Review 81 Menit The Conductors, Tabrakan yang Berani


Galih & Bang UcupHujan gerimis menutup kota Malang saat saya dan nawak Zoel berangkat dari rumah Ongisnade.Net. Hari ini adalah pemutaran perdana Film The Conductors, di “Rumah Kita” Malang, Jawa Timur.

Kurang lebih sekitar 45 menit perjalanan. kami sampai di Dieng Plaza Malang. parkiran di depan Mall sudah mulai penuh. betul saja… saat kami naik ke lantai 3, ratusan orang Aremania sudah antri di depan loket bioskop. ini adalah pemutaran kali yang kedua pada hari itu.

Beberapa tokoh tokoh Arema – Aremania juga nampak berseliweran menunggu dibukanya pintu theater 1, antara lainsam Yuli sumpil, M Taufan dan sam Siklum dari Arema. juga tak ketinggalan cak No beserta istri dan cucu nya.

Ada juga nawak nawak Bonek dengan ” pakaian preman ” yang terlacak keberadaannya ikut antri… he..he..he

Setelah menemukan tempat duduk yang sesuai dengan nomer di tiket, saya mulai konsentrasi untuk mencermati isi dari film ini, dari pandangan saya pribadi tentunya. dan jujur saja… film berdurasi kurang lebih 80 menit ini berhasil menyita perhatian saya.

Sebuah “Oplosan” yang sangat berani dari sang sutradara manakala kehidupan 3 orang Conductors yang sangat sangat berbeda hampir dari segala aspeknya berhasil di “Kawin” kan di dalam film ini.

Adie M.S dari Twilite Orchestra Jakarta, seorang konduktor kawakan Indonesia.
A.G.Sudibyo dari paduan suara PARAGITA Universitas Indonesia. dan… Yuli Soempil dari paduan semangat AREMANIA Malang !!

Sangat lah kontras saat musik-musik orkestra Adie.MS yang identik dengan kaum mapan,eksklusif, cerutu dengan tembakau pilihan, wine tahun lama dengan kualitas wahid. di ” OPLOS ” jadi satu dengan kehidupan Aremania (yang diwakili oleh Yuli) yang notabene sangat sederhana.

Salah satu adegan Yuli di film The Conductors
Yuli dalam film dokumenter The Conductors

Seorang Adie.MS mungkin sangat menikmati Anggur mahal terbaik yang bisa di belinya… namun seorang Yuli Soempil…Pasti ! saya ulangi… Pasti !! juga sangat menikmati tawaran minum dari para supporter Aremania saat menuju ke ” Panggung ” kecilnya di stadion. mungkin sekedar vodka lokal dengan gelas plastik air mineral. tapi ditawarkan dengan ikhlas,murni, dari hati para nawak nawak Aremania yang merasa senasib sepenanggungan membela singo edan… hmmm beda di harga… namun sama atau bahkan lebih dalam hal kualitas dibandingkan Anggur dengan harga mahal.

Gambaran yang cukup kontras namun Jenius dari seorang Andi Bachtiar Yusuf…

” Tabrakan ” juga terus berlanjut, manakala institusi sekelas Universitas Indonesia (UI) yang diwakili oleh A.G.Sudibyo, pimpinan dari paduan suara PARAGITA UI yang pernah memenangkan beberapa penghargaan, diantaranya dua buah silver medal untuk kategori Folkklore with Musical Accompaniment dan kategori Mixed Chamber Choir serta 1 buah Bronze Medal untuk kategori Musica Sacra A Capella pada The 2nd Choir Olympic di Busan, Korea Selatan, disandingkan dengan atraksi-atraksi AREMANIA yang sangat memukau. lengkap dengan kalimat ” JANCOK ” atau ” DIBUNUH SAJA ” yang khas supporter… he..he..he

Bayangkan saja… (jangan lama-lama) musik orkestra yang sangat disiplin partiture ditambah paduan suara megah dari institusi pendidikan nomer satu di Indonesia. dicampur dengan lagu lagu “keras” dan sumpah serapah para supporter Aremania ! wuihh…. umpama minuman ini KOPI SUSU ! disatu sisi lembut… disatu sisi keras dalam waktu yang bersamaan…. kipa ilakes…sensasional….

Namun… apapun tidak lepas dari berbagai kekurangan di sana – sini. kamera goyang sedikit… atau tata cahaya yang kurang sempurna. atau durasi yang kurang panjang mungkin. yah… untuk film dengan budget dibawah Rp. 200 Juta rupiah apa lagi dikerjakan dalam waktu kurang dari satu tahun. hasil akhirnya cukup memuaskan bagi saya pribadi. Sebuah Portofolio yang sangat penting buat Aremania.

Saya tidak bisa membayangkan apabila Andi Bachtiar Yusuf menggarap film ini dengan budget yang sama dengan film – film nasional yang temanya melulu soal horor atau romantisme standard yang menelan biaya milyaran rupiah. entah seperti apa jadinya… mungkin melibatkan ratusan awak film, kamera seluloid, atau pengambilan gambar dengan Helikopter… pasti… wajah sam Yuli akan lebih ganteng… he..he..he..

