSIBOM serta PERSITER merasakannya: DEGRADASI, daripada melakukan hal-hal yang telah nyata-nyata melanggar Undang-undang Keolahragaan serta Permendagri, yang melarang penggunaan. Walaupun itu harus dibalut dengan kemasan Lokakarya yang dihelat di Surabaya, medio 11 September 2008, dengan mengambil tema: Lokakarya Pembiayaan Sepak Bola…….”

    Seharusnya:
    “Berkaca pada bagian terakhir paragraf di atas, seharusnya tim-tim yang selama ini mendanai diri dengan APBD, mau merasakan apa yang dirasakan AREMA, sebagaimana PERSIBOM serta PERSITER merasakannya: DEGRADASI, daripada melakukan hal-hal yang telah nyata-nyata melanggar Undang-undang Keolahragaan serta Permendagri, yang melarang penggunaan APBD. Walaupun hal itu terus mendapat pembenaran, seperti yang terjadi pada sebuah acara yang dibalut dengan kemasan Lokakarya yang dihelat di Surabaya, medio 11 September 2008, dengan mengambil tema: Lokakarya Pembiayaan Sepak Bola.”

  8. revisi (terakhir), bagian ini:
    “Pada bagian akhir tulisan ini, saya ingin mengingatkan hutang/dosa PSSI, dimana salah satunya kepada pihak AREMA: PSSI pernah menjanjikan AREMA untuk tetap bisa berkompetisi, terkait prestasi AREMA di dua edisi awal penyelenggaraan PIALA INDONESIA.”

    seharusnya:
    “Pada bagian akhir tulisan ini, saya ingin mengingatkan hutang/dosa PSSI, dimana salah satunya kepada pihak AREMA: PSSI pernah menjanjikan AREMA untuk tetap bisa berkompetisi di LCA (Liga Champions Asia), terkait prestasi AREMA di dua edisi awal penyelenggaraan PIALA INDONESIA.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s