Menuju Sepakbola Industri Berorientasi Prestasi


AremaKeinginan kita untuk melihat berbagai macam label sponsor di kostum klub pada kompetisi sepakbola nasional musim depan kemungkinan akan menjadi kenyataan. Seperti dikutip dari forum Liga Indonesia, PSSI akhirnya mengijinkan sponsor lain, termasuk produk rokok, ada di kostum pemain, meski sponsor utama kompetisi di Indonesia juga merupakan produk rokok. “Tahun ini Djarum hanya merupakan titel kompetisi dan tempatnya hanya di lengan kanan kostum pemain. Untuk space dada, free untuk di jual ke manapun, termasuk produk rokok (merk lain),” kata anggota Exco PSSI Iwan Budianto di Kediri.

Pemasangan logo sponsor memang sangat erat kaitannya dengan bisnis. Monopoli sponsor utama kompetisi oleh produk tertentu musim lalu (dan beberapa musim sebelumnya) telah meninabobokan mayoritas klub untuk tidak perlu pusing mencari sponsor, apalagi klub tersebut dibiayai penuh oleh APBD (baca: uang rakyat). Klub tidak perlu berpikir bagaimana caranya bisa untung secara finansial, yang ada hanyalah bagaimana caranya menghabiskan anggaran kemudian membuat laporan pertanggunganjawab (ironisnya hampir tidak ada yang transparan).

Bicara soal keuntungan, tentu kita menuju ke arah hukum ekonomi. Bicara hukum ekonomi tidak lepas dari salah satu perilaku ekonomi itu sendiri, yaitu menjual. Kembali ke slogan lama, buat apa jualan kalau tidak untung? Dalam konteks sepakbola, ketika sebuah klub sudah berbentuk PT, maka yang akan menjadi garis bawah pada akhir musim adalah kondisi (neraca) keuangan. Kalau bukan keuntungan yang dicari oleh sebuah PT, lalu apa bedanya dengan pola lama macam laporan pertanggunganjawab APBD?

Dengan kondisi makro persepakbolaan kita seperti saat ini, teori ekonomi tadi rupanya belum mampu dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku sepakbola di negeri ini. Katakanlah estimasi kasar penonton pertandingan home Persija berjumlah 20 ribu, Persib 25 ribu, Persebaya 25 ribu, Persis 30 ribu, PSS Sleman 30 ribu, Sriwijaya FC 25 ribu, PSM Makasar 20 ribu, dan Arema 30 ribu, maka jumlah rataan tersebut mendekati angka rata-rata penonton per pekan di Premiership dan Serie A!

Logo sponsor utama di kompetisi kita Kalau klub anggota Blue Square Premier (dulu disebut Divisi Conference, di luar kasta Football League atau Liga Inggris) seperti York City, Farsley Celtic, dan Crawley Town bisa menggandeng apparel sekelas Nike dan sponsor semacam Flybee, itu adalah karena bagaimana mereka mengemas kompetisi dan menjual klub. Musim lalu beberapa klub lokal juga telah menggandeng beberapa apparel internasional, ini bukti bahwa peluang untuk “menjual” klub itu ada dan memungkinkan untuk diterapkan pada kompetisi kita.

Membandingkan kompetisi sepakbola kita dengan kompetisi sepakbola industri di Eropa mungkin terlalu jauh berbeda, karena jomplangnya kondisi ekonomi dan kultur sosial masyarakatnya. Tapi bukankah sepakbola without frontier? Semua yang baik dalam sepakbola bisa kita ambil dari belahan dunia mana saja, sama halnya seperti kita meniru lagu-lagu suporter Chile.

Banyaknya klub-klub yang telah atau akan berubah menjadi PT atau Yayasan, sesuai dengan syarat mengikuti Superliga musim depan patut kita beri apresiasi tersendiri. Namun kita juga harus melihat bahwa sebuah kasta kompetisi, dalam hal ini Superliga, tidak bisa terpisahkan dari kompetisi di bawahnya (Divisi Utama, Divisi 1, Divisi 2, dst).

Hal inilah yang membuat kita miris. PSSI dan BLI sebagai pengayom sepakbola nasional justru membunuh unsur kompetisi itu sendiri. Bagaimana selama bermusim-musim klub diajari untuk “menyusu” dan “mengemis” APBD, klub dimanja dengan tidak adanya degradasi, lalu dimanja lagi dengan promosi gratis, dan segala bentuk kontroversi lain.

Superliga memiliki sebuah konsep dan blue print yang KW 1, bahkan PSSI dengan bangga tidak henti mengkampanyekan Superliga sebagai sebuah langkah bersama AFC, namun persiapan kita ke arah sana masih menimbulkan banyak tanda tanya. Ini masih perkara sponsorship, belum lagi perkara infrastruktur stadion, finansial, SDM, pemain, pelatih, hingga suporter.

