Harga Diri itu Mahal


Akhir2 ini kota Malang digelayuti oleh awan hitam. Bukannya akan turun hujan, melainkan imbas dari kejadian malam minggu kelabu. Dimana para official Arema & Aremania mengamuk di Kanjuruhan setelah pertandingan melawan PKT Bontang dalam lanjutan LSI. Kita semua sungguh prihatin dan sangat menyesalkan kejadian tsb. Apapun alasannya, bukan anarchist jawabannya!

Polemikpun berkembang menanggapi hal itu. Mass media memblow up-nya. Ada sebagian diantaranya yg menjadikannya headline. Ada yg mencibir dan menghujatnya habis2an. Namun ada juga yg dengan malu2 membelanya. Setali tiga uang dengan para kelompok suporter lainnya, yg mengomentari kejadian tsb dengan lebih vulgar. Seolah mereka tanpa pernah berbuat dosa. Para pengamat sepak bolapun tak ingin ketinggalan. Mereka mencoba membanding2kan dengan liga2 yg ada di benua lain yg terlihat lebih bagus dan berbobot tanpa memperhitungkan segi geografis, kultur budaya, SDM, finansial, sistem regulasi dan regulator itu sendiri.

Tak kalah hebatnya juga dengan polemik yg ada di kalangan para Aremania. Ada yg mengatakan ini puncak dari kekesalan Arema FC dan para Aremania sebagai pendukungnya atas kinerja wasit yg kurang tegas. Wacana stadion Gajayana lebih representative daripada stadion Kanjuruhan sebagai home base Arema FC pun dihembuskan. Karena disamping mempunyai nilai historis, juga penontonnya (katanya) lebih santun. Hingga memunculkan lagi paradigma klasik tentang Arema Kota-Arema Coret (ndeso/kab.) Ada pula yg mengatakan ini konspirasi yg dengan sengaja dikondisikan untuk menjatuhkan Arema karena alasan persaingan dagang antara Bentoel vs Djarum. Dengan menampilkan beberapa alasan yg kalo diistilahkan dalam bahasa jawa; diotak atik, gatok, memang masuk akal. Tapi akan lebih elegant kalo kita juga bisa menampilkan bukti2 yg lebih otentik. Tidak hanya sekedar rumor ato opini pribadi semata.

Ada juga salah satu wacana yg patut didukung dan direalisasikan ;yaitu kita urunan untuk membuat banner raksasa dan akan dipasang di tempat2 yg strategis di Malang Raya.Banner raksasa ini berisikan ajakan /himbauan kepada seluruh Aremania se Malang Raya untuk meninggalkan cara2 bar2 dalam menyingkapi suatu kejadian.Dan lebih mengedepankan cara berpikir yg logis dan obyektif.

No Anarchist, No Racist, Just Fair Play, Please!

Ya, semua orang sah2 aja menilai suatu pemasalahan dari sudut pandang mereka masing2 tentang Arema.

Bukannya mau membela diri. Tapi karena ayas Aremania, wajar kalo berpihak. Disini aku mencoba untuk melihat dari perspektif yg lain. Mudah2an lebih sedikit obyektif. Seperti yg sudah pernah aku tulis disini (ongisnade.net) bahwa PSSI itu sudah buta mata dan hatinya. Dia mempunyai 1001 macam cara untuk menjatuhkan sebuah klub sepak bola berikut suporternya. Semakin kita kritisi, semakin besar pula tekanan kepada kita.

Jangankan kita yg hanya sebuah klub /sekelompok suporter, menpora yg notabene kepanjangan tangan daripada presidenpun dia abaikan.FIFA pun seakan dibuatnya bodoh. Mungkin hanya Tuhan yg mampu menghentikan praktek amoral yg dipertontonkan PSSI.

Coba kita cermati pertandingan demi pertandingan selama ini yg berakhir dengan kericuhan. Siapa yg diuntungkan? Jawabannya, tentu PSSI dengan Komdis sebagai perangkatnya. Yg dalam setiap menjatuhkan sanksi berakhir dengan denda/UUD (Ujung2nya Duit). Dan pernahkah kita tau untuk apa uang yg didapat dari sanksi (denda) yg diberlakukan?

