Penalti, Senjata Andalan Wasit


Fernando Martin Stagnari, hanya body-charge.Apakah benar hadiah penalti untuk tuan rumah telah diskenario? Beberapa nawak-nawak OngisNade.Net bilang Arema telah diskenario untuk tidak boleh menang pada pertandingan away. Kejadian di Gianyar adalah bukti terakhir. Percaya atau tidak, pada hari yang bersamaan, sedikitnya ada lebih dari 5 tim tuan rumah yang mendapatkan hadiah tendangan penalti untuk membuka skor, memaksakan hasil imbang, bahkan memenangkan pertandingan!!!

Terlalu dini memang untuk menyimpulkan sebuah jawaban “iya” dari kejadian di atas. Kita akan masuk ke sebuah “lingkaran setan” sistem sepakbola birokratis nasional.

Bagaimana tidak, pemilihan ketua bisa dilobi, ketua terpidana masih tetap memegang tampuk kendali organisasi, sistem kompetisi yang carut-marut dan tidak menggambarkan esensi sebuah kompetisi itu sendiri, hukuman (komdis) yang tebang pilih, hingga kemungkinan jual beli posisi klasemen. Huh.. terlalu panjang untuk mengurai benang kusut sepakbola kita, terutama yang terjadi dalam setahun terakhir.

Kembali ke “penalti” ghoib pemberian wasit untuk tuan rumah, kita tidak menutup mata atas kemungkinan pelanggaran yang memang dilakukan oleh tim tamu di area terlarang, tapi kalau kita mau jujur, apakah wasit juga akan memberikan penalti untuk tim tamu apabila pemain tuan rumah melakukan pelanggaran serupa? Jawabannya adalah TIDAK!! Kita kembali ke partai Persegi vs Arema, dimana beberapa kali Patricio Morales dan Emile Mbamba dijatuhkan di kotak 16 tapi wasit bergeming, tapi ketika ada body-charge dan salah satu pemain tuan rumah terjatuh, PRITT!!! PENALTI!!!

Sebuah sempritan “setan”. Wasit mungkin menyadari bagaimana keputusannya akan merubah hasil pertandingan, membangkitkan emosi pemain, hingga menjalar ke suporter. Tapi apa lagi yang bisa dilakukan wasit? Terlepas dari buruknya kualitas wasit kita, dia adalah korban dari sebuah sistem. Sistem yang justru dibuat oleh badan tertinggi sepakbola kita.

Bahkan, dari laporan pandangan mata salah satu nawak Aremania yang ladub ke Ilab, wasit meniup peluit panjang pertama, priiit… sambil berlari, kedua, priiit…. sudah di pinggir lapangan, dan peluit ketiga priiitt… sudah di luar lapangan!!!! (dengan dikerubuti petugas keamanan tentunya). Ada apa ini?!? Bukankah itu sebuah naluri manusia bahwa dirinya sadar telah melakukan kesalahan?!?

Apakah wasit tidak melihat hati nurani insan sepakbola kita? Hati nurani ribuan suporter di tribun ekonomi yang rela berpanas-panas, berhujan-hujan, menyanyi dan berteriak sepanjang pertandingan, bahkan meregang nyawa demi klub yang didukung? Apakah jiwa berkompetisi telah dikorbankan demi kepentingan pihak-pihak tertentu?

Dikerjai habis-habisan oleh tuan rumah dan wasit, serta bendera yang dirobek oleh oknum suporter, Aremania benar-benar merasa terpukul. Aremania legowo dan dengan besar hati menerima apapun hasil pertadningan Arema, bahkan ketika Arema kalah sekalipun, tentunya apabila dilakoni dengan jujur. Dari beberapa kejadian terakhir, plus kemungkinan kejadian serupa atau bahkan yang lebih buruk di Surabaya (30/12) nanti, sangat wajar banyak nawak-nawak Aremania yang berpikir bahwa Arema telah diskenario untuk “tidak boleh” lolos ke delapan besar. Benarkah?

Dikutip dari salah satu media cetak & milis:

Ini pertandingan mahal Arema. Arema tidak boleh menang atas Persegi. Wasit nggak fair dalam memimpin pertandingan. Sepertinya ada yang ngin Arema kalah di Gianyar, untuk membuka peluang tim lain untuk olos ke babak delapan besar. Semoga, teman-teman Aremania menyadari an memahami apa yang dialami Arema di Gianyar, ujar Ali, Aremania korwil Kepanjen.

Iklan

2 pemikiran pada “Penalti, Senjata Andalan Wasit

  1. JELAS SUDAH SKENARIO PSSI UNTUK MENJEGAL LANGKAH AREMA MENUJU 8 BESAR.PERCUMA AREMA DAN TIM LAIN MENGHABISKAN DANA MILIARAN RUPIAH MENGARUNGI KOMPETISI LIGINA JIKA HASIL DARI PERTANDINGAN SUDAH DIATUR SEDEMIKIAN RUPA OLEH PETINGGI2 PSSI.MEMANG LIGINA ADALAH KOMPETISI SEPAK BOLA TERBESAR,TERANEH,TERKISRUH DAN TERLIAR.BUAT TIM PLAT MERAH MULAI SEKARANG TINGGALKAN APBD SBG SUMBER DANA, CARI SPONSOR SENDIRI BIAR DANA RAKYAT YG SEBAIKNYA UNTUK PEMBANGUNAN DAN PENANGANAN BENCANA SOSIAL TIDAK TERBUANG PERCUMA KARENA PERSEPAKBOLAAN INDONESIA TIDAKA AKAN PERNAH MAJU KALO KEPENGURUSAN ERA NURDIN BANDHIT TIDAK DILENGSERKAN.BRAVO AREMANIA…
    AYO MAKAN SATE BAJUL DI GELORA 10 NOVEMBER DAN MENYAKSIKAN BONEKMANIA BERKABUNG KARENA DITERKAM SINGOEDAN

  2. skenario gagal, pssi bakal kalang kabut. 8 besar di kediri menguntungkan arema. Jika sudah di senayan arema pasti juara. sejarah sudah membuktikan, arema tidak pernah gagal di partai semifinal or final di senayan, rumput bagus mbamba semakin menggila. Arema juara pssi meradang, juarane liga djarum … Bentoel. Waspada skenario bisnis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s