Terlepas dari kurang lebihnya film ini… yang jelas Sam Ucup sudah memulai… kalau anda puas, berarti ini adalah sebuah dokumentasi yang berharga.

Kalaupun anda tidak puas dengan film The Conductors ini… saya pribadi menanti.. nawak nawak Aremania atau para film makers kota Malang untuk membuat film Tandingan…! jangan mau kalah, kalau bisa jangan 80 menit… yah minimal dua kali 45 menit lah…. plus turun minum. he..he..

Jujur… di akhir-akhir film. rasa nasionalisme saya sebagai warga negara Republik Indonesia, tersengat. mana kala ketiga tokoh ini dengan ketiga massa nya yang berbeda beda menyanyikan Indonesia Raya…. kebanggaan saya sebagai warga Indonesia pada umumnya dan sebagai kera ngalam pada umumnya semakin bertambah ketika melangkah keluar gedung bioskop.

Bang Ucup dan Yuli berfoto bersama
Foto bersama keluarga

Kesimpulan terakhir… ditinjau dari berbagai aspek. tema film, semangat didalamnya, sedikit sentuhan kemewahan, romantisme kesederhanaan, handicap-handicap yang ada hingga performance para punggawa film ini yang sangat bersahabat. Bukan hanya film nya saja, namun orang-orang yang berada dibalik pembuatan film ini, orang-orang yang diangkat kisahnya dalam film ini. semuanya …berkualitas A . sebuah tontonan dan pengalaman yang sayang untuk anda lewatkan……

Terima kasih untuk sam Andi Bachtiar Yusuf (director), sam Faiz “Chemonk” Tjotjona (director of photography), sam Ronny P. Tjandra (Jive! collection) dan nawak-nawak yang lainnya.

Salam.
Galih Wirjoatmodjo

Iklan

84 pemikiran pada “Review 81 Menit The Conductors, Tabrakan yang Berani

  1. sampek tak belan2ni mbolos kerja antri tiket, damput malah oleh tiket seng main bengi…..

    Gak rugi nontok film buatan mas ucup

  2. Sam Admin Ni ayas kirimin Artikel dari koran Sindo Edisi sore, yang terbit hari ini. kebutulan ayas yang layout halamannya he…he…(bangga coy jadi AREMANIA)
    Salam Satu Jiwa
    ———————————————————————————————————–
    Film The Conductors
    Kiprah Para Pemimpin Massa

    JAKARTA (SINDO) – Setelah sukses dengan film The Jak, sutradara Andy Bachtiar Yusuf kembali menggarap film dokumenter The Conductors. Ceritanya pun tidak jauh beda dengan The Jak. Film terbaru ini sempat diputar di Jakarta Internasional Film Festival (JiFFest) 2007.
    Film The Conductors masih menceritakan fanatisme dan dukungan heroik yang ditunjukkan suporter sepak bola Tanah Air. Jika dalam The Jak dominasi pendukung adalah kesebelasan Jakmania––fans Persija Jakarta––dalam The Conductors, Aremania––fans Arema Malang––objeknya. Kini, film ini sudah bisa dinikmati di Blitz Megaplex, Jakarta. Rencananya, roadshow film ini dilakukan ke beberapa kota di Pulau Jawa, seperti Bandung dan Malang. Tidak hanya itu, film ini akan diputar di Pusan International Film Festival.
    The Conductors memang punya kesamaan tema dengan film terdahulunya The Jak. Film kedua produksi Bogalakan Pictures ini mengambil sudut berbeda, yaitu tentang seorang dirigen atau konduktor yang memimpin ratusan hingga ribuan orang untuk bernyanyi. Para konduktor tersebut adalah Addie MS (Twilite Orchestra), AG Sudibyo (dirigen paduan suara UI), dan Yuli ’’Soemphil’’ Sugianto (konduktor Aremania Malang).
    ’’Memang ada perbedaan pada ketiga karakter orang dalam film tersebut, tetapi mereka punya satu persamaan, yaitu sama-sama mengatur orang,’’ ujar Andy Bachtiar Yusuf, saat dijumpai seusai galapremiere The Conductors di Blitz Megaplex, Jakarta, beberapa waktu lalu

    The Conductors menceritakan tiga pria yang berprofesi sebagai konduktor dalam pengertian yang berbeda satu sama lain. Satu sebagai pemimpin orkestra terkemuka (Addie MS), satu pria memimpin 5.000 penyanyi dalam sebuah paduan suara (AG Sudibyo), dan satu lagi adalah pencinta sepak bola yang dapat menggerakkan 50.000 orang menari dan menyanyi (Yuli ’’Soemphil’’ Sugianto). Ketiga pria ini memiliki karisma yang merefleksikan kekuatan jiwa kepemimpinan mereka.
    Produksi film yang memakan waktu selama tujuh bulan ini ingin kembali mendulang sukses layaknya The Jak. ’’Saya tidak ikut festival karena ingin membuat film ini sebagai promo sekaligus ingin dihargai dan sejajar dengan film-film di bioskop,’’ tambahnya.
    Meski begitu, Andy optimistis film terbarunya ini dapat diterima masyarakat luas. ’’Saya tidak banyak ambil pusing untuk masalah itu, kecuali memberi hiburan ke penonton melalui film,’’ kata Andy, yang tengah mempersiapkan film dokumenter dan fiksi terbarunya––di antaranya masih mengenai sepak bola.
    Selain itu, cerita The Conductors sangatlah tidak membosankan. Karena film ini hadir lebih menarik, yakni mengangkat fenomena dari pinggir lapangan sepak bola.