Sesuai dengan kultur budaya masyarakat Jawa Timur, yg sangat menjunjung tinggi sebuah harga diri. Wajar kalo kita marah karena merasa terusik dan teraniaya. Harga diri kita serasa diinjak2.

Mon keta reng medure,”Ketembheng ketelak potehna mata ,angor ketelak potehna tolang!”

Namun kalo hanya mengandalkan kekerasan itu akan melahirkan persoalan baru. Dan kita akan kelihatan bodoh dan tolol. Yg lebih parah lagi kita akan dijadikan sapi perahan dan bulan2an oleh PSSI. Coba kita perhatikan sanksi yg diberlakukan kepada Arema(nia) pasti lebih besar dibanding kepada klub2 (plat merah) yg lain walaupun dengan tingkat kerusakan yg relatif sama.

Mengapa kita tidak menjadikan diri kita menjadi pintar? Aku ingat dulu Sam Harry Pandiono (Korwil Congo), pernah berkirim surat kepada ke FIFA dengan menyertakan beberapa bukti tentang kebobrokan daripada PSSI. Dan tidak berselang lama FIFA pun langsung bertindak dengan menegur PSSI.

Maksudku, cara2 seperti ini yg seharusnya kita jalankan. Tanpa harus merusak tapi berdampak sangat efektif. Begitu juga dengan Aremania, kalo memang masih ada yg berpikiran “ndeso”, kenapa gak kita rangkul dan kita arahkan dengan pendekatan secara kultural. Peran serta korwil2 dulu sangat efektif sekali. Kenapa sekarang gak kita galakan lagi?

Banyak hikmah yg bisa kita ambil dari kejadian. Aku harap ini menjadi pembelajaran bagi Arema(nia) untuk tidak bertindak secara gegabah. We are still pioner. Apapun yg kita lakukan masyarakat akan selalu memperhatikan.

Mungkin inikah jawaban pertanyaan ayas dalam tulisan yg terdahulu, kenapa Djoko Driono (PSSI /BLI) sering2 berkunjung ke Malang dan selalu memuji2 Arema dan Aremania? (Aghstafirulloh halazhim, jadi berburuk sangka lagi ,dah…)

SALAM SATOE DJIWA…AREMA!

ditulis oleh:
JOHNNY AREMA
samynojd@yahoo.co.id

Media Online Aremania ONGISNADE.NET

Iklan

10 pemikiran pada “Harga Diri itu Mahal

  1. Greetings of The One Soul,
    Ayas setuju sam…yo’ opo lek kirim surat maneh nok FIFA. Mumpung iki FIFA lagi BT ambek PSSI?
    Nah, kl ndelok ceritane nawak2 ttg ojir denda…usul wae ambek KPK supoyo mrikso PSSI.

  2. “No Anarchist, No Racist, Just Fair Play, Please!”

    kenapa harus pake bahasa luar, bahasa indonesia atau bahasa jawa (mungkin, saya tidak mengerti soalnya), mungkin lebih bagus dan lebih bisa diterima oleh semua aremania :D

  3. ditubuh pssi aja sudah bobrok, jangan harap perangkat pertandingannya juga fair play.semau wasit isl fuck you…………….
    buat aremania-aremanita tujukkan kekuatan qta dan kemampuan qta saat lawan persik.harga diri arema sudah dirusak oleh pssi…revolusi pssi……
    PSSI ( persatuan suap-suap indonesia )
    PSSI ( persatuan sepak sepakan indonesia ) dalam arti arema selalu ditendang jauh untuk jadi juara
    hidup AREMA, sejatinya hanya jiwa dan keberanian yang besar ada pada AREMA, AREMANI & AREMANITA.

  4. ya Allah..ya Robb….jikalu memang para pengurus PSSi n antek2nya zalim maka beriah mereka semua hidayahMU jikalau tidak maka BUMIHANGUSKANLAH daripada mereka dan kami(Arema n AREMANIA) kebanyakan dosa akibat kami selalu menghujat mereka dengan kata2 kotor kami yaa… Allah.Kabulkanlah do’a kami
    Amien….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s