Menyelamatkan Sepakbola Indonesia


PSSIDesakan bagi Nurdin Halid agar mundur dari kursi Ketua Umum PSSI muncul dari berbagai sudut. Mundurnya Nurdin adalah sebuah upaya menyelamatkan sepakbola Indonesia.

Mungkin sudah terlalu banyak nada marah terlontar pada Nurdin. Bagaimana bisa seseorang memimpin organisasi berumur 69 tahun itu dari bui? Bisa dibuktikan, hampir semua masyarakat pencinta sepakbola sudah tak sudi lagi PSSI dipimpin oleh seorang narapidana kasus korupsi. Satu suara mereka : Nurdin harus mundur!

Namun semua itu bagai angin lalu saja. Pengurus PSSI dan para anggota Komite Eksekutif PSSI bersikap setia sampai mati melindungi patron-nya yang kini tersudut. Mereka beralasan bahwa keputusan yang meminta Nurdin mundur berasal dari Komite Asosiasi FIFA. Sementara, masih dalam argumentasi mereka, kekuasaan tertinggi FIFA ada di tangan Komite Eksekutif FIFA.

Jawaban sudah datang dari Ketua Umum KON/KOI Rita Subowo. Dalam korespondensinya dengan FIFA, dengan difasilitasi IOC, terungkap bahwa keputusan Komite Asosiasi FIFA sudah didukung oleh Komite Eksekutif FIFA. Berarti, keputusan FIFA tersebut bersifat kuat dan mengikat.

Bukti-bukti pendukung itu sudah berbicara. Para pencinta dan pelaku sepakbola Indonesia juga sudah angkat suara. Tak kurang juga Menpora Adhyaksa Dault dan Wakil Presiden Jusuf Kalla turut menyuarakan permintaan agar Nurdin bersedia mundur. Namun sekali lagi, desakan itu bagai tidak memiliki gema di hadapan kubu Nurdin. Semua pasang badan. Semua ingin menyelamatkan sang Ketua.

Melanggar peraturan FIFA, berarti harus siap menanggung konsekuensi yang serius. Kita tentu ingat, belum lama ini, Kuwait dijatuhi sanksi oleh badan tertinggi sepakbola dunia itu. Kuwait (tim nasional dan klub-klubnya) dilarang tampil di semua ajang sepakbola internasional karena terjadinya intervensi Pemerintah negara Teluk itu dalam proses pemilihan orang-orang di federasi sepakbolanya.

Kasus yang menimpa Kuwait memang berbeda dengan yang terjadi di Indonesia. Namun, berbeda dengan yang terjadi di Indonesia, di Kuwait ada kesadaran tentang arti penting sportivitas dan rasa malu. Para pengurus PSSI-nya Kuwait ramai-ramai mundur sebagai wujud tanggungjawab, sekaligus berharap agar sanksi segera dicabut. Sebuah hal yang sulit diharapkan terjadi di negeri ini.

Kita tentu tidak berharap Indonesia dikenai hukuman skorsing atau hukuman apapun dari FIFA. Tapi kemungkinan itu tetap harus diwaspadai. Sekalinya Indonesia dijatuhi sanksi, maka yang rugi adalah sepakbola kita sendiri. Dikucilkan dari arena internasional. Simpan saja mimpi lolos ke Piala Dunia.

Kunci dari segala carut marut ini sekarang berada di tangan PSSI. PSSI sudah seharusnya mendengar suara-suara orang yang berada di luar. Ini saatnya Nurdin dkk keluar dari lubang perlindungannya dan melihat bahwa sudah tidak ada alasan lagi bagi dirinya memimpin organisasi olahraga tertua di Indonesia dari balik tembok penjara.

Para pengurus PSSI sudah selayaknya menggunakan nurani mereka. Mereka harus ingat bahwa mengurus olahraga juga sangat berkaitan dengan jiwa sportmanship. Jiwa sportivitas. Jika sudah jelas-jelas bersalah, maka tidak pantas lagi Nurdin dkk mencari-cari pembenaran untuk melindungi kepentingan-kepentingan mereka.

Masyakarat pencinta sepakbola Indonesia sudah cukup jengah dengan semua persoalan yang terjadi di kancah sepakbola nasional. Suporter dan pemain yang kerap ribut dan berkonflik, klub-klub yang tidak pernah berusaha mandiri dan terus-terusan menyusu kepada Pemerintah Daerah yang memakai uang rakyat melalui APBD, dan segudang persoalan lainnya yang kalau kita bahas bagaikan mengupas kulit bawang alias tak ada habisnya. Janganlah mereka makin dibuat geram oleh aksi sekelompok orang yang mementingkan ambisi pribadinya dan mengorbankan sepakbola Indonesia.

Bung Nurdin, nasib dunia sepakbola Indonesia kini dipertaruhkan. Jangan tunggu sanksi FIFA dijatuhkan. Mundurlah sekarang juga. Bertindaklah ksatria. Lakukan langkah yang benar bagi sepakbola Indonesia dan bukan demi kepentingan pribadi Anda semata. (Arya Perdhana – detikSport)

Sumber : Menyelamatkan Sepakbola Indonesia

Iklan

Satu pemikiran pada “Menyelamatkan Sepakbola Indonesia

  1. kopi-pes dari DetikSport http://www.detiksport.com/ligaindonesia/index.php/home.read/tahun/2007/bulan/11/tgl/06/time/120639/idnews/849025/idkanal/76

    Aremania Berserah kepada Para Petinggi

    Malang – Suporter sepakbola Indonesia ingin perubahan untuk sepakbola dalam negeri yang lebih baik. Tapi mereka menyerahkan persoalan Nurdin Halid di PSSI kepada para petinggi.

    Menanggapi kasus yang menimpa Nurdin ini, detiksport pada Selasa (6/11/2007) melakukan wawancara melalui telepon dengan salah satu dedengkot suporter Aremania, Haji Slamet.

    “Kami tentu menginginkan perubahan ke arah yang lebih baik. Siapa sih yang tidak ingin berubah menjadi lebih baik?” ucap Haji Slamet setengah bertanya.

    Namun pentolan pendukung Arema Malang ini terdengar apatis menyuarakan pendapatnya. “Kami menyerahkan persoalan di PSSI kepada para pihak yang lebih memahami persoalan ini,” papar Haji Slamet lagi.

    “Kita punya KON/KOI yang mengerti tentang aturannya. Selain itu juga masih ada Menpora. Kami para suporter mengikuti saja apa kata para petinggi itu,” imbuh lelaki bernama lengkap H. Slamet Syamsul Karim ini.

    Aremania beberapa kali terlibat persoalan dengan pengurus PSSI. Namun Haji Slamet menegaskan bahwa Aremania hanya akan menyuarakan apa kepentingan Arema dan tidak berniat menggalang massa untuk menekan agar Nurdin mundur.

    “Capek bengok-bengok (teriak-teriak). Tidak pernah didengarkan. Kami akan bergerak kalau kami dizalimi oleh PSSI, misalnya,” tegas Haji Slamet. (arp/a2s) (Arya Perdhana – detikSport)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s