    Ide cerita film ini muncul sekitar satu tahun lalu, saat Andy melihat ribuan orang yang menyaksikan pertandingan sepak bola. Dia menyaksikan fenomena luar biasa saat ribuan orang bergerak dan bernyanyi dalam sebuah gerakan tari seirama sambil bernyanyi. Muncul pertanyaan bagaimana mereka bisa mengikuti gerakan yang sama dalam sebuah formasi indah atau bernyanyi dalam lagu yang sama. Karena itu, Andy menggabungkan ketiganya sebagai pemimpin massa.

    Ketiganya memiliki kesamaan, sama-sama sebagai pemimpin massa dalam jumlah sangat besar. Namun, kesamaan itu menariknya diangkat dari latar belakang yang berbeda sekaligus dengan kehidupan pribadinya. Sosok Soemphil sangat terkenal sebagai seorang dirigen suporter Aremania yang fenomenal, sosoknya yang low profile tapi memegang peranan sangat penting saat di pinggir lapangan.

    Menciptakan Karakter Nyata

    The Conductors adalah karya sinema menghibur dengan karakternya yang benar-benar nyata. Layaknya film dokumenter, sutradara sama sekali tidak punya hak menciptakan sebuah adegan. Karena itu, semua gambar yang terpampang merupakan adegan nyata dan tidak mengada-ngada. The Conductors adalah perspektif baru bagi sinema Indonesia.

    ’’The Conductors adalah eksperimen kami terhadap publik luas yang umumnya tidak terbiasa menyaksikan film dengan genre dokumenter. Kami sadar sepenuhnya bahwa dokumenter sangatlah tidak populer di publik film Indonesia, apalagi jika dokumenter tersebut masuk layar bioskop. Namun bagi kami, dokumenter hanyalah sebuah genre,’’ ungkap Andy. Menurut Andy, untuk membuat film dokumenter menarik, yakni bagaimana cara kita mengemasnya. (isfari)

  3. GORONG NDELOKK KER..!!!!…MARI NGENE LADUB NONTOK SENG INGEB …. !!!!..oalah director’e iki lak komentator seng ndek ANTV yah…

  4. :((
    (T_T) hik hik hiks…aku ga liat..Sorry Nawak2..

    Huaa…..
    Kalo liat dari nawak teked ayas Golden Boy
    Jare Filme Apik tenan
    sampek2 arekke nangis
    Duh yok opo rasane yo
    Benar2 Nyesel ga liat
    Gara2 kerjo
    Soryyy….
    Btw kapan maneh diputer?

  5. filmme apek tenan ta rekk
    ko ngantek nggo nangis barang…….koyo wong mentas kepaten wae……

    wezz nek tarah apek puteren nang suroboyo, tak delo’e

  6. hwaaaaaaaaaaaaa……hwaaaa
    Nggak iso Nonton………………….
    Iso Mbayangno thok kera2 ndek njero Bioskop pasti sueeeeneng kabeh………………

    AREMANIA STILL THE BEST IN THE WORLD

  7. wah pasti flm’e apik ya……..kapan ya di siarno nang tv…………..MALAS UTAS AWIJ

  8. cucian deh gue smp skrg ms blm bs liat sam…..masalahe dieng karo ilab lek kate delok kudu nyebrang segoro….ayas ngenteni diputer nang ILAB kpn iki bos wes nga sabar…….ngomong2 DVD nya udah klr blm yac…biar tmen2 AREMANIA yg di luar ngalam dr sabang smp merauke bs nonton…..

  9. Sing durung tahil ojok kecewa,ayas kate ewag film tandingan judule the kontraktors. Critane kontraktor sukses lawan ayas kera ngalam asli sing tiap taun golek kontrakan ckakaka. . . Tunggu keset dan cd nya

  10. mas ongisnade…wis metu rung DVD ne…waduh gregetan ki rung iso nonton…usulne ae ndek TV…ben kabeh suporter iso ndelok!!!

