Beda Versi antara Janu dengan Manajemen


Miroslav JanuKepergian Miroslav Janu mungkin masih menyisakan banyak pertanyaan di benak nawak-nawak Aremania. Kesimpulan sederhananya adalah Miroslav Janu tidak mengundurkan diri tetapi kontraknya di Arema telah berakhir, sebagaimana dijelaskan oleh manajer Arema, Satrija Budi Wibawa. Biarlah hal tersebut menjadi urusan manejemen Arema. Kita sebagai Aremania tetap merapatkan barisan persiapan Tour ke Kediri mendukung Arema di babak delapan besar. Sebagai tambahan informasi untuk nawak-nawak OngisNade.Net, berikut wawancara Radar Malang dengan pelatih asal Republik Ceko tersebut.

Apa yang menyebabkan Anda mengambil sikap mundur?
Saya sebenarnya masih ingin melatih Arema. Tapi, manajemen Arema tidak mau mendengarkan keinginan saya. Karena itu saya memilih mundur.

Keinginan yang tidak didengarkan oleh manajemen?
Masalah kontrak. Tugas saya dengan Arema sebenarnya sudah berakhir 31 Desember, sesuai kontrak. Saya minta ada pembaruan kontrak. Sebab, hingga kemarin (Rabu, 9/12) saya bekerja tanpa kontrak. Sebenarnya saya sudah minta perpanjangan kontrak sejak Desember, sebelum lawan Persebaya (30/12). Namun, manajemen selalu bilang nanti dan menyuruh saya untuk menunggu. Katanya masih menunggu evaluasi.

Kabarnya manajemen sudah membicarakan pembaruan kontrak Anda?
Ya, tapi permintaan saya tidak didengar oleh manajemen. Anda bisa tanya Satrija (Manajer Arema Satrija Budi Wibawa, Red). Saya hanya ingin ada sedikit kompensasi, tapi manajemen tidak memberikannya.

Kompensasi apa yang dimaksud?
Saya hanya minta kompensasi sedikit, yakni tambahan satu kali gaji untuk Februari. Tapi, manajemen hanya ingin memberi gaji bulan Januari saja. Kompensasi itu saya minta karena saya akan menganggur dalam waktu cukup lama, sekitar empat atau lima bulan. Sebab, kompetisi di Eropa dan Indonesia baru dimulai pada Juni atau Juli. Kompensasi tambahan gaji Februari itu yang saya gunakan untuk biaya hidup.

Pentingkah arti kompensasi?
Saya ini punya anak dan istri yang butuh biaya. Sedangkan saya tidak ada job lain selain melatih. Tapi, argumen saya tidak didengar manajemen. Karena itu saya lebih baik mundur. Selama di Arema kontrak saya tidak besar, di bawah satu miliar (Janu tidak menyebutkan nominal pasti, Red), idak seperti yang dikabarkan di koran bahwa saya dikontrak di atas satu miliar, bahkan sampai 2 miliar.

Apakah Anda meminta kompensasi karena sudah berhasil mengantarkan Arema ke babak delapan besar?
Bukan masalah itu. Saya minta kompensasi untuk biaya hidup, itu saja! Mengenai masuknya Arema ke delapan besar, biar orang lain yang menilai. Apakah saya termasuk pelatih bagus atau tidak, biar orang lain yang menilai.

Apa alasan manajemen tidak memberikan kompensasi?
Mungkin manajemen ingin simpan uangnya, itu wajar.

Jika manajemen mau memberikan kompensasi, apakah Anda bersedia melatih kembali?
Lihat saja nanti. Arema tahu saya ini pelatih profesional. Tapi, sampai saat ini (kemarin siang, Red) belum ada satupun pengurus menghubungi saya. Sebenarnya saya suka melatih Arema, karena saya selalu mendapatkan dukungan Aremania. Tidak ada klub di Indonesia yang suporternya seperti Arema.

Sadarkah Anda bahwa sikap mundur Anda bisa mempengaruhi tim saat menghadapi babak delapan besar?
Saya tahu. Semua ini bukan kemauan saya, tapi arena manajemen tidak mendengarkan saya. Tanyakan saja pada manajemen. Sebenarnya saya ingin mempersembahkan yang terbaik buat Arema.

