Membangun Kembali Dinasti Aremania


Aremania dulu merupakan supporter yang dipandang sebagai supporter sejati oleh semua masyarakat Indonesia, mereka dikenal supporter yang sangat fanatic, sangat atraktif, sangat meriah, sangat hebat, dan sangat dewasa. Kini Aremania dipandang tidak berbeda dengan semua supporter di Indonesia, Kerusuhan demi kerusuhan yang terjadi dalam waktu yang tidak berjauhan membuat nama Aremania tenggelam. Dinasti Aremania kini telah runtuh, gara – gara emosi sesaat yang meluap.

Tapi tidak ada kata terlambat untuk semuanya, belum terlambat membangun kembali Dinasti Aremania yang digdaya.

Ayas sebagai Aremania ingin menyampaikan uneg – uneg untuk membangun kembali Aremania,

1. Bakti Sosial
Bakti Sosial ini dilakukan oleh masing2 korwil Aremania, ada baiknya hal ini menjadi agenda rutin tiap korwil. Missal 3 bulan sekali. Bakti Sosial ini bias berupa apa saja, missal sumbangan ke panti asuhan, sumbangan buku ke sekolah dll. Bakti Sosial ini akan membangun kembali citra Aremania di mata Masyarakat Malang sendiri. Dan tidak ada yang lebih penting bagi Arema selain daripada dukungan Kera asli Ngalam sendiri

2. Dilarang kubam ketika mendukung Arema
Hal ini sangat penting untuk menjaga ketertiban supporter, apalagi ketika ada supporter tamu. Kalau ada segelintir Aremania yang berperilaku ”aneh” gara2 kubam pasti hal itu akan menjadi bahan pembicaraan supporter tamu tersebut. Dan nama Aremania akan sedikit tercoreng gara2 ulah segelintir Aremania itu.

3. Kirim delegasi perdamaian ke tempat supporter lain
sudah saatnya kita dewasa, sudah saatnya kita benar2 menjadi pionir kedamaian, apa yang kita ucapkan harus kita buktikan. Kita berkunjung ke tempat supporter lain untuk beramah tamah dan membuat kesepakatan tertulis dengan judul “DEMI PERDAMAIAN”, entah bonek, entah sakera, kita datangi mereka semua…demi perdamaian dan demi kejayaan dinasti Aremania

Dan yang paling penting, sambut baik semua tamu yg datang ke kandang Singa, dan kita minta ijin terlebih dahulu ntuk dating ke kandang lawan. Tahan emosi ketika kalah, luapkan emosi ketika menang. Bila ada tambahan silahkan karena kreatifitas Aremania tidak akan mati

S1J

dikirim oleh:
Tegar P (tepe)

Media Online Aremania Ongisnade.Net

Iklan

10 pemikiran pada “Membangun Kembali Dinasti Aremania

  1. setuju !!! ini juga salah satu cara utk konsolidasi, cara utk bersikap dewasa, cara mendidik AREMANIA generasi dibawah kita. ayas yakin masih banyak cara yg bisa dilakukan oleh AREMANIA. yg harus kita sadari bahwa saat ini kita benar2 malu. nila sethithik rusak susu sebelanga. jangan kecewakan pendahulu kita …… amin.

  2. Wokeh…setuju…Hidup AREMA
    Kayak di lagunya itulah menang kalah hal biasa
    masak mao menang terus KER……

    Seng Legowo REK

    SALAM AREMANIA

  3. Maklum ker … stadion anyar supportere yo tambah sing anyaran.. semakin populernya Arema juga mendapat tentunya banyak simpatisan baru, dari yang orang malang asli, malang seputaran, dan …. dari kota lainnya….

    awak awake dewe sing itrenk lek iso ngimbangi dengan kreasi positif… pokok e Arema saklawase

  4. setuju bos!!!!
    mantep tenan!!!

    lek ngono awak ewed osi nyalurno energi
    sing meluap-luap secara positif…
    kadit usum gelut terus…
    oyi-oyi?

    ayas kolem ae wes… tp aremania sing nyasar nang baturaja sumsel sakliyane ayas opos y?
    wingi ndelok bengkel arema…
    hoho..
    ancen arema tidak kemana-mana…
    tp arema ada dimana-mana

    malas utas awij ker

  5. saya dari bontang, dulu pernah kuliah di malang,saya sangat kagum dengan suporter Arema karena pernah waktu itu saya nonton Arema Vs PKT di stadion Gajayana ada salah satu suporter Arema yg mau anarkis tapi ditegur oleh suporter yg lainnya,lebih2 kreasi yg diberikan sangat atraktif, saya setuju dengan penulis sudah saatnya Arema bangkit dengan segala kejayaannya dimasa lalu, Salam satu hati dari Bontang Mania BRAVO sepakbola INdonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s