  11. @ semua yang blum nonton

    sabar… sabar…. jarene pengelola dieng karo sam ucup, sampe minggu ngarep sik di puter koq .

    gawe nawak nawak sing kepingin punya VCD / DVD nya…
    kita akan coba membantu menyalurkan…. tapi ketoke sekitaran
    april…. begitu….. bisa di copy?? ganti……

  12. salam satu jiwa AREMA.,.,
    sebuah film documenter yang cukup lumayan dan animo masyarakat malang cukup besar, terbukti disetiap jam pertunjukan selalu sold out, tidak ada bangku kosong. Kedepan bagaimana kalo fenomena aremania ini dibuat film bukan film dokumenter. Republik Cinta Management aja bisa bikin film tentang fans dewa 19 yang dibintangi oleh Nirina Zubier dengan film KAMULAH SATU-SATUNYA. Saya rasa FILM AREMANIA juga akan exist. Dimana banyak karakter yang bisa diangkat menjadi film, sebuah contoh bagaimana sam Lucky A Z pendiri AREMA, ditengah perlawanan dirinya untuk terbebas dari Narkoba, tapi msih berusaha untuk mempertahankan AREMA untuk tetap hidup, atau Cak No sang penabuh Drum seorang PNS Satpol PP, disatu sisi dia AREMANiA,disatu sisi dia harus mengemban tugas sebagai Satpol PP yang sering menggusur yang itu tak lepas terkadang temen-temen AREMANIA sendiri, banyak karakter lain yang tidak bisa saya ceritakan panjang lebar disini. Dan jika disusun kedalam sebuah scrip saya yakin bisa menjadi sebuah film yang sangat bagus.Tentunya bukan sebuah film dokumenter.

  13. semoga kedepan film the conductors ini bisa berkembang ke arah film AREMANIA yang yang utarakan diatas.salam satu jiwa AREMA!!! dari supra (GADANG)

  14. ndang diputer nang suroboyo cak !!!

    tak enteni, nek ga isok yo ga patek en ko’e…….

    hehehehehe………………..

  15. Percaya gak percaya, nonton film ini bikin gw meneteskan air mata saking terharunya dengan atmosfer stadion yang gegap gempita. Jadi berasa ikut larut di dalamnya. Jadi kangen Malang dan stadionnya huhuhu….

  16. SALAM SATU JIWA oket Lampung…
    huuaaaa….ayas kolem nangis pisan, soale kadit osi tail. Kapan diputer dek lampung??? Wingi ga ngerti nek wes diputer dek jakarta, ngertio ngono aku nang jkt. Ndang diputer ndek lampung bozzz..!!! dijamin ga rugi. Dek kene yo kanyab Kera Ngalame kok..!!!!!!! Aku nggawe klambi AREMA dekene ae ono sing kate njaluk..Kepingin jesss..!!! hahahaha….

    by_Aremania Lampung

  17. Sam…ayas gak iso ndelok nang bioskop…
    wisss…. disabar-sabarno ngenteni ono sing nawakno nulung lek VCD/DVD-ne wes metu ae….

  18. sing nggawe ID Arif Bonek_bondho nekat dan bonek “rodok” setitik kontradiksi … sijine meniupkan nafas perdamaian sing sijine meniupkan nafas kesombongan … lek sek takon endi sing disebut nafas kesombongan … telaah dan resapi dewe tulisane sampeyan sam … damai iku enak koq

    wah dadi gak ngomentari judul postingane …

    kapan di puter ndek jepang (nangis mode; ON)

    lek pancene onok bagian sing nyinggung bonek (jarene sih onok soale aku gak tail dewe) yo aku ujutes, timbang malah menimbulkan bibit permusuhan baru, sarane Thenk Bonek kipa

    ” PERBEDAAN ADALAH HAL YANG INDAH,JANGAN KITA MENGHANCURKANYA HANYA KARENA INGIN MENDAPATKAN EKSISTENSI … belajarlah jalani kerasnya kehidupan ini agar kau tak selalu menghina orang,bangsa kita tengah dilanda banyak bencana jangan ada perpecahan dimanapun kau berada jadikan PEACE,LOVE,UNITY,RESPECT sebagai misimu agar tak ada perpecahan lagi di bumi pertiwi … tuangkan air kedamaian,angkat gelas mari bersulang,kita adalah satu,kita adalah satu bangsa perbedaan adalah hal yang wajar but kita harus menjadikan perbedaan itu menjadi satu kesatuan seperti ikatan sapu lidi yang takkan patah meski berbeda besar dan ukurannya … apapun warnamu … kita tetap satu MERAH-PUTIH ”

    Salam Satu Jiwa – AREMANIA
    __________________________________
    AREMANIA JEPANG (Forum Liga Indonesia)

  19. ayas DorOng TAil Ker…

    Dadi Gorong Iso Komentar dlu

    tpi aq yakin Film iki bener2 yahuud..

    Salam satu JIwa AREMA

  20. wes…lek ayas ga trimo nangis thok…tp yo nangis campur mlongo…soale kadit osi tail film’e….hehe
    sampe2 ayas nggawe film dewe judule “Balada Si Ganteng nun jauh disana” wakakakakaaaaa….nggilani yo judule…hihihi
    wes ta ngenteni VCD/DVD ne ae wes….(melas:mode ON)

  21. StMJ
    Salam to Mbah Jiwo

    saya kira ga pantes deh klo film tersebut diputar di SURABAYA…..
    coz di dalam film tersebut kan mengandung unsur SARA dalam sepakbola……
    disitu kan pake dinyanyikan lagu2 yg panas ditelinga BONEK gitu…..
    bukan nya tidak mendukung film INDIE indonesia tetapi materi film yang disuguhkan tidaklah cocok untuk diputar di SURABAYA………
    jadi untuk aremania di surabaya dimohon untuk melihatnya dimalang saja….
    kan jarak antara SURABAYA dan malang tidaklah jauh alias dekat……
    sehingga tidak menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan……
    tidak apa2 klo film tersebut ditayangkan di SURABAYA, asalakan film tersebut disensor diwaktu adegan yang mengandung SARA….

