Wasit Kembali Jadi Kambing Hitam


Persibom v AremaPersibom v Arema (1-0)
Mari kita bicara dalam konteks suporter. Umak pilih mana? Tim yang kita dukung kalah secara permainan (baca: Arema v Persipura 0-1) atau kalah karena faktor non teknis alias wasit? (baca: Persibom v Arema 1-0)? Tentu sebagai suporter kita tidak akan memilih keduanya. Sialnya, tak ada pilihan bagi kita, dua-duanya telah kita alami. Oyi, kepahitan dua kekalahan beruntun, kandang maupun tandang, telah kita rasakan bersama.

Pada pertandingan pertama dalam rangkaian tour Sulawesi (5/12), Arema takluk dari tuan rumah Persibom Bolaang Mongondow via gol tunggal Kingsley Chioma di menit akhir babak kedua. Ironisnya seperti dilansir MalangPostNews, gol tersebut tidak lahir dari kaki atau kepala, melainkan dengan tangan!!

Ya, sebuah gol Tangan Tuhan!! Plus kontroversi-kontroversi lain yang terjadi selama pertandingan yang selengkapnya bisa dibaca di sini.

Kalah dari sisi permainan dan keberuntungan (ketidakmampuan mencetak gol dari sekian banyak peluang) seperti saat melawan Persipura, sangatlah menyakitkan. Tapi lebih sakit lagi apabila kita ditakdirkan untuk “tidak memenangi pertandingan”. Sebaik apapun permainan kita, sekeras apapun usaha kita, usaha kita akan sia-sia. Memang dalam sepakbola, bukan pemain yang berhak meniup peluit, tapi wasit.

Pasca kekalahan dari Persibom, meskipun tidak secara eksplisit mengiyakan, asisten manajer Arema, M.Taufan menuding Persibom menghalalkan segala cara untuk memenangi pertandingan. Sementara manajer Miroslav Janu tidak berkomentar apapun karena menurutnya semua bisa menilai sendiri bagaimana kepemimpinan wasit yang memimpin pertandingan Persibom v Arema. Dilaporkan pula bahwa pihak Arema tidak menghadiri sesi post-match konferensi pers sebagai wujud kekecewaan terhadap korps pengadil tersebut.

Pertandingan telah usai, apapun argumen kita, poin tetap tidak berhasil didapatkan dari Persibom. Mengkritisi wasit memang perlu, bahkan wajib, demi perbaikan kinerja perwasitan nasional kita. Tapi alangkah lebih baik apabila mencoba untuk introspeksi diri. Kenapa sepanjang pertandaingan Arema terus menerus ditekan Persibom? Padahal mereka “hanya” mengandalkan direct pass bola-bola panjang dari belakang ke depan tanpa melalui gelandang, mengharapkan free-kick di sekitar kotak penalti, dan itulah yang mereka dapatkan. Absennya duo gelandang Tarikh – Sutaji memang berpengaruh pada kinerja lini tengah Arema. Ponaryo yang ditopang Akbar Rasyid dan Ronni Firmansyah tidak mampu mengimbangi permainan Persibom. Pada akhirnya lumpuhnya barisan depan yang berujung pada mandeknya produksi gol (kembali) menghukum Arema dengan kemasukan sebiji gol.

Selalu ada hal positif yang bisa kita petik. Meskipun dengan kekalahan ini belum menamatkan harapan Arema masuk zona empat besar. Masih ada lima pertandingan sisa yang berarti ada kemungkinan 15 poin yang masih bisa dikumpulkan Arema. Pertandingan selanjutnya melawan Persma Manado menjadi kunci perjalanan Arema di lima pertandingan sisa. Kalau kembali gagal mendulang poin, langkah Arema menembus empat besar akan semakin berat, meskipun masih menyisakan dua partai kandang melawan Bontang PKT dan Persiba Balikpapan.

*) foto diambil dari MalangPostNews.co.id

3 pemikiran pada “Wasit Kembali Jadi Kambing Hitam

  1. di luar aneka kontroversi, saya ko melihat arema makin menurun yah ? dimulai dari kekalahan atas persipura,dan berlanjut ke partai selanjutnya.

    This lose streak has to be ended soon..So bring on the goals, folks !!!!

  2. @ Andy Gultom :
    saya malah khawatir pertadningan selanjutnya vs Persma Manado, Arema kembali kalah, kalau sampai terjadi, terciptalah rekor hattrick kalah untuk Arema, waduh… semoga tidak terjadi. Saya setuju dengan Anda, BRING ON THE GOALS!! ARRIBAAAA!!!! Salam Satu Jiwa

  3. ngga e…
    tiap moco berita ttg pertandingan away AREMA, kok yo mesthi ceritone dikerjai wasit teruz…

    sampe kapan kualitas wasit koyok ngene teruz..??
    klo caranya begini, kpn kita bisa maju, lha wong main-e apik yo percuma ae, paling2 gol sah dianulir, gol kontroversi disahkan….

    embuh wez..
    ngisup ayas…

    sing penting, AREMA harus bangkit,…
    ayas percoyo, kabeh iku mesthi onok ganjarane…
    sing nang NDHUKUR mesthi ADIL….

    lupakan kekalahan barusan, semoga menjadi titik tolak bangkitnya Sang Singa !!!!

    AREMA…!!! GO For Champione…!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s