Tua Belum Tentu yang Terbaik


Ada segelintir orang yang mengatakan bahwa Aremania hanya sekelompok supporter yang masih kemarin sore dan aremania kumpulan orang2 yang kurang pekerjaan. Pernyataan tersebut menurut saya adalah pernyataan dari orang–orang yang iri kepada Aremania dan orang yang tidak mengerti tentang Aremania.

Saya mengerti Aremania mungkin tidak lebih tua dari Bobotoh, Viking, atau kelompok supporter lain yang lebih tua dari Aremania. Maklum karena klub mereka memang bediri sebelum Arema.

Tapi kenyataannya apakah mereka lebih baik dari Aremania???


Banyak kawan–kawan kelompok supporter lain yang mengakui dan mengatakan Aremania adalah kiblat dan pelopor supporter yang baik di Indonesia.

Penuh kreasi, atraktif, kreatif dan memiliki anggota ribuan bahkan jutaan manusia di seluruh dunia ini.
“Aremania tidak kemana – mana, tapi ada dimana–mana“. Itulah kenyataanya. Aremania memang ada dimana–mana, bahkan di negara lainpun aremania juga ada.

Yang jadi pertanyaan adalah, apakah mereka dapat seperti Aremania? Apakah mereka mau peduli tentang keadaan sepak bola di Indonesia?

(Mungkin) mereka hanya berteriak–teriak membanggakan diri sendiri seakan merekalah yang terbaik.
Aremania menyuarakan REVOLUSI PSSI! Itulah wujud dari kepedulian Aremania terhadap persepakbolaan tanah air tercinta ini yang sedang carut marut gak karuan.

Semoga seluruh kelompok suporter juga mau peduli keadaan sepak bola negeri kita ini? Memang benar, tua belum tentu yang terbaik.

AREMANIA THE BEST OF SUPPORTERS
Aremania tidak kemana-mana, tapi ada dimana-mana.

Salam Satoe Jiwa!

Artikel ini dikirim oleh:
Angga Fals
bajoel_fals@yahoo.co.id

Media Online Aremania Ongisnade.Net

Iklan

16 pemikiran pada “Tua Belum Tentu yang Terbaik

  1. Sam,ko umak mbandingno ambek bobotoh n viking,ojo provokasi sam,ayas ndek kene apik2 ae sam ambek arek viking.
    Dasare opo umak sam?
    Malas utas awij

  2. BANGGA AKAN DIRI SENDIRI ADALAH BAIK.
    TAPI TERLALU NARSIS GAK BAIK JUGA.
    KITA BUKANNYA TANPA CELA ,KARENA HANYA ROKOK YG SAMPOERNA!!!

  3. bukan provokasi sam…tapi viking n bobotoh cuma sebagai contoh saja kelompok supporter yang tua.keterangan diatas bukan mencela atau menghina tapi berusaha memberi dan membangun kreatifitas supporter lain.dan seberapa pentingnya ikut peduli terhadap sepak bola indonesia.
    saya juga menghormati supporter lain dan juga viking or bobotoh.
    AREMANIA ” Damai kami sepanjang hari”
    malas utas awij!

  4. bukan provokasi sam…tapi viking n bobotoh cuma sebagai contoh saja kelompok supporter yang tua.Toh,selain viking or bobotoh masih banyak kelompok supporter yang lebih tua.keterangan diatas bukan mencela atau menghina tapi berusaha memberi dan membangun kreatifitas supporter lain.dan seberapa pentingnya ikut peduli terhadap sepak bola indonesia.
    saya juga menghormati supporter lain dan juga viking or bobotoh.
    AREMANIA ” Damai kami sepanjang hari”
    malas utas awij!
    Bersatulah supporter indonesia!!!!