    SAlam to Mbah Jiwo
    StMJ

  22. Salam Satu Jiwa ….AREMA….
    film e kipa ilakes ker,
    Sebuah film yg menggambarkan sosok sang dirijen qta, Sam Yuli, dg film ini qta jd lebih tau tentang sosok sam yuli lebih dekat dan film ini jg menjadi bukti sejarah perjalanan Aremania, krn qta tidak prnah tau akan seperti apa aremania 10 th lg atau 100 th lg, yg jelas aremania pada masa skrg telah terdokumentasikan, makasih sam ucup…

    Ini adalah petikan kata2 yg ayas dpt dari sebuah media beberapa tahun lalu, ktika itu sam yuli masih memimpin di tribun timur gajayana
    “Cita-cita saya, pagar besi pembatas tribun dengan lapangan nanti tidak perlu ada lagi. Jadi kita menonton sepakbola dengan enak, tidak ada perkelahian, tidak ada suporter yang mengganggu pemain. Saya juga ingin semua golongan bisa bersatu di sini. Kaya atau mniskin, laki-laki atau perempuan, Cina atau bukan Cina, pejabat atau orang biasa, Islam atau Kristen, di sini semuanya bisa sama,” kata Yuli.
    sebuah cita2 yg mulia, sejak saat itu ayas jd kagum dg sosok dirigen qta yg satu ini,
    Ayas jg ingin mengucapkan terima kasih yg sebesar2 nya pd sam yuli, krn telah brsedia memimpin kami bernyanyi, menari, dan bersatu di stadion selama ber tahun2
    Thanks a lot sam Yul,
    U are the best for us….
    Teruslah berkarya…
    Salam satu Jiwa ….AREMA…..

  23. ak bangga idad wong ngaalam…..walaupun ak di perantauan ak tetap selalu abdet berita arema,sam kapan di putar di kaltim
    ak aremania perantauan asli bululawang,
    salam nang bonek-bonek salam jancox…
    aremania tidak kemana mana tapi ada di mana….salam satu jiwa
    aremania 99

  24. reneb jarene thenk bonek. pisan iki ayas ujutes karo koen thenk.
    ayas ta ndelok dek ngalam ae. Mene ta ngalup gawe siji alasan !
    Nontok !!

    aremania sukolilo

  25. Ayas yakin, entah kapan….suatu saat, Bonek TANPA RASA MALU akan meniru Aremania yg Sukses dgn “Conductors”.
    Selama ini saja Bonek tlh meniru Lagu2 Aremania, sekali lagi “TANPA RASA MALU “….
    Bonek Can Only Follow….
    Bonek & Sakera = Like Father Like Son

  26. sakjane iku nggon seng elek2 bonek iku dihapus ae rekk !!!
    iku nggarai permusuhan……….
    liat bonek skrg wezz ga koyo mbiyen maneh
    kok isek dielek elek, buat film tu boleh tapi ojok nggarai permusuhan timbul / menyinggung pihak lain

    ngono cak lage film apek

    salam damai selalu

  27. bonek iku isone nyonto , gak onok kreatifitas dewe
    Bonek “”TANPA RASA MALU”” telah banyak meniru Lagu2 Aremania dengan cara di ganti syairnya
    ,””SEKALI LAGI” “TANPA RASA MALU””

  28. he cok witho……………….
    sampean iku arek endi ta?
    ketok nek sampean iku bkn suporter dewasa / sejati !!!
    isok e nggarai permusuhan tok……….jancok !!!
    delok en kae konco2mu iku……wezz podo damai iku lho !!!
    kok sampean mikirre sek katro, ndeso, kuuaampreet puuooll !!!
    wezz enak damai ae cak……..

    (BERSAING DENGAN CARA SEHAT)

    salam damai suporter Indonesia …….

  29. DIAM BUKAN BERARTI TAKUT, SEKALI BERGERAK MEMATIKAN !!!

    ITULAH BONEKMANIA SEJATI YANG TAK PERNAH MATI !!!

  30. Bonek memang telah lama ada, tapi nama mrk baru terdengar, dulu mrk hanya kumpulan pendukung Persebaya yg liar, mrk hanya berpakaian Preman tanpa atribut Psby.
    Dimanapun berada mrk selalu anarkis,bikin kerusuhan bahkan berbuat tdk senonoh serta melecehkan kaum hawa.
    Mereka tdk punya sesuatu yg khas, krn smua YANG BONEK LAKUKAN HANYALAH MENIRU / MENCONTOH / MENCONTEK……
    Bnr skali klo “BONEK CAN ONLY FOLLOW”

  31. udah lah nggak usah saling menjelekkan kenapa ?
    sama-sama jawatimurannya mbok yao sing rukun
    yg merasa lebih baik dan lebih dewasa
    mbok yao kasih contoh yg bagus !!

