Hukuman – hukuman yang menimpa Arema dan Aremania yang telah membuatku sedih setelah aku cermati malah membuatku tertawa terbahak – bahak. Setelah membandingkan begitu banyaknya hukuman yang lucu kepada Arema Aremania yang senantiasa tidak pernah sama neraca keadilannya dibanding hukuman terhadap tim lain.
1. Ketika Arema tersandung kasus, tidak sampai 12 jam hukuman langsung divonis, team lain pikir – pikir dulu sampai 5 hari (kasus Stadion Brawijaya, masalah ketidakadilan wasit yang disiarkan langsung oleh TV swasta).
Read more…
Komdis PSSI telah menjatuhkan hukuman secara resmi kepada punggawa singo edan yakni Kurnia Mega, kiper Arema Malang, ia dikenai skorsing dilarang tampil membela singo edan selam 12 bulan, ditambah lagi denda yang nominalnya pun tidak sedikit yakni Rp.50 juta dan manajer Arema Ekoyono Hartono ia dilarang aktif dalam persepak bolaan nasional dan denda sebesar Rp.30 Juta, wowww…..nilai yang sangat fantastik bagi dunia industri sepak bola di Indonesia. Read more…
Selama Piala Gubernur nanti, tampaknya Aremania masih tetap berstatus sebagai “terpidana”. Pertanyaan nawak-nawak tentang boleh tidaknya Aremania mengenakan atribut untuk mendukung tim Arema selama Piala Gubernur sudah mulai menemukan titik terang. Aremania tetap tidak diperbolehkan memakai atribut selama Piala Gubernur. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Komdis PSSI, Hinca Panjaitan.
Artikel selengkapnya baca di sini
Kiriman artikel dari Nicko AK
Salam Satu Jiwa A…RE…MA!
Wow luar biasa!?!? Itulah yang sempat saya ucapkan ketika mengikuti pemberitaan-pemberitaan tentang AREMA-AREMANIA yang berhubungan dengan PSSI beberapa hari ini. Dosis obat sakit kepala untuk kita-AREMANIA seakan-akan semakin ditingkatkan ole PSSI. Mulai dari pengurangan hukuman menjadi dua tahun, diperbolehkannya pemakaian baju suporter dengan tanpa tulisan AREMANIA tapi boleh berbunyi AREMANIA asalkan ejaannya tidak sama. Read more…
Seperti dilaporkan harian Jawapos, Aremania menyikapi positif skorsing dua tahun dari Komdis PSSI, salah satunya dengan mengadakan rembugan perwakilan Aremania di rumah Lucky Acub Zaenal, pendiri Arema. “Saya sudah berbicara dengan Hinca Panjaitan (Ketua Komdis PSSI) bahwa Aremania bisa nonton lagi di stadion asalkan menggunakan atribut baru. Tapi, itu baru sebatas lisan,” kata Sam Ikul. Dari rembugan tersebut kemudian dihasilkan sebuah surat kepada Komdis PSSI. Read more…
Ketidak hadiran para pihak tergugat dalam sidang tuntutan Aremania di PN Kediri kemarin menimbulkan banyak tanda tanya. Kenapa sampai ketiga pihak tergugat tidak hadir? Kenapa alasan mereka tidak hadir terkesan dibuat-buat? Apakah mereka belum siap dengan tuntutan Aremania? Terlepas dari hadir tidaknya para tergugat, setidaknya hal ini menunjukkan keseriusan Aremania melalui tim pengacara dalam menyikapi sangsi komdis terhadap Aremania. Dan episode baru dari salah satu rangkaian perjuangan Aremania menghadapi sangsi pun akan masih terus berlanjut. Read more…
Reformasi PSSI atau Keringanan Hukuman Aremania?
Merujuk pada komentar Pak Faisal dari Korwil Kampus Putih, ibarat tim sepakbola, saat ini kita sedang memperoleh tendangan penalti untuk mencapai tujuan utama kita yaitu gol. Penalti tersebut diberikan oleh “wasit” Menegpora Adhyaksa Dault setelah FIFA dilanggar PSSI di daerah terlarang. Nah, kita (Aremania & kelompok suporter sepakbola nasional) yang diberi tugas untuk menendangnya dari titik putih. Sekarang tinggal bagaimana niat kita, ingin mencetak gol ataukah membuang peluang yang sudah di depan mata? Read more…
Langkah Aremania untuk menempuh jalur hukum atas jatuhnya sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, benar-benar dibuktikan. Kemarin sore, Tim Advokasi Aremania Malang Raya mengadakan jumpa pers di depan Stasiun Kota Baru, Malang.
Didampingi beberapa pentolan Aremania, tim advokasi yang terdiri dari Robikin Emhas, SH.MH, Gunadi Handoko, SH.MM.Mhum, Wahyudi Hidayat, SH, Nurul Yaqin, SH.MM, dan Nur Saifur Rauf, SH, memberikan keterangan seputar rencana banding yang akan diajukan langsung ke Jakarta, hari ini. Read more…
Komentar Pembaca