Nugraha Besoes, Joko Driyono, dan Adhyaksa Dault


Adhyaksa DaultPasca kerusuhan pada perhelatan semifinal Liga Indonesia (Rabu, 6/2/08), tiga orang di atas tampaknya paling menjadi sorotan media jelang pertandingan puncak Liga Indonesia (Sabtu, 9/2/08). Nugraha Besoes sebagai sekjen PSSI, Joko Driyono di BLI, dan Adhyaksa Dault dengan kapasitasnya sebagai Menegpora bangsa ini. Tapi bukannya duduk bersama merumuskan sebuah formula untuk membawa persepakbolaan negeri ini ke arah yang lebih baik, masing-masing saling silang pendapat. Sedangkan ketua umum induk organisasi sepakbola tidak bisa berbuat apa-apa selain menyaksikannya dari balik terali besi. Puas atau tidak, inilah potret organisasi persepakbolaan nasional kita.

Secara umum, dalam kasus tragedi semifinal ini PSSI (Nugraha Basoes) dan BLI (Joko Driyono) berpendapat serupa, intinya BLI tidak memiliki wewenang terkait kerusuhan yang mengakibatkan tewasnya seorang Jakmania, Fathul Mulyadin, karena mereka menganggap kejadian tersebut berada di luar areal stadion yang menjadi tanggung jawab BLI. Sehingga kasus tersebut diserahkan kepada pihak kepolisian.

Bahkan PSSI dan BLI menganggap pertandingan semifinal berjalan lancar dan memuaskan. Kalau dilihat dari dua pertandingan yang telah berlangsung, memang benar lancar dan memuaskan. Tapi tragedi kerusuhan di luar stadion yang mengakibatkan nyawa melayang? Ayas yakin seluruh insan sepakbola negeri ini akan berkata sebaliknya.

Lagu lama pun tersaji. Setiap ada kasus atau kerusuhan, bukannya menyelidiki dan mengevaluasi, tapi langsung ketok palu. Seperti kebakaran jenggot karena telah kecolongan di Kediri, Solo, dan terakhir Jakarta, Menegpora Adhyaksa Dault langsung melarang pertandingan final tidak digelar di Stadion Gelora Bung Karno. Kalau setiap ada kejadian lalu bereaksi, (maaf) maling juga bisa. Pemindahan venue stadion tidak akan menyelesaikan masalah karena justru akan memindahkan “masalah” tersebut ke tempat yang baru.

Menegpora Adhyaksa Dault “Kemarin (di Kediri) cuma bakar-bakaran, tapi sekarang sudah sampai ada yang meninggal. Kalau begini terus, hentikan saja lah (kompetisi sepakbola)”. Pasca tragedi Kediri, Adhyaksa Dault memang pernah menyatakan untuk menghentikan kompetisi apabila dalam jangka waktu satu tahun ini kerusuhan masih terjadi. Ironisnya, tidak sampai setahun, hanya dalam jangka waktu tiga pekan, kerusuhan kembali terjadi bahkan sampai mengorbankan nyawa.

PSSI (dan organisasi sepakbola negara-negara lain di seluruh dunia) adalah sebuah organisasi eksklusif yang “haram” disentuh oleh pemerintah, hal tersebut telah tertuang dalam aturan dasar FIFA. Karena itulah kenapa seorang Nurdin Halid hingga saat ini masih menjabat sebagai ketua umum meskipun raganya terkurung dalam penjara. Kalau pemerintah (Menegpora) mengintervensi masalah ini, cekal atau skorsing dari FIFA telah menanti.

Tapi sayangnya dibalik ekslusifitas PSSI tersebut menjadi ladang basah bagi sekelompok orang yang sarat dengan kepentingan, entah itu kepentingan pribadi, golongan (klub), finansial hingga kepentingan moral.

Joko Driyono dalam wawancaranya dengan salah satu radio swasta di Malang mengatakan bahwa BLI tidak akan menghentikan kompetisi (atau membatalkan Superliga), alasannya adalah kalau sampai kompetisi dihentikan, akan menimbulkan akibat lebih besar, dari masalah pemain & pelatih yang menganggur, aktivitas ekonomi yang berhubungan dengan sepakbola akan merugi, dan masalah sosial lainnya. Menurutnya, menghentikan kompetisi justru akan membunuh sepakbola itu sendiri.