    Bonek & Aremania apa yah bakal terus2an
    musuhan ?? apa nggak mikir kalau di surabaya
    yah banyak orang malang yg cari duit dan kuliah

    Di malang yah banyak arek suroboyo sing sekolah
    lan kuliah.

    yo akeh arek suroboyo oleh pacar wong malang
    wong malang oleh pacar arek suroboyo.

    Coba lek rukun kan enak !!
    Soal film conductor saya akui bagus
    walaupun aku juga belum liat, tapi paling nggak
    spiritnya itu yg patut di contoh… tapi apakah iya,
    cuman lagu-lagu pisuhan thd bonek yg bisa di tonjolkan?
    saya yakin banyak kok sisi positif dari aremania yg
    bisa di tonjolkan daripada hanya sekedar pisuhan.

    Tapi biarlah, kalau kita ambil positif nya
    dengan di tunjukkan lagu-lagu hujatan thd bonek
    itu menandakan bahwa kami sebagai BONEK
    memang masih diperhitungkan oleh aremania……

    sampai-sampai harus di ekspos dalam film

    sekali lagi terima kasih aremania

    salam damai
    http://bonek-suroboyo.blogspot.com

  32. Ada yg khas bo..!!!!
    Yg KHAS DARI BONEK ADALAH SELALU ANARKIS,BIKIN KERUSUHAN BAHKAN BERBUAT TDK SENONOH SERTA MELECEHKAN KAUM HAWA.
    Hwahahahahaha…ckckckckc

  33. Cak kita memang perusuh kok Cak ?
    Kita juga sering anarkis ? nggak senonoh malah !
    Kita nggak pernah nolak di tuduh perusuh
    dan anarkis… lha wong kenyataan eh jeh !!!
    Kami tidak pernah menutup-nutupin
    takut di bilang munafik !

    TAPI KENAPA ULAH KITA JUGA KALIAN
    TIRU SEPERTI DI KEDIRI KEMARIN ?????

  34. iyo ker sak jane lapo seh terus2an misuhi bonek??? kene sing misuh,kene yo sing duso….oyi gak!!??hehe
    tp syg sam2 bonek…pernah iku (sebelum Persebaya VS Arema ndek Tambaksari) sakjane wes ono perjanjian damai karo bonek,,,tp knp syg skali bonek kok nglanggar??pemain kami tetep ae dibalangi watu,,,ndek dalan yo podo ae…padahal pas pemain Persebaya maen dikanjuruhan yo ga dikisruh karo Aremania…lha lek ngene sing nggarai sopo hayo??(lek iso njawab’e karo bhs inggris ae OK…) makane Aremania dadi tmbah gregeten,ngono lo sam…silahkan gilo karo Aremania tp yo ojo pemain sing dadi korban….pemain iku bal2an,gawe nggolek duwik sam….
    @Ongisnade.net:
    ayo kok up date britane ipes…hehe maklum sam ayas golek infone Arema yo ndek kene…karo web site’e Arema…iku thok wes ga ono liyanya…makane ayas ngenteni terus up date info ndek kene…
    sori bos lek ngrepoti…heheheeee..

  35. kare di Masak, enak nang Ilat
    Dekek Mejo langsung di Sikat.

    Jare wes Gak Menghujat
    tapi kok sek Kumat

  36. Wes2 ojo tewur trus sam, mang ga smw bonek itu rusuh/pengacau. Contoh: Ayas Ongis batavia yo nonto bal2an karo bonek di senayan yo ga opo2, ayas pun ngaku arek malang!!!! cuma emosi mreka mang suka ga terkontrol. Pada dasar’e mang “oknum’e” ae sing SDM’e rendah. Bonek ada yang baik, ada juga yang Ka***ro.

  37. salam nang sam yuli maju terus patang mundur…aremania selalu di belakang mu sam yuli….salam aremania perantauan

    Zoeko X-goro,tajinan

  38. bonek iku koyok luweh parah……yo teko wong seng ngak duwe jati diri cntoh e wong ruwet………………katrok………..westalah ngak usah bangga dadi bonek isone mung ngesroh ae kok…cobo ngesroh neng malang…..tak enteni…….
    salam nang bajol naimo kamprettttttttt

    Zoeko X-goro,Tajinan

  39. Salam toek: Aremania seluruh dunia…………, Bonek lek ga gelem dipisu’i ojo niam2 de kene yo..!!!!!!!!!!! Arema Oyonid…..

  40. @Pandaanonline
    Bonek Can Only Follow….
    Kawakwkakwka Cedas….Cadass..Lugas…Ringkas…Namun Pedas buat bonek yg suka Bringas yg punya otak Unggas
    =))
    (ga ada icon)
    sam Kapan Nawak2 Aremania Pandaan Kumpul?
    Kangen…
    Secara Arek2 AremaniA Pandaan Wes Sugih2
    nonton Arema Budal dewe2
    Ayo Sam gerakno Maneh
    ojok lupa Korwil Sukorejo sek uuuaaakkkeehhhh….
    Maju…..AremaniA Slalu Mendukungmu…
    Kok ga Update2 ya?