Liberalisasi sponsorship yang sedang diwacanakan PSSI, kita kembali kepada sebuah nama Iwan Budianto. Terlepas dari cap “pengkhianat” yang telah melekat pada sosoknya di mata Aremania, langkah yang diambil Nawi ini membuktikan bahwa dia adalah sosok pelobi yang ulung. Dalam sekali dua kali gerak, bukan hanya PSSI dan BLI yang dia taklukkan, tapi juga klub-klub pesaing Persik Kediri dengan cara menyusun sebuah “dream team” ala Macan Putih.

Dengan membuka kran sponsor di kostum pemain, Gudang Garam sebagai kompetitor sponsor utama liga bisa kembali dirangkul oleh Iwan dan Persik, hal ini sejalan dengan berkumpulnya pemain dan pelatih Liga Indonesia KW 1 di Persik Kediri, tentu yang sedang dibayangkan oleh Nawi adalah prestasi. Ketika tim berpretasi, sponsor tidak akan menjauh, keuntungan pun sudah pasti bakal diraih. Inilah yang ayas sebut sepakbola industri berorientasi prestasi.

Bagaimana dengan Arema? Bentoel bukanlah sponsor, melainkan pemilik PS Arema.

Setelah diambil alih oleh PT. Bentoel beberapa musim yang lalu, praktis PS Arema memposisikan dirinya sebagai role-model klub sepakbola profesional di Indonesia. Ketika banyak tim lain yang kelimpungan ketika APBD tidak lagi halal untuk sepakbola, ketika beberapa tim berkilah dengan memakai embel-embel “Dispora”, atau ketika beberapa tim baru saja atau akan berbentuk PT, tidak demikian halnya dengan Arema. Bahkan dalam sebuah rilis BLI, Arema adalah salah satu dari empat tim yang paling siap -dari sisi pemenuhan persyaratan- sebagai kontestan Superliga. *(zoel)

23 pemikiran pada “Menuju Sepakbola Industri Berorientasi Prestasi

  1. nomer siji bos …

    ________________________________
    Aremania jepang (Forum Liga Indonesia)

  2. aku rodok panasaran karo liberalisasi sponsor iki ker, opo karena iwan iku exco ne PSSi trus gara2 persik lagi mengajukan kerjsama dengan PT gudang garam sebagai sponsor, akhirnya pasal2 yang telah diberlakukan selama beberapa tahun ini dapat seenaknya dirubah??? pasal2 dimana tidak boleh ada pemasangan logo pabrikan rokok dikostum pemain yang berlaga … koyok kasus e arema gak oleh masang logo X Mild / PT Bentoel beberapa tahun lalu …
    koyoke onok konspirasi tingkat tinggi, tapi dilihat dari segi lain, yo enak pisan seh … bentoel akhirnya bisa muncul di kostum arema

    ________________________________
    Aremania jepang (Forum Liga Indonesia)

  3. Iwan bisa lantang karena Persik juga gak bisa nyusu lagi ke APBD, coba kalo bisa nyusu, paling ya diam saja, gak ada yang tulus di Indonesia ini.

    Terlepas dari Siap atau tidak siap, Arema dan Aremania harus selalu membumi, jangan lupa daratan dengan embel-embel apa saja.

    Menurut superliga supporter harus berorganisasi, siapkah aremania berorganisasi?

  4. koq gak iso posting ping 2 dalam hari yang sama???

    ________________________________
    Aremania jepang (Forum Liga Indonesia)

  5. sak jane judul e konspirasi sponssorship, soale arema biyen gak oleh masang logo bentoel / x mild, terus gara2 persik lagi PDKT karo gudang garam akhir e pemasangan logo rokok diperbolehkan, opo yo gara2 iwan iku anggotane exco PSSI???

    koyoke onok konspirasi tingkat tinggi, tapi dilihat dari segi lain, yo enak pisan seh … bentoel akhirnya bisa muncul di kostum arema

    ________________________________
    Aremania jepang (Forum Liga Indonesia)

  6. Tekan websyet e FIFA :
    oundation year 1930
    Affiliated since 1952

    Official site
    http://www.pssi-football.com
    info
    pssi@pssi-football.com

    Football Association of Indonesia
    Gelora Bung Karno Pintu X-XI, Senayan P.O. Box 2305 JAKARTA 10023

    Phone: +62-21/570 4762
    Fax: +62-21/573 4386

    President TBD
    Vice President NIRWAN Bakrie D.
    General Secretary BESOES Nugraha
    Treasurer YANDHU Hamka
    Men’s Coach KOLEV Ivan(BUL)
    Women’s Coach
    Media Officer MAFIRION
    Futsal Coordinator HUTAPEA Chemby
    Referee Coordinator KAHARNDDIN Syah
    Jerseys Red
    Shorts White
    Stockings Red

    Mail us your input regarding Associations and Confederations details at address@fifa.org

    Ketuane PSS mugo² ndang nggeblak NH.

