Beranda > Sepakbola Nasional > Save Our Football

Save Our Football

Sebagai pecinta sepakbola tanah air, saya sangat prihatin dengan terancamnya kompetisi kita karena banyaknya klub yang mengeluh masalah dana. Indikasi ini muncul sejak awal setelah Persmin Minahasa dan Persiter Ternate mundur dari kompetisi karena ketiadaan dana setelah keluarnya Permendagri No.13 tentang Pelarangan APBD untuk klub sepak bola.

Namun itu bukan akhir tertapi merupakan awal dari semua petaka tersebut, klub-klub ISL dan divisi di bawahnya mengaku kehabisan nafas karena dana yang terbatas.

Sebenarnya Pemerintah tidak bisa begitu saja melepaskan tanggung jawab karena sebelumnya klub-klub tersebut sangat tergantung pada APBD.Saran saya pemerintah mengalokasikan anggaran APBD untuk klub tersebut sebagai pinjaman. Dengan begitu para pengelola klub tersebut dapat bertanggung jawab terhadap keuangan yang didapatkan dan tidak begitu saja menghamburkan dana tersebut secara percuma.

Dan ini akan memancing kreatifitas klub-klub untuk memaksimalkan berbagai potensi yang dimilikilinya demi keuntungan karena tidak lagi mendapat bantuan dari APBD. Dengan begitu juga akan terbuka peluang INVESTASI dari perusahaan dan membuka lapangan pekerjaan bagi rakyat INDONESIA.

Semoga sumbangan kecil saya ini bisa bermanfaat bagi kemajuan persepakbolaan kita.

dikirim oleh:
Pejantan Katriok
bujang_chatrok@yahoo.co.id

Media Online Aremania Ongisnade.Net

  1. XONOM_AREMANIA_BATAM
    09/09/2008 pukul 12:17 pm | #1

    huhehehehehe;;…. no siji …… moco sik

  2. XONOM_AREMANIA_BATAM
    09/09/2008 pukul 12:19 pm | #2

    iki wis tau tak bahas lek ndek ” Persik Kediri, Sepakbola Birokrasi, dan Bunuh Diri”

  3. tigis ohorgun
    09/09/2008 pukul 2:19 pm | #3

    banyak hal yang perlu dilakukan selain mengemis dari pemerintah,misal yo gaji pemain perlu di nego untuk dikurangi…. sesuai kemampuan tim…., pandai pandai mencari pemain murah tapi berkualitas (tapi ayas yakin arema g sampai gitu…. he..he… ) atau rekrutmen pemain muda yang punya potensi ( sisi kelebihan tim plat merah adalah kompetisi lokal dibawah naungan perserikatan contohnya budi sudarsono, dll ), yang terpenting “kurangi korupsi” pada manajemen kepengurusan tim….. jangan sampai bunuh diri lagi…..:) dan g kalah penting adalah konsistensi jadwal yang berdampak pada finansial tim saat mengarungi kompetisi, klo dikupas terus-terusan iso-iso mari mene isuk… soale uakeh PR… yang harus diselesaikan persepak bolaan kita….., semoga arema tetap konsisten mengarungi persepak bolaan yang gak menentu ini… dan berujung dengan KATA JUARA…! salam 1 jiwa AREMA..!

  4. goblok
    09/09/2008 pukul 5:30 pm | #4

    1 ok

  5. 87
    10/09/2008 pukul 8:30 am | #5

    koyok’e aku wis tau moco sam….
    Malas utas awij!
    LOYALITAS TANPA BATAS
    FORZA AREMA!

  6. samynojd@Cikarang
    12/09/2008 pukul 10:22 am | #6

    koyo’e mendingan dikembalikan kaya dulu lagi ,menjadi Perserikatan &Galatama.jadi jelas mana yg profesinal dan amatiur.kalo yg sekarang kan gak jelas ,dibilang amateur ,bukan. profesinal ,apalagi…jauh skaliiii…….

  1. Belum ada trackback.