  5. AREMANIA ADALAH SOKO GURU SUPP DI TANAH AER!!!BUKAN MENGADA** TP REALITA JEZZZ!!!
    wLpn AREMANIA msH Lbh muda Tp tbukti yg MUDA MLH YG LBH BAE.”disaat supp.tim** laen mendukung dng cRa bYasa AREMANIA sdh mendukung dng cRa yg RUARRRR BYASA” tu kTa MAYOR HARISTANTO (MANTAN KETUA PASOEPATI OLOS pun mengakuinYa).,.
    sO???
    KAMI BUKAN YG TBAE,TP KAMI PERNAH JD YG TBAE DAN SEBISA MUNGKIN JD LEBIH BAE’,TP KLO HARGA DIRI KAMI DIINJAK** KYKTRAGEDY KEDIRI DISASTER.,.SUMPAH MATI AREMA DUNYA AKHERAT SYAP JIHADPERANKTAWURAN N APALAH ITU NMANA.DMI MEWUJDKAN KEADILAn YG SEBENAR**NYA!!!!!

    KAMI TAG BTUH GLAR SUPP.TBAE,BUKAN KAMI YG MINtA tP KAMI IND.MEMILIH KAMI BDASRKAN CR MENDUKUNG TIM KAMI.TP SMUA ITU HNYA AKAN MJD BATU SANDUNGAN DI KEMUDIAN HARI,SPRTI TRAGDY KEDIRI DISASTER JANCOK!!! PRA SUPP.** RAGU AKAN GELAR ITU,TP MEREKA G TW AP YG SBENARNA TJd??? TU PUNCAK KEMRHAN PARA NAWAK** AREMANIA SE DUNYA AKHERAT DMN tim kami selalu dikuyo** pssi bangSADH!!!
    cB kLo iTu tjd pd supp laen,bukan tdK mungkin wktu goL dianulir yg ke 2,STADION DAH JD NERAKA!!!!
    sprti kta slah satu petinggi pssi di sLh satu media massa.”kalau tidak aremania mungkin sdah rusuh dr wktu awal kejadian” kami bukan mengada** tp ini REALITA LIGA DJANCOK!!!
    SKRNG YG KM BTUH KEADILAN YG SEBENAR**NYA SEFAIR**NA!!!!!

    SALAM SATU JIWA SATU KATA 5 HURUF
    A.R.E.M.A!!!!!

    AKUH BANGGA MENJDIAREK MALANK!!!!!

  6. provokasi ……. saya rasa bukan. sam angga cuma ngasi contoh salah satu kelompok suporter yg lebih tua dari kita AREMANIA. yang pasti ……. banyak kelompok suporter ……. yang ‘sepihak’ maupun yang ‘tidak sepihak alias bermusuhan’ dg AREMANIA ……. salut dan respek dg kita, terlepas dari kesalahan2 yg pernah kita perbuat. manusia gak ono sing sempurna khan. saya bisa bilang gini krn di kediri pun, yg katanya persikmania anti aremania, mereka pun tetep respek dg AREMANIA. saat ini yg bener memang hrs ada yg memulai gerakan REVOLUSI PSSI, tanpa memandang tua muda, yg harus diakui bahwa kita AREMANIA yg berani memulainya. maka …….. bersatulah suporter Indonesia !!!

  7. Salam satu jiwa dari Aremania Semarang,

    Aq yakin Aremania sudah sangat dewasa,
    begitu juga suporter di Indonesia termasuk Bobotoh dan Viking.

    Intinya mari bersatu demi Sepak Bola Indonesia,
    Dimana pun berada Aremania akan jaga seportivitas dan kedewasaan.

    Salam damai dari Aremania Semarang.

    Note: bagi yang berada di wilayah Semarang dan sekitar-ny kapan kita bisa bikin Korwil resmi AREMANIA.

  8. Tiap supporter pasti ada yang jelekin dan ada yang respect, kari sing waras ngalah.. kita maklum saja. Kasih saran boleh, tapi bagi apais supporter manapun termasuk Aremania yang iri dan dengki, sebenarnya dialah yang harus instrospeksi.