Setelah mundur, apa rencana selanjutnya?
Belum ada rencana. Yang pasti saya akan pulang ke Ceko, lihat istri dan anak. Saya sudah mengantongi tiket pulang ke Ceko tanggal 31 Januari. Saat ini tiketnya masih ada di kantor.

Sudah ada klub Indonesia atau luar negeri yang menginginkan Anda?
Belum ada yang menghubungi. Profesi pelatih dan pemain dalam mencari kerja beda. Kalau pemain bisa ikut seleksi di tim ini, tim satunya, dan tim lain. Sedangkan pelatih tidak bisa seperti itu. Karena itu, saya minta kompensasi kepada Arema. (fir/ca) (diambil dari sini)

Daryoto soal Pengunduran Diri Miroslav Janu
Bukan Kompensasi, tapi Kurang Percaya Diri

Yayasan Arema punya versi sendiri soal pengunduran diri Miroslav Janu dari Skuad Arema. Berikut petikan wawancara Lazuardi Firdaus dari Radar Malang (Grup Jawa Pos) dengan Pembina Yayasan Arema Darjoto Setiawan kemarin (11/1). (diambil dari sini)

Benarkah Janu meminta tambahan kompensasi dan Arema tidak menyetujuinya?
Benar. Janu meminta tambahan kompensasi satu kali gaji. Ceritanya, Arema akan mengontrak dia hingga akhir Januari. Tapi, Janu minta tambahan gaji hingga Februari. Permintaan Janu akan kami kabulkan dengan catatan harus ada prestasi. Tapi, Janu tidak berani. Karena dia tidak berani mengaitkan pemberian kompensasi dengan prestasi, permintaannya kami tolak. Kalau dia memberikan jaminan, Arema akan memberikan (kompensasi tambahan). Bagi Arema, pemberian kompensasi satu kali gaji itu kecil. Jadi, ini bukan masalah biaya hidup seperti yang diungkapkan Janu.

Hanya karena alasan tidak berani memberikan jaminan prestasi?
Bagi Arema, uang bukanlah persoalan serius. Yang paling penting bagi Arema adalah meraih prestasi. Itulah yang diinginkan pengurus Arema dan Aremania. Jika Janu berani memberikan jaminan, kompensasi yang diminta pasti akan kami berikan. Kalau secara materi, saya kira yang diberikan Arema pada babak delapan besar kepada Janu lebih besar daripada kompensasi yang dimintanya.

Materi seperti apa yang dimaksud?
Arema akan memberikan bonus yang cukup besar kepada Janu di babak delapan besar. Bila Arema menang dalam setiap pertandingan di babak penyisihan delapan besar, dia dapat bonus puluhan juta.

Apa hanya itu?
Tidak. Itu hanya sebagian. Jika Janu berhasil mengantarkan Arema masuk semifinal, dia akan mendapatkan bonus yang besarnya hampir sama dengan gaji setiap bulan. Bonus kembali akan dia terima bila berhasil membawa Arema masuk final. Besarnya 1,5 kali lipat dari besaran gajinya setiap bulan. Kalau berhasil membawa Arema juara, dia kembali menerima bonus hampir tiga kali lipat dari gajinya. Jadi, kompensasi yang diminta Janu itu tidak ada artinya bagi Arema.

Mengapa Janu tidak mau?
Saya tidak tahu alasannya. Tapi, saya menilai bahwa Janu kurang percaya diri dalam menangani tim sehingga menolak seluruh tawaran yang kami berikan. Dia ingin, bonus tersebut ditambah dengan kompensasi satu kali gaji.

Lantas?
Karena kami menilai Janu kurang percaya diri, kami terpaksa menolak tawarannya. Riskan bagi Arema untuk memenuhi tuntutannya tanpa ada jaminan prestasi. Jika pelatih sudah tidak punya kepercayaan diri, lantas Arema mau dibawa ke arah mana. Padahal, musim ini kami menargetkan untuk menjadi juara. Kalau menang, pasti ada bonus. Kalau kalah, tapi minta kompensasi, itu namanya minta enaknya sendiri. (yn/ko/jpnn)

*) foto diambil dari bentoel-arema.com

Iklan

11 pemikiran pada “Beda Versi antara Janu dengan Manajemen

  1. Bener kata Oom Darjoto…saya dukung langkah anda pak…
    terima kasih sudah memberi kejelasan, sehingga saya ato Aremania2 lainnya tidak berpikiran macam-macam tentang Janu…Ayas mikir, klo emang bener si Janu dijanjikan bonus sebesar itu, brarti Janu bodoh kalo dia mau mengorbankan dirinya hanya gara2 dia minta kompensasi….seperti yg dijelaskan oleh Oom Darjoto, Arema sanggup ngasih Janu bonus berlipat-lipat dari kompensasi yang dimintanya…dan Janu gak berani nerima hal itu…
    Kalo Janu gak pede, gimana nasib Arema di babak 8 besar nanti…
    Ayo ker !! tetep kobarkan semangat !!
    kita dukung SINGO EDAN !!