  41. diambil dari blog bang Ucup (http://andibachtiaryusuf.blogspot.com/) :

    Pernah mendengar Nicholas Saputra kesulitan mencari tiket untuk menonton Ada Apa Dengan Cinta? Atau sebut saja bintang utama film besar lain di tanah air, saya sih belum. Tapi di hari Senin 25 Februari 2008 lalu di Dieng Plaza, kota Malang. Bahkan Cemong Faiz yang merasa asyik saja mendadak menjadi tidak asyik dan nyaris pingsan melihat antrian luar biasa yg sudah bagai pasar kaget di depan pintu masuk.

    Malang sekali lagi membuat saya terpukau, antusiasme luar biasa ditunjukkan di gedung bioskop demi The Conductors film saya yang salah satu bagiannya memang menceritakan betapa dahsyatnya keberadaan mereka di stadion kebanggaan mereka, Kanjuruhan. Di kota ini (yang katanya sejuk tapi kok gak juga ya?) saya melihat kebanggaan mereka melampaui kata “Etnis” atau segala jenis kesukuan, saya melihat orang Malang bangga sebagai orang Malang bukan sebagai orang Jawa Timur atau orang Jawa sekalipun.

    Hari pertama di Malang, 5 hari yang lalu memperkuat kesan saya pada kota ini. LUAR BIASA!!! Saya lahir di Jakarta, sempat tumbuh di Jambi dan Payakumbuh, lalu besar di Jakarta dan berkuliah di Bandung. Saya pernah merasakan London, Manchester, Newcastle, Berlin, Hamburg, Budapest dan Helsinki di kurun yang cukup signifikan. Di tempat-tempat itu, identitas kesukuan menjadi sangat penting, identitas kebangsaan bisa jadi yang terdepan, hal yang sangat berbeda dibanding dengan mereka yang tinggal di Amerika Serikat, dimana masyarakat sangat mengidentifikasi dirinya sebagai bagian penting dari negara bagiannya atau kotanya.

    Orang New York akan dengan bangga dengan sebutan “New Yorkers” dan akan sangat tidak peduli dimana letak Chicago atau Minnesota di peta negeri itu. Terdengar arogan? bisa jadi, bandingkan dengan “Londoners” yang masih bisa bercerita detil dimana letak Blackpool. Di Malang, emosi itu terasa jelas. Identitas etnis menjadi samar dan mereka selalu menyebut diri mereka sebagai “Orang Malang” ketimbang “Orang Jawa”. Tentu berbeda dengan bule-bule Amriki yang tak peduli pada kota-kota lainnya di negerinya sendiri, orang Malang pasti tahu dimana letak Maumere atau Dobo (walau belum tentu juga bisa menentukan tempatnya di titik peta).

    Hari ini hari ketiga The Conductors di Ngalam, semoga respon masih positif dan saya bisa jadi di kemudian hari akan berkata “Karir ayas dimulai di Ngalam,”

  42. Bang Ucup di Milis Aremania :

    olah kers…..
    thx tareb atas komentarnya. …sam-sam sekalian jgn khawatir kalau misuh memisuh ini bisa membuat citra aremania jadi jelek di berbagai tempat yg akan didatangi.

    jgnkan suporter kita, di eropa suporter ya adu misuh, kalo gak pake misuh2 gak seru itu pertandingan :-p

    sam2 aremania masih dalam batas kesopanan kok, hanya dengan kata-kata. di eropa mrk biasa dgn bahasa tubuh yang sangat menyebalkan dan kadang maki2 orang tua juga lho…..
    ayas sudah perhitungkan semuanya dan semua kenyataan memang ada di lapangan kan?

    soal sound, sebenarnya pas hari pertama tim bogalakon masih tes suara
    hehehe, jadi dipersori kalau audionya agak out di hari senin 8-)
    skrg agak lumayan, sudah pake mixer.

    tentang di ngudnab, hayo kita ntn bareng!!! ayas ada di ngudnab dari hari kamis 7 maret sampai 9 maret dan lgsg balik meneh ke ngalam, kita atur kapan ntn bareng dan ngobrol2. ayas rela dikomentari kok, dikritik juga…..
    kalo dikritik tanda sayang, didiemin tanda udah gak cinta kan? ;-)

    besok (kamis ini) ayas ke ayabarus, urus2 pemutaran.semoga lancar ;-)
    langsung ke makassar juga urus2 pemutaran di hari jumat…..

    terima kasih saget buat malang yang selama 3 hari ini membuat ayas terus melotot gak percaya….lha yg ntn itu byk bener lho, diluar perkiraan :-)
    semoga nawak2 senang dan jangan ragu untuk kasih kritik dan komentar.

    soal rencana sekuel…..jgn khawatir, di kepala ini sudah ada ide fiksi tentang Aremania. yg lg dipikirkan bentuk karakter2nya aja, sosok yg representatif dan khas ngalam.
    sing sabar disayang gusti ngalloh kan ;-)

    oaic
    fusuy

  43. Tamales Sam Ucup…
    InsyaALLAH karir Sampean mulai oket Ngalam..
    di Malang kalau untuk mencari ide dan Sumber nggak kurang2 Sam… bahkan berlimpah..
    ada SumberSari, SumberTaman, SumberRejo, KaliSumber… dll
    Gimana kalo berikutnya bikin “Ayat-Ayat AREMA” atau Laskar AREMA (mumpung Laskar Pelangi msh proses)
    Sekali lagi Tamalas………