  9. dengan beragamnya watak masing2 kelompok supporter pasti ada yang cangkemme suwek dan ada yang punya niat baik membawa kemajuan sepakbola indons. Zweng temping yang waraz ngalah.. minimal lek gak diidek gak ngampleng ngono ae..

  10. malas utas iwaj,saya rasa itu cuma sebuah opini,bukannya sebuah provokasi,kita semua tahu kalau aremanialah yang terbaik saat ini dan untuk selamanya,tidak ada kata tua ataupun muda yang ada hanyalah yang terbaik

  11. Wajar ,…. lek manungso iku seneng mbagak no awak e dw tapi,… kudu eleng rek,….. NDEK NDUWUR LANGIT ONOK LANGIT, dan tingkat EMOSIONAL Manusia itu juga pasang surut, kadang kuenceng (njaluk menang dw ) kadang kendor … dadi wong sabar poll, Lha intine Setiap Manusia punya sifat TEPO SELIRO yang harus di KONTROL ! Lek iso ,.. yo …. yok opo carane gak ngrugikan wong liyo … ?! setuju ?! tapi lek awak e dw di rugekno yo ,.. ndang2, . di genahno lek gak kenek di genah sing penting awak e dw SEPORTIF ae, lek salah yo ayo ngaku salah dan AYO BELAJAR GAK GOROH

  12. wLpn AREMANIA msH Lbh muda Tp tbukti yg MUDA MLH YG LBH BAE.”disaat supp.tim** laen mendukung dng cRa bYasa AREMANIA sdh mendukung dng cRa yg RUARRRR BYASA” tu kTa MAYOR HARISTANTO (MANTAN KETUA PASOEPATI OLOS pun mengakuinYa).,.
    sO???

    :mrgreen: mbok nulis biasa ae gak usah huruf gede cilik…marai mumet T_T

  13. soal watak,semua suporter sama.
    ada yg bermulut bejat,ada yg kalem,ada yg rentan provokasi,ada yg nggak sekolah,ada yg berpendidikan,dsb..
    tapi soal kreatifitas,antusiasme,fanatisme,dan militansi…AREMANIA-lah sing nomer siji…

  14. Catatan Kerusuhan Sepak Bola
    Kanjuruhan, Dekadensi, Revolusi Basi
    Reporter : A Wirawan

    Edan. Hanya satu kata itu yang bisa mengungkapkan apa yang terjadi di stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (13/9/2008) lalu. Manajer pukul wasit. Aremania mengamuk. Wartawan diancam. Ofisial Pupuk Kaltim terpaksa dievakuasi. Peristiwanya di bulan Ramadan, saat orang harus menahan diri. Komplit.

    Ini kerusuhan kedua yang dilakukan suporter Arema tahun ini. Sebelumnya kerusuhan dengan skala lebih luas terjadi di stadion Brawijaya, Kediri. Namun kerusuhan di Kanjuruhan terasa lebih lengkap, karena ofisial Arema yang seharusnya memberikan teladan juga ikut andil menciptakan kerusuhan.

    Saya sangat menyesalkan ancaman yang dilontarkan manajer Arema terhadap wartawan Jawa Pos, yang hendak meminta konfirmasi kejadian malam itu. Apa yang dilakukan manajer Arema sangat tidak layak. Apalagi jika mengingat peristiwa Kediri, pemberitaan di rubrik olahraga Jawa Pos cenderung ‘bersahabat’ dengan Arema dan Aremania, dengan menghindari semaksimal mungkin penggunaan kata Aremania sebagai pelaku kerusuhan. Jawa Pos lebih suka melekatkan kata ‘oknum’ pada laku rusuh yang dilakukan para suporter Malang.

