Timnas Menjadi Pecundang (Lagi)


Gagal Lagi...Cukup mendapat hasil seri, justru kekalahan yang didapat. Timnas Indonesia kembali mengalami kegagalan di event internasional mereka, kali ini di ajang SEA Games XXVI Thailand setelah tadi malam dikalahkan tuan rumah Thailand 1-2 pada laga terakhir Grup A di His Masjesty The King 80th Birthday Anniversary. Dengan kekalahan ini, Timnas Merah Putih hanya mampu berada di posisi ketiga, di bawah Myanmar yang di saat bersamaan menang 6-2 atas Kamboja. Di klasemen akhir Indonesia dan Myanmar memiliki nilai sama, 4, tapi Myanmar unggul selisih gol.

Berikut komentar beberapa pelatih klub Liga Indonesia terkait kegagalan timnas kita di ajang SEA Games yang konon tidak ditargetkan juara, hanya runner-up, tapi jangankan partai final, lolos penyisihan grup pun tidak. Diambil dari JawaPos.co.id:

Mudah Dibaca Lawan

“Pertahanan Indonesia kurang disiplin. Gol pertama lahir karena kesalahan Purwaka dan gol kedua terjadi karena koordinasi lini tengah yang lemah.

Permainan anak asuh Ivan Kolev mudah dibaca lawan karena sering mengandalkan bola-bola panjang. Seharusnya, pemain Indonesia lebih sabar memainkan bola-bola bawah dan berani melakukan tusukan ke jantung pertahanan lawan.

Kegagalan ini tak harus diratapi tapi jadi instropeksi di masa mendatang guna meraih prestasi”.
Suharno, mantan pelatih Persis

Bukti Kegagalan Pembinaan
“Kegagalan ini sangat menyesakkan karena terjadi di babak penyisihan. Kondisinya agak berbeda kalau terjadi di semifinal atau final.

Ini tak lepas dari kurangnya kesempatan bertanding pemain muda di klubnya masing-masing.

Terlalu banyak pemain asing yang jadi penyebabnya. Proses pembinaan pemain harus ditopang dengan kompetisi berkualitas. Tidak bisa hanya dengan melakukan proses pemusatan latihan ketika sudah mendekati even.”
Danurwindo, Pelatih PKT Bontang

Mental Masih Payah
“Saya tentu sangat kecewa dengan kegagalan Indonesia. Saya melihat bahwa kegagalan ini disebabkan masalah mental.

Kalau aspek yang lain seperti teknik, pemain kita tidak kalah. Pemain kita lemah dalam membaca situasi. Gambarannya begini bahwa imbang Indonesia sudah lolos. Tapi, pemain seperti terlalu bernafsu mencetak gol. Itu terlihat di menit pertama sampai sepuluh. Permainan Indonesia lebih baik dari Thailand, tetapi itu mengakibatkan blunder sehingga Thailand bisa unggul lebih dulu. Semestinya, pemain kita mempertahankan penampilan itu dan lebih memainkan tempo. ”
Daniel Roekito, Pelatih Persik Kediri


Iklan

4 pemikiran pada “Timnas Menjadi Pecundang (Lagi)

  1. Wite more, thats all I have to say. Literally, it seems as though youu relied on the video to make your point.

    You obviously know what youre talking about, why waste your
    intelligence on just posting videos to your site when you
    could be giving us something enlightening to read?

  2. Choose a moisturizer rich in antioxidant, vitamin C and E and one that will not clog the pores.
    Aromatherapy massage is the use of two natural treatment combined for a better result in boosting the healing recovery of a person.

    When swept to the side, longer bangs break up a wide forehead without adding too much width to the top portion
    of the face.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s