Perubahan


Beberapa tahun terakhir ini jika kita membaca dan melihat berita sepakbola nasional membuat hati kita kecewa, karena isinya hanya timnas yang selalu kalah, ketum PSSI yang ditahan, masalah dengan FIFA, jadwal liga yang kacau, kesulitan pendanaan, keributan antar pemain, sistem pembinaan pemain muda yang kacau, perangkat pertandingan yang tidak bisa memimpin pertandingan dengan baik, dan juga kerusuhan penonton. Lalu yang menjadi pertanyaan, apakah masih layak Liga sepakbola terus diselenggarakan di Indonesia dengan biaya yang tidak sedikit dan belum pernah menghasilkan sesuatu hal yang bisa membanggakan Indonesia (setidaknya sampai saat ini)?

Apakah ini bukan suatu kegiatan yang hanya bersifat membuang uang, sementara masih banyak saudara-saudara kita di negara ini yang masih hidup serba kekurangan (Indonesia merupakan salah satu negara miskin di dunia). Kita sebagai penikmat dan pecinta sepakbola tentu tidak ingin jika liga sepakbola di Indonesia ditiadakan, tapi kita sebagai orang Indonesia tentu juga tidak ingin melihat saudara-saudara kita banyak yang mati kelaparan sementara PSSI dengan enaknya membuang-buang uang untuk suatu kegiatan yang tidak memberikan kontribusi apapun bagi negara ini.

Harusnya sepakbola bisa memberikan suatu efek peningkatan ekonomi bagi suatu negara. Sebagai contoh pada waktu penyelenggaraan piala dunia 2006 dan Piala Eropa 2008, Jerman, Swiss dan Austria mendapatkan keuntungan yang sangat besar dari segi ekonomi.

Kita juga bisa melihat dari English Premiership League di Inggris yang juga memberikan efek luar biasa pada perekonomian di Inggris Selain itu kita juga bisa melihat di Brazil, disana juga banyak keluarga miskin tapi mereka bisa berharap dari sepakbola, mereka berharap anak-anak kecil dapat menjadi pemain sepakbola dengan gaji yang besar sehingga bisa memperbaiki perekonomian keluarga.

Tapi semua itu belum pernah terjadi di Indonesia, sebagai bukti tidak ada klub sepakbola di manapun di Indonesia yang bisa mendapatkan keuntungan, belum banyak keluarga miskin di Indonesia yang bisa terangkat kehidupannya karena sepakbola (kalaupun ada cuma sedikit dan tidak sebanding dengan jumlah penduduk miskin di Indonesia).

Semua masalah ini berasal dari jalannya Liga di Indonesia yang tidak berjalan dengan baik. Di Eropa para pemilik modal berlomba untuk menanamkan modalnya karena sepakbola adalah pangsa pasar yang sangat potensial sebab dinikmati oleh jutaan orang. Di Brazil orang bisa berharap merubah kehidupan dengan sepakbola karena kompetisi disana berjalan sangat baik itu profesional maupun amatir. Kita di Indonesia sebenarnya punya modal dasar untuk mengembangkan sepakbola di Indonesia yaitu banyaknya orang yang senang sepakbola.

Kalau kita bicara perbaikan liga sepakbola di Indonesia, semua pihak baik itu regulator sepakbola di Indonesia (PSSI), klub sepakbola, perangkat pertandingan (wasit, AW, pengawas pertandingan) dan juga penikmat sepakbola perlu untuk instropeksi. Kita sekarang tidak usah menuntut perubahan itu berasal dari atas (dalam hal ini PSSI) karena itu sulit, sudah terlalu banyak masalah yang menggangu.

Tapi kita bisa melakukan suatu langkah kecil dari bawah yaitu dari penikmat sepakbola (Aremania). Selama ini yang sering dituding sebagai biang penyebab kerusuhan adalah perangkat pertandingan, seperti membuat keputusan yang di satu sisi menguntungkan tim tertentu dan di sisi lain merugikan tim yang lain. Itu bisa terjadi karena faktor manusia seperti kelelahan (ini bisa dimaklumi), tapi ada juga faktor lain seperti penyuapan, dan tingkat pendidikan wasit yang kurang. Kita sebagai penikmat sepakbola tentu kecewa jika ada perangkat pertandingan yang tidak bisa memimpin pertandingan dengan baik karena itu bisa merugikan tim kesayangan kita (Arema).

Bagaimana kalau sekarang kita coba untuk mengawasi kinerja dari perangkat pertandingan? Mekanismenya begini, kita buat suatu tim dari Aremania yang berisi orang-orang yang benar-benar mengerti tentang peraturan pertandingan sepakbola, lalu membuat penilaian kinerja perangkat pertandingan (dengan fair tentunya) meliputi keakuratan keputusan yang diambil, dan performa selama memimpin pertandingan (untuk pertama hanya pertandingan home Arema saja, kalau berhasil bisa dikembangkan untuk pertandingan lain).