    Sebagaimana kerusuhan di Kediri, wasit lagi-lagi menjadi kambing hitam. Beda di Eropa dengan Indonesia memang. Di Eropa, manajer sejumlah tim besar juga sering bersikap ‘cari kambing hitam’ dengan menyalahkan wasit. Namun, tidak ada wasit di Eropa, setidaknya dalam event resmi, yang kena bogem atau harus dievakuasi seperti layaknya di Indonesia.

    Peristiwa Kanjuruhan menandai apa yang disebut sebagai memuncaknya dekadensi sepakbola Indonesia. Sepakbola Indonesia sudah harus segera dibenahi di semua sektor, mulai dari organisasi PSSI, klub, hingga suporter. Banyaknya klub yang mengalami kesulitan keuangan menandakan bahwa sebenarnya Indonesia belum siap benar menggelar liga dalam arti profesional sesungguhnya. Belum lagi jika bicara sumber daya perangkat pertandingan dan suporter.

    Saat ini kampanye jargon revolusi sudah didengungkan oleh Aremania dan sejumlah kelompok suporter. Sasarannya: PSSI sebagai otoritas sepakbola tertinggi di Indonesia. Sebagai sebuah inovasi, ini sekilas menarik perhatian.

    Namun jargon revolusi yang didengungkan Aremania itu terasa sangat basi, setelah peristiwa Brawijaya dan Kanjuruhan terjadi. Pertama, mengamuk gara-gara tim kalah dengan dalih wasit sungguh sebuah laku di luar sportivitas. Mengapa harus repot-repot merevolusi PSSI, jika merevolusi diri sendiri saja belum mampu?

    Jika ‘wasit sang kambing hitam’ selalu digunakan sebagai permakluman atas ngamuknya suporter, hendak dikemanakan sepakbola kita. Lagipula, kalau dilihat dari perspektif tim yang lain, Arema juga bisa dinilai ‘menikmati keberpihakan’ wasit saat bertanding di Malang. Tentu kita masih ingat bagaimana gol Persiba Balikpapan dianulir oleh wasit saat pertandingan Liga Super melawan Arema beberapa waktu lalu.

    Kedua, jargon ‘Revolusi PSSI’ yang didengungkan terasa tendensius, karena justru dimunculkan setelah kerusuhan diledakkan oleh Aremania di Kediri. Kesannya, gerakan revolusi dikampanyekan untuk merasionalisasi dalih wasit sebagai kambing hitam, dan langkah reaksioner atas sanksi yang diberikan terhadap Aremania.

    Mengapa kampanye revolusi tidak didengungkan saat Arema menjadi juara Copa Indonesia dan Aremania dinobatkan sebagai suporter terbaik? Terakhir, Aremania dinobatkan sebagai suporter terbaik untuk kedua kalinya justru di masa rezim PSSI Nurdin Halid yang saat ini dihujat.

    Saya pribadi setuju perlu adanya revolusi sepakbola Indonesia. Namun revolusi ini harus berawal dari diri sendiri, dan disebut sebagai Revolusi Pemahaman Sportivitas. Revolusi di sini berarti revolusi perilaku.

    Revolusi ini bukan hanya menyangkut PSSI, tapi juga klub, perangkat pertandingan, dan suporter. Selama pemahaman sportivitas kita belum direvolusi, rasanya sia-sia jika mendengungkan revolusi struktural, yakni mendongkel PSSI saat ini.

    Bukankah sejarah sepakbola Indonesia telah tergurat jelas: dari masa ke masa, kendati ketua dan pengurus PSSI berganti, rusuh dengan dalih wasit selalu terjadi. Artinya, selama paradigma sportivitas belum tertanam, sia-sialah semua.

    Catatan: Senin malam (15/9/2008), di Makassar, kerusuhan juga terjadi. Pendukung tuan rumah PSM mengamuk setelah timnya kalah 1 – 3 dari Persela Lamongan.

    Jadi, berani merevolusi diri sendiri?[wir/ted]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s