Seri di Bali, Langkah Semakin Berat


Persegi Bali FC vs AremaPersegi Bali FC vs Arema Malang 1-1 (0-0)
Tiga poin di depan mata Arema hasil gol Bruno di menit 59 harus sirna karena Persegi Bali FC memperoleh hadiah penalti dari wasit yang menganggap Fernando Martin Stagnari melakukan pelanggaran kepada Oscar Aravena di kotak penalti. Striker Persegi, Didier Belibi yang menjadi algojo sukses menaklukkan Hendro Kartiko sekaligus mengkonversi penalti menjadi gol dan memaksakan hasil imbang 1-1.

Seperti diberitakan oleh salah satu radio swasta di Malang, kondisi rumput lapangan Stadion Kapten Gipta di Gianyar hampir seluruhnya tergenang air karena hujan yang belum berhenti sejak Selasa malam. Alhasil, aliran bola sepanjang pertandingan terganggu oleh genangan air.

Gol Arema dicetak pada menit 59 oleh Bruno. Harapan tiga poin yang di depan mata Aremania harus pupus setelah Persegi menerima hadiah penalti dan berhasil memaksakan berbagi satu poin dengan Arema.

Pertandingan sempat terhenti sekitar 5 menit karena terjadi insiden kesalahpahaman antara Aremania dengan Laskar Kuda Jingkrak. Dikutip dari Milis Arema, keributan terjadi setelah bendera besar Aremania yang biru-hitam mirip Inter Milan disobek (atau dicopot) oleh oknum Laskar Kuda Jingkrak. Polisi hanya duduk diam saja sehingga keributan tidak terhindarkan. Tapi suasana panas berhasil diredam setelah kapten Arema, Alex Pulalo, ikut menenangkan suasana.

Kepemimpinan wasit juga perlu mendapat sorotan. Seringkali wasit berbeda keputusan dengan AW terkait keputusan off-side. Penalti juga patut dipertanyakan karena body-charge Fernando Martin Stagnari bersih. Puncaknya, wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan sebelum waktu perpanjangan waktu selesai. Idealnya perpanjangan waktu diberikan lebih karena pertandingan sempat terhenti sekitar 5 menit.

Begitu peluit panjang dibunyikan, pemain-pemain Arema langsung memprotes keputusan wasit. Winger Arema, Arif Suyono, yang berada di bangku cadangan langsung berlari mengejar wasit tanda ketidak puasan atas kinerjanya. Begitu pula Alex Pulalo dan Bruno yang memprotes asisten wasit (AW). Karena merasa tidak puas, suporter Persegi melempari pemain Arema dengan botol dan gelas air mineral.

Lalu, siapakah yang patut kita salahkan? Pemain di lapangan yang menyulut keributan? Suporter yang tersulut emosi? Kualitas kepemimpinan wasit yang tak kunjung juga membaik? Atau infrastruktur sepakbola kita yang belum mendukung pentas sepakbola berlevel nasional?

Sampai berita ini diturunkan, belum ada informasi lain mengenai suporter Aremania yang tour ke Bali. Semoga nawak-nawak kelab henam ke Bumi Arema dengan selamat.

Salam Satu Jiwa!!!

Susunan pemain Arema:
34- HENDRO Kartiko, 2 – ALEX Pulalo, 26 – ORTIZan Salossa (6 – SUROSO ’80), 19 – FERNANDO Martin Stagnari, 4 – BRUNO, 27 – SUTAJI, 18 – RONNI Firmansyah, 8 – ELIE Eiboy, 21 – PATRICIO Morales, 22 – Emile MBAMBA

Iklan

2 pemikiran pada “Seri di Bali, Langkah Semakin Berat

  1. wah wah… wasit njaluk dilukup kie…
    Aremaku dadi tersendat dan peluang 8 besar makin berat
    tapi sing penting nawak2 sing tour Ilab, ngalup dgn selamat..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s