Tour Nade D’Solo 2007


Ongis NadeAlhamdulillah, ayas bisa kembali meluangkan waktu untuk melepas rindu dengan jiwa Arema. Tour D’Solo, entah apa yang mendorong ayas berkeinginan kuat untuk mengikutinya. Teman tidak ada dan dana pun cekak, tapi restu ortu sudah di tangan so tidak ada alasan untuk tidak berangkat. Tanpa ragu ayas pun daftar ke korwil Nenjap.

Hari keberangkatan pun tiba, ayas ketemu nawak e Adikku sing berangkat ewed senasib koyo ayas….podho2 aremania independent. Nayamul ono kancan e…Sabtu malang jam 12 ladub dengan kekuatan 7 bis dari Nenjap ditambah 2 bis lagi dari Karangkates. Sampai Wlingi lampu bis ketam, sopir e ora wani mlaku so leyeh-leyeh dhisik 2 jam an…Ditunggu kabar e ora ono, kabeh podho emosi dan dengan gertakan ala Arema yang lugas dan keras akhir e sopir e wani mlaku meskipun dengan pelan tapi mesra.

Sampai Solo jam 9.00 isuk, ayas langsung dijemput nawak ayas kantor cabang Solo sing ngaku Pasoepati. Numpang adus, mangan, ngobrol dibumbui prediksi ala mbah Jimbrong…. jarene nawak Solo, kalo mungsuh e Persis nggowo supporter mesti didhisik i udan…tapi ayas dengan PD yo njawab “Arema ojo diweneh i udah, main e tambah edan, supporter e yo tambah uedan…!”, sebagai penutup, prediksi ala mbah Jimbrong skor e seri.

Jam 4 an, ladub nyang stadion trus muter2 Stadion Manahan sampe kaping telu (oleh gelas karo payung)…dengan tanpa diduga ayas didatangi seorang Pasoepati dan kamipun terlibat diskusi singkat. Ayas pun iseng takon “Om, arek-arek ora ono sing ngisruh tah?”, Alhamdulillah dijawab dengan lugas ora ono. Dia pun bercerita mengenai kebesaran Aremania. Bagaimana Pasoepati begitu hormat dan menghargai keberadaan aremania. Mereka pun menganggap Aremania sebagai guru, tanpa kehadiran Aremania maka tak kan ada Pasoepati.

Dadi jarene nawak kothis iki sing biasa rapat koordinasi Pasoepati menuturkan perkataan presiden Pasoepati, “Arek Malang yang datang ke Solo, sambutlah dengan tangan terbuka, layani mereka dengan sebaik-baiknya. ..sing seneng mendhem yo mendhem, sing seneng ngodew yo ngodew, pokoe beri penghormatan! “.

LUAR BIASA…. Ayas dadi senyum-senyum, karo nggocek i sirah wedi lek kegedean…hahaaa. …diskusi pun selesai ayas pun ublem stadion.

Di salah satu pintu masuk ada oknum yang mencoba berbuat onar, ayas bener-bener isin…ora duwe tiket, coba-coba provokasi dengan perkataan “Yo opo rek, Aremania dianthemi Panpel…trimo opo ora!”, ayas anggap saja wong gendeng Jan***, Aremania model koyo ngene njaluk dijait cangkem e…ono maneh sing sok jagoan nantang-nantang Panpel..tapi karo nawak-nawak liyane disikat….kuapok. .tapi dari keruwetan tersebut di atas ada satu yang berkesan yaitu saat seorang panpel ngomong “Mas, tolong sampeyan kandhani kancan e sampeyan sing ngisruh…boso karo cara penyampaian kan berbeda…dari pada aku ngomong salah trimo dadi bencana!”, sebegitu menghargainya orang Solo pada Aremania, sampai hal psikologis pun diperhitungkan dalam berkomunikasi, senyuman tuluspun mengembang setiap kita bertatap muka….

Salut buat sambutan masyarakat Solo. Kuota lima ribu aremania cuman formalitas, menurut seorang nawak Pasoepati, sebenarnya Aremania diberi jatah 8.000 (“kalo aremania secara formal diundang 5.000 orang, kita sediakan tempat 8.000 orang!”).

Sekali lagi LUAR BIASA atas pengertiannya. Ayas cuman pengen jika kita sudah dihargai maka janganlah kita Aremania mencoba merusak penghargaan tersebut dengan berbuat suatu hal yang merugikan bagi persaudaraan Aremania dan Pasoepati. Semoga nawak-nawak sing isih semaphut ndhang sadar….mari kita jaga perilaku kita sebagai the best supporter… jangan makin menjadikan kita arogan…sok jago…sok preman….kita dukung Arema dengan ketulusan hati, sikap jantan dan ksatria….lek sing urusan copet-jambret yo iku dudu Aremania…. paling-paling oknum sing mengatasnamakan Aremania ataupun Aremania gadungan, Aremania
d’butans…

Aremania merupakan lahan basah bagi para bajingan…tidak adanya identitas yang mampu merepresentasikan sosok Aremania sejati adalah penyebabnya, Aremania hanya perkumpulan jiwa (jiwa yang mengerti arti perjuangan dan kesetiaan), Mugo2 para oknum diberi kedewasaan berfikir…ora duwe pikiran primitif koyo Bonek….supaya mereka bisa memahami arti sebuah perjuangan dengan menjaga nama besar Arema dan Aremania. Amiiin….

iNade in Indonesia
“onar dengan soak arema adalah laknat”
“provokator atas nama arema adalah bangsat”

Tour d'Solo 21-10-2007

Tour d'Solo 21-10-2007

Nuwus gawe nawak nade in indonesia di milis Arema

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s