    Salam Satu Jiwa !!

  2. bukan begitu bro , karena janu adalah pelatih profesional , bukanya dukun profesional, dia ga berani menjanjikan sesuatu yang belum pasti , yang bener manajemen harus berikan kompensasi dengan jaminan dia lebih berusaha lagi di 8 besar , dalam masalah ini sebenarnya engga ada yang bener dan yang salah ,managemen dan janu adalah korban molornya liga djancoek indonesia , yang seharusnya selesai awal tahun ini , managemen harus bersikap lebih lunak lagi ga boleh maen kuat 2 an lagi .ntar banyak official atau pemain atau bagian dari keluarga besar bentoel – arema yang pada keluar , cukup 1 kali ini saja jangan sampai ada lagi

  3. Seutju dengan komentar Sam Yudi. Semua ini gara2 PSSI. So Janu, Děkuji MIRO. THANK YOU for all you did for AREMA.
    Selamat Jalan — Šťastnou cestu!

    Kami AREMANIA tetapa mengingat dan berterima kasih untuk semua karyamu di Malang. All the Best.

    Buat AREMANIA FAN CLUB DI Czech Republik.
    Mungkin ada AREMANITA di sana.
    .

  4. yo sing wes yo wes,saiki ayo kabeh manajemen,pelatih,pemain dan trutama aremania satukan tekad yok opo nuhat iki arema osi arauj.dadi osi mulai superliga dgn status juara lak kane tah ker..

  5. @ aremania dewta :
    amiin…

    @ Panda :
    kita suporter Aremania yg harus selalu PeDe, oyi?!?

    @ yudi :
    oyi Sam yudi, ayas utujes karo pendapat umak

    @ Ongiz-NRW :
    eh, “Šťastnou cestu” iku boso ndi? Ceko a? wah, umak pinter pisan yo boso Ceko, tau pirang taun d Praha? hehehe :D

    @ Nade yo Band :
    pepatah bilang mempertahankan lebih berat dari pada merebut, kita sudah merasakan hal itu di ajang Copa, sekarang giliran kita rebut trofi Liga

  6. intinya masalah profesionalitas….yg penting caretaker yg ditunjuk oleh manajemen /pengurus Arema harusa dapat menjaga pola latihan dan fitness pemain yg ditinggalkan Miroslav Janu…

    Bila pola latihan/fitness diubah secara tiba2, kemungkinan besar dapat mengganggu ritme permainan arema yang sedang on fire en high morale saat ini….

    Tolong dijaga kekompakan tim en pengurus….8 besar di depan mata….

    Awasi Sriwijaya FC yg baru mendapat suntikan moral pasca mamenangi Copa Dji Sam Soe….

  7. @Sam Yudi : Oyi Bozzz…. :)
    @Admin’e OngisNade.net : Suporter PeDe? tentu…pokoke gak onok embel-embel pesan sponsor salah satu perusahaan selular terkemuka di Indonesia, hehehehe…

    Ayo Ker !! Semangat !!
    Sing iso ladhub nang iridek yo monggo ladhub…lek iso disempet-sempetno, prioritas utama deh pokoknye !!
    lek aku ngene iki yo iso ndungakno tok…wes gak iso nonton langsung meneh…

    btw…
    Suporter terbaik Copa Indonesia kok The Jak??
    trus kerusuhan pas semifinal Copa itu apa??
    apik tenan penilaiane PSSI….

  8. gak ada yang salah
    manajemen gak salah
    janu gak salah
    yang salah hanya PSSI yang telah bikin liga ini molor
    PSSI bangsat

  9. There is simply no way you can hope to succeed without having compelling sales copy.

    Even those who are knowledgeable about SEO may
    have difficulty executing their SEO strategies to produce the desired effect.
    Similarly, other free online marketing methods such as video
    marketing, email marketing, SEO, etc.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s