Selamat Jalan, Nawak Aremanita


Innalilahi Wa Inna Ilaihi Rojiun… Musibah kembali menimpa Aremania setelah kita kehilangan salah satu nawak Aremania, sabtu kemarin. Seperti diberitakan di milis Arema, kemenangan Arema 3-0 atas tim tamunya Persiba Balikpapan, Sabtu (15/12) lalu harus dibayar mahal. Salah satu supporter fanatiknya Uswatul Hasanah, Aremanita asal Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi, meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di RSSA Malang, Minggu (16/12) kemarin.

Gadis berusia 22 tahun, ini tewas akibat luka cukup serius di kepala bagian belakang serta di tangan kanannya. Itu setelah ia menjadi korban tabrak lari di Jalan Raya Trunojoyo, Desa Kedung Pedaringan, Kecamatan Kepanjen, Sabtu siang sekitar pukul 13.30 WIB.

Misdi, ayah korban yang siang kemarin ditemui di rumah duka, menyatakan kalau peristiwa yang dialami anak ketiganya dari enam bersaudara itu terjadi saat korban dalam perjalanan menuju ke Stadion Kanjuruhan. Korban berangkat nonton pertandingan Arema lawan Persiba bersama teman Aremania di kampungnya.

“Us (panggilan akrab korban.Red) anak saya itu, berangkat dari rumah bersama teman-temannya. Saat itu anak saya dibonceng motor dengan temannya Tolib,” ungkap Misdi, sembari mengaku merasa kehilangan atas kematian anak ketiganya ini.

Di saat melintas di TKP, tepatnya jarak sekitar 500 meter menuju ke Stadion Kanjuruan itulah, motor yang dikendarai Tolib diserempet motor dari arah berlawanan (Barat-Timur) . Akibatnya, Tolib yang tidak siap dengan kejadian itu, tidak bisa mengendalikan laju motor yang oleng, hingga akhirnya terjatuh.

Tolib dan motornya jatuh ke kiri jalan dan hanya mengalami luka lecet di tangan dan perutnya, sedangkan Uswatul jatuh ke kanan dengan luka serius di kepala. Sementara pengemudi motor yang menyerempet dan tidak diketahui identitas, memilih kabur ke arah Timur. “Anak saya itu jadi korban tabrak lari,” tutur Misdi.

Akibat luka serius di kepala serta tangannya itulah, seketika itu juga korban langsung dilarikan ke RSSA Malang. Dan setelah menjalani perawatan beberapa jam, pagi kemarin sekitar pukul 08.30 WIB, korban akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Baru siangnya sekitar pukul 11.30 WIB, korban dimakamkan di pemakaman umum Desa Sepanjang, Gondanglegi. (agp/jon) (Agung Priyo)

==
OngisNade.Net ikut berduka cita, semoga amal ibadah nawak Us diterima disisiNya, dan untuk keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan iman. Semoga kejadian ini adalah yang terakhir bagi nawak-nawak Aremania/nita.
==

Gawe nawak-nawak Aremania/nita liyane, sing ati2 lek perjalanan berangkat/pulang ke stadion nonton Arema di Kanjuruhan/Gajayana, bahkan ketika tour sekalipun. Lek numpak adapes rotom ojo bonceng telu, ojo lali nggawe helm, sing tertib dlm berlalu lintas. (iku ngono pesen yg sangat2 standar…)

Ingat nawak, apabila dalam sebuah pertandingan Arema kalah, masih ada pertandingan lain yang bisa kita menangkan, tapi kalau nyawa kita hilang, tidak ada kesempatan bagi kita untuk menggantinya.

Kita, Aremania, boleh menganggap Arema adalah hal kedua setelah agama, tapi kita tidak bisa mengelak tanpa nyawa satu-satunya yang kita miliki, kita tidak akan bisa lagi berteriak-bernyanyi-tertawa-menangis demi Arema yang selalu kita cintai.

Dimulai dari diri kita masing-masing, saling menjaga diri. Ingatlah selalu kata-kata Michel Platini, presiden UEFA, “keselamatan & kemanusiaan harus kita tempatkan di atas sepakbola”.

Iklan
Tulisan ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

5 pemikiran pada “Selamat Jalan, Nawak Aremanita

  1. innalilahi wa ina ilahi rojiun

    smoga menjadi musibah yg terakhir u/ nawak2 aremania/nita…

    sing ati2 kers..

    SALAM SATU JIWA

  2. INNALILLAHI WA INNA ILAIHI ROJIUN
    SEMOGA ARWAH NAWAK USWATUN HASANAH DITERIMA ALLAH SWT.AYAS HANYA BISA MENGHIMBAU NAWAK2 AREMANIA KABEH TUK SELALU HATI-HATI DI JALAN RAYA.KARENA SETIAP KALI AREMA AYAS MELIHAT NAWAK2 AREMANIA BANYAK YANG TIDAK MENTAATI RAMBU2 LALU LINTAS ,SERING SEROBOT LAMPU MERAH,DAN YANG PALING BERBAHAYA ADALAH SERING BERBONCENGAN LEBIH DARI 2 ORANG DAN TIDAK PAKAI HELM DAN ANEHNYA FENOMENA INI DIBIARKAN SAJA OLEH APARAT YANG BERWENANG.UNTUK ITU DEMI KESELAMATAN NAWAK2 AREMANIA KABEH AYO MULAI TERTIB BERLALU LINTAS.KARENA PERCUMA KITA DIJULUKI SUPPORTER TELADAN SAK INDONESIA TAPI KELAKUAN KITA DIJALANAN MASIH KAYAK BONEK …..YO NGGAK SAM….

    http://WWW.SUKSES-FINANSIAL.CJB.NET

  3. INNALILLAHI WA INNA ILAIHI ROJIUN
    turut berduka ya….
    makanya jangan dukung AREMA soalnya pembawa sial……

    tertanda
    VIOLA X-trim

  4. @ VIOLA X-Trim alias babiaer :
    kita tidak pernah pesan ke Tuhan dimana kita akan dilahirkan, di Malang, atau di Tangerang… mgkn kebetulan Anda dilahirkan/tinggal di Tangerang, so pasti anda dukung Persita. it’s OK, kalau saya lahir & besar di Tangerang, mgkn saya juga selalu bangga dengan kaos ungu viola saya.. tapi syg, saya lahir di Bumi Arema, anda tidak tahu bagaimana sebenarnya sejarah & perjalanan Arema, jadi TUTUP MULUTMU dan jgn bicara Arema, sbgmna saya tidak bicarakan Persita. Bagaimana? Setuju kan? Dalam sepakbola, kita memang harus SUBYEKTIF. Selama tidak anarkhi dan saling menghargai, saya rasa kita masih bisa saling tukar pikiran secara obyektif. Oke, salam kenal u/ tmn2 VIOLA X-trim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s