Setelah pertandingan selesai report dari penilaian itu ditampilkan di Ongisnade.net (kalau boleh), dikirim ke semua media massa nasional dan jika ada pelanggaran kita kirimkan ke komdis PSSI, juga kalau dirasakan adanya penyuapan bisa dilaporkan ke KPK (dengan bukti yang kuat tentunya).

Mungkin yang akan kita lakukan ini tidak akan mendapat tanggapan yang memuaskan baik dari PSSI, KPK maupun media massa nasional karena kita bukan suatu lembaga resmi, tapi paling tidak ini bisa memberikan sedikit penjelasan kepada seluruh masyarakat Indonesia tentang bagaimana kualitas perangkat pertandingan di Indonesia.

Dan kita berharap saja ada orang atau pihak lain yang punya kekuasaan di luar Aremania yang mau untuk menindaklanjuti hasil dari penilaian kita. Kita juga berusaha untuk memberi pemahaman kepada setiap Aremania yang ada di stadion tentang peraturan pertandingan sehingga mereka tidak hanya marah-marah ketika melihat perangkat pertandingan membuat keputusan yang merugikan Arema, tapi mereka benar-benar paham dan bisa bersikap lebih fair.

Cara memberikan pemahaman ini bisa dilakukan dengan membagikan selebaran yang berisi peraturan pertandingan dengan bahasa yang mudah dimengerti dan dilakukan secara bertahap di tiap pertandingan, misalnya untuk pertadingan pertama memberikan sosialisasi tentang offside, pertandingan kedua tentang pelanggaran dan seterusnya.

Semua cara ini tidak bisa diharapkan keberhasilannya hanya dalam waktu singkat tapi mungkin baru bisa dirasakan keberhasilannya dalam waktu yang akan datang, karena kita hanya berusaha memberikan pencerahan. Tapi ini adalah suatu proses menuju sesuatu yang lebih baik. Tentunya kita tidak berharap kejadian 13 September 2008 akan terjadi lagi di Malang dan di tempat lain di Indonesia. Mari bersama-sama kita jaga Arema dan kota Malang.

Saya berharap tulisan ini adalah awal dari sebuah bola salju kecil yang akan terus menggelinding dan membesar dengan pemikiran dan ide-ide “gila” yang bisa membuat suatu perubahan di Liga Indonesia agar sepakbola nantinya dapat memberikan kontribusi yang bagus bagi kehidupan kita dan bagi bangsa ini. (foto: Detiksport, Jawapos)

dikirim oleh:
Yudistira Atmaja
arema29117@yahoo.com

Media Online Aremania Ongisnade.Net

Iklan

6 pemikiran pada “Perubahan

  1. Gimana sepak bola indonesia mau maju?
    ketua umum PSSI adalah seorang napi dan para krucuk2 PSSI orang2 yang tak mempunyai niat untuk merubah sepak bola indonesia.KORUSI,PLITIK,INTRIK DLL…
    Mungkin gak sepak bola indonesia bisa maju?
    nggak mungkin…nggak mungkin…semua itu terjadi 103 tahun MUNGKIN…!!!(slank – pak tani)
    malas utas awij!

  2. ide yg brilian. walaupun belum tentu ada hasilnya …… tidak ada salahnya dicoba. kirim juga ke situs klub2 lain ……. siapa tau langkah kita ini ditirukan mereka. kalau banyak klub yang juga ngirim laporan pertandingan mereka ke banyak media ……. masa sih tidak ada yg mau melek dikit, masa sih tidak ada yg mau teriak dikit …… utk bilang fair tidaknya suatu pertandingan.
    jangan lupa juga …… KONSOLIDASI ……. utk semua elemen pendukung arema.
    S 1 J !!!

  3. ide ini perlu dicoba !!! kirim juga ke situs klub2 lain. smoga langkah ini juga ditirukan mereka. dengan semakin banyak klub2 lain juga mengirimkan laporan pertandingan mereka ke banyak media …… masa sih gak ada yg melek dikit, masa sih gak ada yg teriak2 dikit …… bilang fair tidaknya suatu pertandingan ……
    S 1 J !!!

  4. ujutes thok sam……
    tapi pengamate bener2 fair play sam
    apa yang terjadi, apa yang dilihat di dengar di stadion itu yang harus kulas atau di bikin report nya.
    demi kemajuan sepakbola Indonesia
    kita junjung tinggi sportivitas n fair play dari dalam kita terlebih dahulu lalu orang atau kelompok lain terus negara kita Indonesia
    malas utas awij

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s