H-2 El Classico Persebaya vs Arema


Miroslav JanuDendam Jomah Ballah kepada Janu
Kepada salah satu media, mantan pemain Arema, Anthony Jomah Ballah, mengatakan bahwa dia tidak sabar menunggu pertandingan big-match melawan Arema Malang (30/12). Balah ingin menunjukkan kepada pelatih Arema, Miroslav Janu, mencoret dirinya pada pertengahan musim ini adalah sebuah keputusan yang keliru. Oleh karena itu, Ballah berniat tampil all-out dan habis-habisan melawan Arema. Bagaimanapun juga, sepakbola adalah permainan kolektif sebelas pemain di atas lapangan, bukan berdasarkan ambisi individu semata.

PSM Naik ke Posisi Dua
Kemenangan PSM Makasar atas tuan rumah PKT Bontang (27/12) membuat komposisi poin di empat besar wilayah timur semakin rapat. Posisi Arema pun semakin terhimpit, dengan Deltras bersiap mengkudeta Arema di posisi empat klasemen karena “hanya” akan bermain melawan PSIM Jogjakarta. Sementara Arema harus melakoni laga El Classico melawan musuh abadi, Persebaya Surabaya.

Hitungan Matematis
Secara hitungan matematis, Arema masih berpeluang lolos ke babak delapan besar, meskipun berat. Bahkan sebuah kemenangan atas Persebaya belum memastikan langakah Arema ke babak delapan besar karena selisih gol yang sangat rapat dengan Deltras Sidoarjo. Pada komposisi pemain, Arema dipastikan tanpa diperkuat center back Bruno yang terkena akumulasi kartu, wing back Ortisan Salossa yang cedera saat melawan Persegi Bali FC, serta gelandang Tarikh El Janaby.

Arema akan lolos jika:
1. Menang, dengan selisih gol melebihi kemenangan Deltras atas PSIM Jogjakarta.
2. Seri, Deltras juga seri.

Dari salah satu media diberitakan panpel Persebaya menyiagakan lebih dari 4000 personel kemanan untuk mengamankan pertandingan big-match klasik Persebaya vs Arema. Pertandaingan terakhir Persebaya vs Arema musim lalu pada laga Copa Indonesia berakhir rusuh setelah Bonek mengamuk karena Persebaya gagal menang melawan Arema. Tidak menutup kemungkinan kerusuhan serupa akan terualang lagi. Bahkan, Arema menang, seri, bahkan kalah sekalipun, potensi kerusuhan tetap ada mengingat tingginya atmosfer pertandingan dan rivalitas klasik dua kutub sepakbola Jawa Timur antara Surabaya – Malang dalam hal ini Bonek – Aremania.

Pada pertandingan sebelumnya kedua tim sama-sama gagal memetik kemenangan. Persebaya secara mengejutkan dikalahkan 0-1 tim juru kunci Persekabpas Pasuruan, sementara Arema kembali menjadi bulan-bulanan wasit dan dipaksa menuruti doktrin lama “tidak boleh menang” setelah dipaksa bermain imbang 1-1. Mayoritas Bonek mungkin berkata: “Boleh kalah dari Persekabpas, tapi tidak dari Arema!!”, sementara Arema juga sangat membutuhkan kemenangan untuk sekedar mengamankan poin agar lolos ke babak delapan besar, tentunya dengan melihat hasil yang diraih Deltras.

Sungguh posisi yang sangat sulit untuk Arema dan Aremania, melengkapi perjalanan terjal Arema musim ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s