Hehehe… lucu ya? Seorang petinggi BLI “ternyata bisa juga” berkomentar seperti itu? Tapi, dimanakah pikiran logis tersebut ketika Komdis PSSI menjatuhkan sangsi larangan menonton untuk Aremania selama 3 tahun (telah dikurangi menjadi 2 tahun)? Apakah itu namanya bukan sebuah “pembunuhan” karakter dan sepakbola itu sendiri? Sementara Arema adalah satu-satunya klub swasta yang hidup sendiri tidak memakai uang rakyat (APBD) dan mengandalkan pemasukan dari tiket.

Kembali ke perhelatan final Liga Indonesia, belakangan diketahui bahwa laga Derby Andalas pada final Liga Indonesia antara Sriwijaya FC vs PSMS Medan akan digelar di Stadion Jalak Harupat, Kab. Bandung. Terciptalah rekor baru yaitu babak delapan besar sampai final harus berkali-kali pindah tempat, dari sini saja sudah bisa kita nilai kinerja PSSI dan BLI. Untungnya Sriwijaya FC dan PSMS Medan sudah “pengalaman mengungsi” pasca tragedi Kediri yang lalu.

Suporter PSMS Medan

Inilah yang menjadi tanda tanya besar terhadap sebuah gawe yang besar pula oleh PSSI dan BLI yaitu ajang Superliga. Event yang digadang-gadang berlabel lisensi & rekomendasi AFC ini pun telah molor dari rencana semula yang akan dimulai bulan April, ditunda hingga Juli pasca Euro 2008 di Austria-Swiss. Jeda antar musim kompetisi domestik di negara-negara Eropa pun tidak pernah sampai 5 bulan!! Contoh sederhana adalah La Liga Spanyol yang selesai bulan Mei dan musim berikutnya telah dimulai pada bulan Agustus.

Terlalu jauh memang membandingkan kompetisi kita dengan sepakbola industri di Benua Biru, tapi sekedar mencontoh konsep yang baik-baik, kenapa tidak dicoba untuk dilakukan? Banyak contoh yang bisa dipelajari & diterapkan. Mulai standar keamanan stadion, keamanan suporter, sistem kompetisi, pengelolaan klub, mental pemain-pengurus-pelatih-hingga suporter, sampai kualitas perwasitan. Terlalu naif kalau kita bilang sebuah utopisme, kata orang “Impossible is Nothing”

Pada perhelatan Superliga mendatang (apabila jadi digelar), ada kemungkinan kita tidak akan bisa melihat beberapa tim yang menempati posisi 1-9 klasemen akhir musim lalu bisa berlaga di Superliga. Alasannya adalah terkait masalah dana, fasilitas stadion, dan urusan adminstrasi klub. Jangan heran apabila masalah ini nantinya akan kembali ramai & memanas karena klub-klub seperti (maaf) Persijap, Persela, Persitara, Persiba, bahkan Persija tidak bisa mengikuti Superliga karena terganjal aturan-aturan tadi.

Jangan heran pula apabila klub-klub yang berada di luar posisi 1-9 klasemen akhir seperti Persebaya, Persis Solo, PKT, atau saudara tua kita Persema Malang bisa ambil bagian pada ajang Superliga karena masalah aturan & syarat Superliga yang sangat ketat. Kita tunggu saja bentuk dagelan seperti apa lagi yang akan dilakoni PSSI terkait penyelanggaraan Superliga nanti.

*) artikel: zoel, foto: liputan6.com, pks-anz.org, jawapos.com

Pasang Banner Iklan & Promosi di Ongisnade.net

Iklan

27 pemikiran pada “Nugraha Besoes, Joko Driyono, dan Adhyaksa Dault

  1. Yo iki lek isine wong2 sing gak inisiatif. Dadi tindakan prefentife kurang, isine cuma menghukum karo komentar sak wise kejadian. Padahal sing luweh penting yokopo carane kerusuhan gak terjadi. Opo ngadakno gladi resik tah simulasi pengamanan lak iso a. Koyok wong tuwo ndidik anake ngono lho. Mestine lak nyontoni gak cuma moro tangan.kudune sing ngurus iku gelek turba nang daerah2 delok kondisi.ngekeki pembinaan,dll. Gak cuma nguntal ojir tiket,sponsor karo ojir vonisan ae.Lha lek ngono ayas yo osi ae dadi pengurus hahaha. . .

