Episode Baru Lelucon ala PSSI


PSSISudah lazim PSSI membuat keputusan-keputusan kontroversial yang lebih banyak menyakiti hati insan sepakbola nasional, yang seharusnya diayomi oleh PSSI sebagai induk persepakbolaan di negeri ini. Terlebih bagi Arema dan Aremania yang selama ini ibarat “anak haram” di mata PSSI. Sudah tidak terhitung berapa kali Arema dirugikan oleh keputusan-keputusan PSSI yang nyeleneh dan sak-karepe dhewe.

Yang masih hangat adalah masalah dicoretnya hak tampil Arema di Liga Champions Asia (LCA) sebagai juara Copa Indonesia 2006, sanksi komdis yang memberatkan panpel Arema, keputusan-keputusan kontroversial dari wasit pada pertandingan away Arema, serta pemanggilan tiga pemain pilar Arema untuk pertandingan eksebisi timnas Indonesia vs Borussia Dortmund.

Sebagai pemegang juara Copa dua kali berturut-turut Arema berhak mendapat satu jatah mewakili Indonesia di ajang bergengsi LCA 2008. Namun PSSI menghapus hak arema tersebut dengan berbagai alasan. Kembali PSSI menyakiti hati Arema dan Aremania.

Episode sakit hati Arema besar kemungkinan akan menular ke klub lain yang berpeluang menjadi juara Copa Indonesia tahun ini karena PSSI menghapus jatah juara Copa untuk mengikuti LCA tahun depan. Info selengkapnya baca di sini

“Kebencian” PSSI kepada Arema dan Aremania bisa dilihat dari indikasi keputusan komdis yang memberatkan Arema. Pada sisa dua pertandingan home Arema vs Bontang PKT dan Persiba Balikpapan, keduanya akan disiarkan live oleh salah satu TV swasta nasional, Arema terancam hukuman partai usiran dan dapat diakumulasikan di musim depan apabila ada penonton turun ke sentelban, sekalipun itu hanya untuk memasang atau melepas spanduk.

Pada pertandingan Arema vs Persiwa dan Arema vs Persipura, meskipun Aremania meluber sampai sentelban, pertandingan tetap berjalan lancar, tak ada komplain dari tim tamu. Kenapa saat dua laga away di Sulawesi ketika Patricio “Pato” Morales dipukul kiper Persibom luput dari komdis? Kenapa gol tangan tuhan pemain Persibom disahkan? Kenapa gol bersih Ponaryo Astaman ke gawang Persma dianulir?

Ketika PSSI memberikan hukuman ke Arema bisa diakumulasi untuk musim berikutnya, sementara hak Arema untuk tampil di LCA tidak bisa diakumulasikan?

Terakhir, berkaitan dengan pemanggilan tiga pemain pilar Arema untuk membela timnas Indonesia vs Borussia Dortmund, 19 Desember mendatang. Apakah ada niat menggembosi Arema? Kenapa disaat Arema berjuang menembus posisi empat besar di klasemen, tiga pemain pilar Arema diambil untuk bermain untuk timnas di pertandingan “hura-hura”?

Kenapa hanya Arema, tim di wilayah timur yang pemainnya dipanggil sampai tiga pemain sekaligus? Kenapa Persipura, sang capolista, malah tidak ada pemainnya yang dipanggil? Demikian pula Deltras, pesaing berat Arema. Ellie, Ponaryo, dan Ortizan beresiko cedera sementara Arema masih mempunyai sisa dua laga away krusial melawan Persegi Bali FC dan Persebaya Surabaya.

Apabila PSSI benar-benar menunjuk capolista klasemen sementara wilayah timur & barat untuk mewakili Indonesia di ajang LCA, hal itu sama saja dengan membunuh kompetisi. “Memenggal kepala” liga sepakbola nasional, setelah sebelumnya mengkebiri dengan menghapus degradasi.

Lalu, apa gunanya jadi juara liga atau copa kalau tidak bisa membawa nama negara di ajang internasional LCA? Paling-paling nanti oleh PSSI kembali diimingi dengan janji tampil di LCA tahun berikutnya, tapi kemudian ditipu lagi seperti yang telah dialami oleh Arema.

PSSI kembali membuat episode baru dalam sinetron komedinya yang bertema sepakbola Indonesia, sayangnya episode kali ini sama sekali tidak lucu, malah lebih mencekam daripada film Saw III. **(lunjap)

7 pemikiran pada “Episode Baru Lelucon ala PSSI

  1. tewur thok isine lek ngomong PSSI, ga ono entek-e… aremaku selalu dianak-tirikan PSSI, apakah PSSI iri dengan prestasi & keprofesionalismean Arema?

  2. saya sebagai org yag netral, melihat hal ini sebagai “ketidaksengajaan”….PSSI memang “bersalah” ketika menerima utusan klub luar utk berkunjung ke indonesia, di tengah sengitnya kompetisi liga.

    Sedikit banyak, ada “kepentingan” ekonomi yang bermain, dari pihak penggagas datangnya Dortmund ke Indonesia.

    Soal pemanggilan pemain, mungkin Benny Dolo, masih merasa “sayang” kepada Arema, sehingga dia memanggil mantan pemain yang pernah dipolesnya dahulu.. :)

  3. @ Abdy Gultom :
    iya, saya setuju dgn pendapat anda ttg komersialisasi.. tp untuk kalimat terakhir ttg Bendol, mgkn agak perlu direvisi karena pemain2 arema yg dipanggil timnas (Ellie, Ponaryo, dan Ortisan) masuk ke arema setelah Bendol cabut ke persita, jadi mereka bukan “pemain” Bendol, tapi “bawaan” Janu, mungkin begitu…

  4. DARI AWAL MEMANG PSSI SUDAH SERING MEMBUAT KEPUTUSAN2 KONTROVERSIAL DAN SERING MERUGIKAN AREMA.DAN TAHUN INI AREMA DISKENARIO UNTUK TIDAK BISA JADI JUARA LIGINA.DASAR PENGURUS PSSI…ERROR KABEH

  5. quote
    Soal pemanggilan pemain, mungkin Benny Dolo, masih merasa “sayang” kepada Arema, sehingga dia memanggil mantan pemain yang pernah dipolesnya dahulu..

    Koreksi : Elly. Ponaryo & Ortizan belum di Arema saat Bendol melatih Arema.
    So…jelas sekali ini penggembosan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s