  7. Terimakasih Bentoel … bukan saja memberi lowongan pekerjaan bagi masyarakat malang tapi juga membuat arema tetap bertahan di liga indonesia.

  8. dari MalangPost :

    Ada Bentoel di Kostum Pemain

    Kabar menggembirakan setidaknya bisa diharapkan Arema. Ada indikasi, pada Superliga 2008, tim-tim boleh memasang logo sponsor, di kostm tim bagian depan. Termasuk produk rokok, seperti sponsor utama Arema.

    Padahal musim lalu, PSSI dan BLI melarang keras hal itu dilakukan klub-klub peserta Divisi Utama. Sebab Ligina XIII disponsori salah satu pabrikan rokok (PR) Djarum Kudus.

    Rencana diperbolehkannya produk rokok nampang di kostum depan, disampaikan Iwan Budianto, anggota Executive Committee (Exco) PSSI. Musim ini, Djarum hanya hanya menjadi titel kompetisi dan tempatnya di lengan kanan kostum pemain.

    Namun Arema tidak mau terburu-buru menyambut gembira. Mereka memilih menunggu Manual Superliga.
    ‘’Arema baru akan membahas masalah ini setelah PSSI-BLI sudah mengesahkan Manual Superliga. Termasuk soal boleh dan tidaknya, logo produk rokok di kostum pemain Arema nanti,’’ ujar Ekoyono Hartono, Manajer Arema kepada Malang Post, kemarin.

    Musim lalu, Arema merasakan imbas dari larangan PSSI soal pemasangan logo produk rokok di kostum pemain. Padahal sponsor utama Arema adalah pabrikan rokok, PT Bentoel Prima Tbk, di kostum pemain.

    Meski kedua belah pihak sempat melakukan pembicaraan, Arema tetap dilarang mencantumkan logo X Mild, salah produk Bentoel di kostum Alexander Pulalo dkk.

    Jika melanggar, Arema kena denda. Sesuai Manual F Komersial : Pasal 5 mengenai Penggaran dan Hukuman. Yakni, tidak sesuai lay out titel sponsor atau logo sponsor klub Rp 20 juta per pertandingan, tidak memasang logo titel sponsor didenda Rp 100 juta per pertandingan dan logo sponsor klub melanggar eksusifitas didenda Rp 100 juta per pertandingan.

    Sedangkan pada Pasal 5 ayat 3d : BLI dapat memberikan sanksi tambahan berupa penurunan degradasi ke strata kompetisi yang lebih rendah untuk tahun kompetisi berikutnya.

    Lantas bagaimana jika penghapusan aturan itu disahkan? Manajemen Arema tidak ingin berandai-andai. Hanya saja, manajemen siap bertemu pihak Bentoel untuk membahas hal itu.

    Khabar yang berkembang, Arema tidak akan lagi mencantumkan logo produk X Mild namun diganti dengan logo produk Bentoel lainnya, yakni Sejati. Bersama Arema Sejati, tim mampu meraih hasil maksimal di musim ini. Baik di Superliga 2008 dan Copa Indonesia IV.

    ‘’Manajemen pasti akan membahas hal itu dengan Bentoel. Manajemen siap menerima keputusan Bentoel mengenai frame logo yang akan dipasang di kostum pemain Arema, nantinya,’’ terang Ekoyono. (poy/avi) (Poy Heri Pristianto)

  9. Denger2 sponsor dada arema nanti SEJATI. Apa aja de gak masalah. Yang blm tau model dan warna kostum arema apa kira2? Dan jg aremania yg katanya sementara akan ganti nama dan atribut,rencana pakai kaos dan atribut apa? eS One Je

  10. @ crewmoons :
    sek penasaran? hehehe… ngenteni rilis resmi dari BLI ae sam
    posting ping 2? ttp osi kok sam… mgkn karena masih menunggu moderasi / masuk wilayah spam (komentar2 di sini ayas filter, seperti sdh dijelaskan pada postingan bbrpa hari kemarin)

    @ loper :
    oyi… mgkn ancen reneb ngono iku sam, padahal iwan kan sek exco yo? (tp dari kbr yg berkembang kalau nanti nurdin halid jadi dilengserkan, seluruh anggota exco jg akan diganti)
    nuwus infone.. liputannya wes ayas update

    @ niko :
    ayas durung itreng produk opo sing nampang di kostum pemain,, masalah ganti nama & atribut, tunggu ulasannya di ongisnade.net, sedang diproses….