  2. wes rek kehabisan kata-kata gewe ngritik kinerja pengurus PSSI……percuma ngandhani wong2 goblok ngono iku rek…..Kompetisi habis milyaran rupiah tapi sing mengelola kompetisi wong geblek kabeh…..ajuuur ….Hanya ada satu kata yang secara lantang harus diteriakkan supporter Indonesia…R…E….V…O..L…U…S..I……………P..S..S..I

  3. Joko Driyono,.. Gak PANTAS kamu jadi Pejabat OLAHRAGA, ulasan berita di salah satu TV SWASTA Jum’at (08/02/2008) permintaan maafmu hanya kepada pihak SPONSOR mana UNGKAPKAN RASA BELA SUNGKAWAMU Kepada Jackmania,…… !!!

  4. saya pikir pemerintah berhak mencampuri karena , sudah terbukti acara dagelannya pssi bli (liga djancoek) mengancam keamanan di jakarta sebagai pusat pemerintahan , seharusnya pssi dan bli harus tanggap seperti kerusuhan kediri (yang anehnya baru kasus itu tanggap yaa hahaha) yang harus segera menjatuhkan hukuman thd suporter yang bertikai
    jika tidak ya seperti ini pemerintah mengganggap pssi tidak tanggap dan boleh jadi pemerintah mengganggap pssi telah tebang pilih , ya pemerintah sendiri sekarang yang menghukum pssi , ya napa ga sekalian dibubarkan saja pssi bli kedua organisasi ini bener 2 memalukan negara

  5. PSSI saiki bisnis oriented, sing dipikir penguruse ojir. pikirane pertandingan harus terlaksana, supoyo oleh ojir, ngekei piala + hadiah ojir, tapi nggak mikir suporter ketam. Nugroho Besut iku krasan banget dadi sekjen ket biyen emang gak onok wong maneh a ndek Indonesia. Presiden ae wis ganti ping 4 ker..Sekjen kok seumur hidup (kalah pak harto) ditambah ketuane sing Korup.(Klop)tumbu oleh tutup. Gimana caranya supaya sepakbola indonesia bisa maju?
    utas kata REVOLUSI PSSI…………………………………………..
    untuk sam admin, gimana progress AREMA dengan pelatih barunya?

  6. saudara – saudara ku sebangsa dan setanah air mari kita jangan menghujat pssi dan bli apa lagi nurdin halid, tapi mari kita bawa orang – orang pssi dan bli sekolah lagi di tk biar jadi anak – anak yang sholeh

  7. MUGO2 PERSEBAYA nang superliga !!!!!!!!!!!!!!

    kan sugih dwittt karo stadionne layak pakai ……………………………….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    kembalilah ROJAS !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  8. WAH…….. SEPAK BOLA NASIONAL AMBURADUL……….KETUMNYA DIPENJARA,,,,,,,,,,FINALNYA DITUNDA………..PESAN UNTUK PAK NURDIN HALID”MBOK YA LEGOWO POSISINYA SEMENTARA DI GANTI YANG LAIN”,TOBAT DULU NAPA?……….INI MUNGKIN KARMA DARI DOSANYA PEMIMPIN PSSI SERTA KRONINYA…………..

  9. @arif…

    Amin …. mudah2 an kita bertemu bonek di superliga…..masih mending ketemu rival berat daripada ketemu sama pengurus PSSI gilani…..

  10. sam..lek ono sing duwe link nang MENPORA langsung..tulung MENPORA dikirimi VCD2 karo foto2 ‘indah’ AREMANIA’…

    sopo ngerti lek ‘pendekatan’ secara subyektif ngene, MENPORA iso ‘melek’ maneh..

    minimal, ngerti lek sebenere AREMANIA iku wis mboiiss, en iso dadi ujung tombak KREATIFITAS suporter nang Indonesia.. bahkan ASIA…..

    SALAM SATU JIWA…..AREMA…

  11. arif iku sing mojokerto iku yo?
    hehehe ancen jiwa bonekmu sudah mendarah daging , salut…
    bonek = bodoh dan nekad,
    udah tau salah, ngotot pula hahaha bener2 bodoh…

    kalo dia ngotot masuk superliga, artinya ngemis lagi sama DPR minta nambah jatah uang rakyat, Oral sama nurdin biar dikasih tiket superliga, Anal sama Besoes biar aturan bisa dirubah, dll,dll…

    hiiii…
    (sori kalo agak vulgar)

  12. @sam huget Batavia
    sepurane sam ayas gak utujes karo replyan umak nang nduwur iku…
    saiki wes gak jamane gontok2an antar supporter sam…
    lek hujat2an terus kapan marine kerusuhan iku?