  44. Ping balik: Bangganya Menjadi AREMANIA « lumansupra

  45. salam satu jiwa AREMA…..
    AYAS DURUNG TAIL2….jarene apik,aq durung iso kasi komentar klo blom liat,tp dgn keberadaan film itu aja ayas uda bangga jd uwong Malang-Jawa Timur-Indonesia.
    to sam2 Bonek…klian berada di kota besar,ayas yakin klian sangat bisa berubah menjadi contoh suporter yg baik,ubah bondo nekat anarkis mu menjadi bondo nekat damai sebesar kota mu.Bravo suporter bola Indonesia,PSSI sadarlah…!!!!

  46. @bonek

    Saya rasa setali tiga uang dgn Bonek, mrk jg sering menghujat Arema/Aremania dgn kata2 spt Arema/Aremania J****K saat mrk bertanding , bahkan bukan saat bertanding lawan Arema saja. Yang lebih memalukan, Bonek selalu Meniru gaya & kreativitas Aremania dlm menghujat.
    Di Eropa Hujatan (spt B*tch You, Fu*k You, mother Fu*ker, dsb) adalah hal yang biasa dan wajar, “Asal Bukan Menjurus Rasis”..!!!
    Malah yang terjadi si Gelora 10 November adalah ” Hujatan Yang Menjurus Rasis”, dimana waktu itu Bonek selalu meneriakkan “M****T” (nama binatang) saat Alex P/Ortizan Solossa menggiring bola.
    Yaa…dari dulu Bonek tetaplah Bonek, dari namanya saja sdh menimbulkan Kesan Negatif.

  47. trus yg memulai siapa ?

    trus ini ada kata2 … Saya rasa setali tiga uang dgn Bonek,
    jadi baru nyadar yah ?

    trus kenapa juga kalian ikut-ikutan anarkis di kediri ?

    kekekekkekekekkekek

  48. Di Kediri hanya Segalintir Oknum, dan saat itu Aremania sendirilah yang mengamankan dan Melucuti Oknum tersebut bahkan menyerahkan ke Pihak Berwajib…
    Lain halnya dengan Bonek yg Tiap Musim bikin Ulah, dan itu dilakukan oleh Bonek scr Mayoritas, bukan Minoritas atau Oknum….
    Hohoho, Hina banget Gitchu lowh…!!!

  49. haha macak cihhhh hare gini masih ngomongin oknum.
    duh cucian deh loe….
    kalau segelintir kenapa musti stadion terbakar
    kalau memang oknum kenapa mobil-2 aremania
    hancur. Kalau emang oknum di tangkap oleh aremania kenapa juga walikotanya minta bebasin tuh oknum.

    kalau memang oknum kenapa sampai ada gerombolan aremania benjut dikeroyok wong kediri

    aduh aduh aduh…. cucian deh oknum
    hare gene maseh cari pembenaran

  50. @sam ONGISNADE.NET

    sam, katanya blog nya mo di bersihin dari komentar yang bersifat saling counter. mana buktinya? masih banyak komentar yg saling ejek n hujat. ayolah sam, konsisten donk…
    ayas jadi males bacanya klo kek gini…

    NolaB
    Aremania Garis Lembut

  51. sebuah film yang semakin memperlebar jurang perbedaan qta…koyok lumpur lapindo….sing nggarai sby-malang tambah uuwwaaddoohhh..leren muter2 dhisek… btul enggak..???

    BONEKMANIA
    PEACE…LOVE…FANATIC…….

  52. gak peduli cangkemme kerA2 sing ribut karo cangkemme Bonex
    saiki tak enteni kabaree… yaopo oleh vcd bajakanne …vcd bajakan biasane cepet …

  53. kang ucup punten pami lepat, bade naros naha film ttg persib tos aya? tong bonek wae atuh pan fans na persib oge seru, aku blm prnh lht krya ucup sorry ni kl emang dah prnh ada ttg persib soalna nu aya ttg aremania ma jak.

  54. salam satu jiwa arek2 ngalam!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    mas2 dukng terus aema agar bisa menang dalam liga suer.junjung tinggi sportifias,no anarki,no tawuran bravo arema!!!!!!!!!!!!!!!!
    bunuh bajul ijo and para sakera2 jn…………….ck

  55. salammmmm
    saya bukan orang malang asli, saya asli bandung jawa barat, tepatnya “Bobotoh persib” atau sekarang Viking, dari lulus SD saya pindah ke malang di SLTP N2 malang, dari sejak itu jiwa persib saya hilang…..saya lebih cinta AREMA daripada persib…Mohon maaf bagi “VICKING”…bukan berarti saya penghianat…tapi saya emang bangga dadi arek ngalam………..Maju terus Ngalamania…..salamm….dimanapun berada saya tidak takut mengatakan bahwa aku AREK MALANG……salammmm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s