  11. Alhamdulillah…
    di awal bulan ini banyak kabar-kabar baik….hehehehe :D
    wah….impianku tercapai iki…
    Mugo2 dengan bisa dipasangnya sponsor utama sebuah tim di bagian dada kostum pemain, bikin Superliga jadi lebih profesional, mungkin blm pantes disebut profesional ding, ya paling gak, wes belajar y’opo sih sakjane liga profesional iku….
    ancen Iwan iku lunyu koyok welut…hehehehe…terlepas dari pengkhianatannya dia thd Arema, kuakui kalo Iwan emang brilian…
    Semoga cita-cita terbentuknya liga yg bener2 profesional bisa tercapai….
    eh, cita-cita atau obsesi?? :lol:

    APA OBSESIMU ?!! :mrgreen:

    hehehe…ngiklan…

    Salam Satu Jiwa !!

  12. waduh, lek sponsore temenan SEJATI, mugo2 pemaine Arema gak dangdutan ndek tengah lapangan kers….hehehehe… :lol:

  13. nah ini baru namanya bal-balan profesional, (gak dimonopoli satu pihak)

    moga-moga sponsornya arema keren-keren.

    gak sabar nunggu ferivikasi BLI!!!!

  14. @loper
    Jipang kakehan ndelok film Spionase … hahaha
    —- koyoke aku kenal arek iki … sing nyeluk jipang iku mek arek2 LI Forum tok …

    @Niko
    Apapun produk rokok dari bentoel yang nantinya akan menancap di apparel arema, tidak menjadi masalah sam, sing penting tetep arema, dan aremania wajib mendukungnya, loyalitas / militansi tanpa akhir (waduh bahasaku rek hehhe, lek masalah soak e cobak intipen nang LI Forum

    @Ongisnade.Net
    iyo sam … sak jane iku liberalisasi sponsorship opo konspirasi sponsorship ataumalah liberalisasi sponge bob hehhe

    ________________________________
    Aremania jepang (Forum Liga Indonesia)

  15. Salam satu jiwa !!!
    Salam kenal bos. Ayas Yulith, aremania Surabaya.
    Masalah industri orientasi prestasi iki yo opo sam yo. kompleks. Semua elemen industri persepak bolaan terkait untuk mendukung ini semua. Gae awak, sing penting yo opo bal-balan iki iso menjual. Gak masalah sponsore sopo. Pihak sponsor mau untuk jadi sponsor sing didelok bukan apa-apa, tapi pihak sponsor iki oleh opo lek de’e dadi sponsor nang acara iki. Dadi acara bal-balan iki kudu iso didol. Peran suporter, ayas pikir wis jos. Wis kreatif, iku udah jadi nilai tambah gae ngedol bal-bal an Indonesia. Cuman kisruh e rek, dihilangkan. Peace buat semuanya. Rata-rata orang males nonton bal-balan Indonesia karena sering rusuh. Saat ini masalah kualitas permainan bukan jadi masalah nomer satu kenapa orang males nonton bal-balan Indonesia. Dari pengamatan, kita masih belum bisa menghilangkan image bal-balan Indonesia dari kisruh.
    Terus sing kedua, PSSI. Dari dulu investor males investasi nang Indonesia, soale aturan nang Indonesia iki gak jelas. Ganti penguasa, ganti aturan. Durung maneh pungline. Kita sebagai suporter harus pressing pemerintah terus masalah ini.
    Jadi intinya, mari kita berjuang bersama untuk kemajuan industri sepakbola tanah air. Khususnya untuk AREMA tercinta.
    Salam Satu Jiwa, Aremania.

  16. umpomo rek…. umpomo…… iki umpomo……

    umpomo sponsore arema ONGISNADE.NET ngono kiro kiro yak opo menurut mu rek..??

  17. “Pengkhianat” bersuara lantang karena desakan internal persik yg sudah tidak lagi bisa menapat dana dari APBD !!!! Anggaran yg cuma setengah dari musim lalu tapi sekarang malah mendatangkan pemain2 berkualitas. Jelas sebuah misi membuka jalan untuk persik kembali menggandeng sponsor GG (keceh duit maneh) !!!!
    Kudune wong2 EXCO iku netral, Wan !!!!

  18. Alhamdulillah..!!!

    Segala peristiwa dan kejadian pasti ada maksud baiknya..!!!

    AREMA “SEJATI”

    Goyang Mang..!!!

    Enggerno Becak’e sam Jipang..!!! :D :D

    SALAM SATU JIWA AREMA..!!!
    AREMANIA “Damai Boleh Ribut Boleh”

  19. @Tembil:
    hehehe…iso-iso ae sam sampeyan iki…
    ongisnade.net bisa jadi sponsor Arema, asal syarat utama terpenuhi disik, yaitu jadi PT !! :lol:

  20. Semoga dengan arema menjadi “sejati” datanglah juara yang sejati u/arema&aremania. Salam satu jiwa!!!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s