    sampeyan gak usah muni “lha ndisik supporter iku ngene, ndisik supporter iki ngunu” lha laopo atik ngurusi sing ndisik2…

    ngesakne nawak2 liyane sing podo memperjuangkan kedamaiam lek umak dewe sing mancing2…

    lek kene dipancing yo cekno, meneng njegideg kuping bideg ae…becik ketitik olo ketoro sam…

    lek umak nglarani supporter liyane, mesti supporter liyane nyabute “aku dilarani aremania” gak mungkin nyebute “aku dilarani huget” lha lek wes ngunu, opo gak ngesakne nawak2 liyane lek melu2 keno getahe padahal gak weruh opo2?

    sam, ayas ikiy nang ayabarus, ayas biasa maen futsal karo nawak2 ayas wong ayabarus. ayas yo ngerti yokpo fanatik e gnaro ayabarus nang persebaya. tp lho, ayas iso niam putsal karo nawak2 sing nganggo kostum kebesaran persebaya n deltras, padahal ayas nganggo kaos biru – ireng tulisane gedhi AREMA.

    sam, sepurane pisan maneh…ayas paling pancen sik piyek sik newbie sik mambu kencur, tapi ayas pengen genok maneh sing hujat hujatan tur gontok2an nang njobo.

    lak misale supporter podo damai, lak enaka, masio tandang n kandang supporter masing2 team sik osi tail niame team e dewe2. ganok maneh embel2 “wong suroboyo haram ublem malang” atopun sebaliknya.

    gawe nawak2 Bonek, sepurane sing akeh lek nawak2 ku Aremania ono sing pedes kata2ne.

    FANATIK IKU DUDU SALAH BENER DI DUDKUNG, TAPI BENER DI DUKUNG SALAH DI ELING KE TUR DI BENAKNE SUPOYO DADI BENER

    ojo diuntal mentah2, kembangno dewe lah ker….ayas yakin umak dudu kera licek maneh

    salam satu jiwa
    klo bukan kita yang mulai, lalu SIAPA LAGI?

  13. Timbang ilok2-an ( mancing emosi ) Mbok nyobak gawe tulisan sing bermanfaat gawe kabeh sing sempat mampir nang blok iki… ! awakmu ate AREMANIA utowo DELTRASMANIA utowo BONEK utowo PERSIKMANIA utowo, JACKMANIA dan lain-lain, njajal takono nang ATIMU dewe, Sampai Dino iki wis berbuat opo nang TIM KESAYANGANMU ???!!! setidaknya disaat gawe kaos supporter kesayanganmu ( baik saat nonton pertandingan maupun gak ) TUNJUKKAN kalau SUPPORTER – SUPPORTER di INDONESIA iki duwe SOPAN SANTUN !

  14. Ya elah pada ribut dia, coy inget musuh sebenrnya yg harus di perangi siapa, jgn pada ribut, bersatu coy,,,,,,, gw dah bosen liat supporter club pada berantem, gak bosen apa peada rusuh. PSSI ya gitu deh, parah…parah………..,
    Mending nonton KOMEDI TENGAH MALAM aja hahahahaha…………. daripada nonton bola yang rusuh terus………………….capee deeeeee

  15. wah wah wah…
    tibake dadi rame ngene..
    ok, lek tulisanku dianggep provokatif dan kontraproduktif, dengan rendah hati dan jiwa besar khas arek Malang, ayas njaluk samudraning pangapuro nag sopo ae sing merasa terlukai.

    @XONOM_NDek_Kidul_P.Batam:
    oyi sam, ayas memang bukan tokoh penting.
    Tapi insya Allah ayas, mulai 87, ayas wis nontok Arema ndek Gajayana, mbolos halokes, haliuk, gawe nontok Arema niam.

    Ndek rontakku, dengan bangga ayas selalu memakai atribut Arema yang paling esensial: JIWA AREMA.
    Main futsal juga nggawe soak Arema, londo ndek rontakku juga bangga nggawe soak Arema sing tak kasih.
    Bahkan setiap trip nang negoroe wong liyo, tak lupa ayas nggawe soak Arema gawe dolen, dst…

    tapi memang wis gak jaman saling menghujat,
    jamane wis berubah

    Sori gawe nawak hebak

  16. Ping balik: Kader PKS - Menghimpun potensi kader dan ummat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s