Daftar Pemain Asing Bermasalah, Perlukah?


Fernando Martin StagnariMungkin, hanya di Liga Indonesia lah sebuah federasi sepakbola sampai mengurusi patut tidaknya seorang pemain dikontrak oleh klub. Terasa menggelikan memang, tapi itulah kenyataannya seiring dikeluarkannya daftar pemain bermasalah di Divisi Utama Liga Indonesia XIII musim lalu. Di kompetisi Eropa, setiap klub bebas mengontrak pemain dari negara manapun dan divisi apapun, evaluasi terhadap skill pemain menjadi hak setiap klub, yang berlaku kemudian adalah hukum pasar, dimana pemain dengan skill tinggi meskipun berasal dari divisi antah berantah sekalipun pastilah banyak diminati klub besar.

Belum pernah ada ceritanya seorang Wayne Rooney yang terkenal bengal dicekal oleh FA dan tidak direkomendasikan untuk direkrut oleh klub lain. Segarang-garangnya Edgar Davids ataupun Gennaro Gattuso, belum pernah FIGC membuat daftar cekal untuk mereka. Aturannya sudah jelas, setiap pelanggaran oleh pemain atau terekam oleh video bisa membawa pemain tersebut ke komisi disiplin untuk kemudian dijatuhi sangsi beberapa pertandingan dan sejumlah denda.

Kenapa aturan di sana begitu ketat? Karena semua elemen pertandingan bertindak profesional. Dalam hal ini adalah wasit, asisten wasit, pengawas pertandingan, dan komisi wasit. Peraturan sepakbola standar FIFA benar-benar dikuasai dan diterapkan. Efeknya, setiap pemain yang memang telah mengerti aturan sepakbola, mempunyai rasa hormat terhadap wasit dan aturan sepakbola itu sendiri.

Bagaimana di liga sepakbola kita?

Sudahkah wasit bertindak profesional dan obyektif? Sudahkah wasit mengerti aturan sepakbola? Masih sering terjadi wasit tidak mengerti apa itu advantage, apa itu passive atau aktif offside, passive handsball, dan peraturan-peraturan sepakbola modern lainnya. Ujung-ujungnya, pemain (khususnya pemain asing) yang telah terbiasa bermain dengan tingkat disiplin tinggi, menjadi jengah dengan kelakuan wasit kita.

Mengapa Emile Bertrand Mbamba sampai beteriak hingga hampir mencekik asisten wasit? Mbamba, seorang pemain kelas Eropa yang malang melintang di Liga Belanda, Liga Portugal, dan sempat mencicipi Piala UEFA dan Liga Champions tentu tidak akan melakukan hal tersebut apabila tidak ada sebabnya. Pasti, Mbamba melakukan hal itu karena di Eropa sana wasit sangat melindungi pemain dan menjunjung tinggi rules of football. Di sini? Aturan 3 kali pelanggaran dan kartu kuning saja masih kacau. Kesabaran Mbamba sebagai pemain sepakbola profesional tentu ada batasnya ketika dipimpin oleh wasit yang tidak profesional.

Apa salahnya Gustavo Chena, yang berasal dari luar strata kompetisi yang diterapkan oleh PSSI, dijadikan black list? Bukankah meskipun berasal dari luar strata kompetisi, Chena berhasil membawa PSMS Medan menjadi runner-up Liga. Demikian pula dengan Murphy Kumonpley dan James Koko.

Apakah PSSI atau BLI merasa sok jagoan mempunyai kompetisi terpanjang di dunia sehingga membatasi asal pemain asing? Apakah PSSI sudah merasa Liga Indonesia setara J-League, K-League, atau MLS?

Apakah kalau nantinya klub-klub mendatangkan pemain-pemain berkualitas lalu PSSI dan BLI juga profesional dengan tugasnya? Dengan iklim kompetisi seperti saat ini, mendatangkan pemain kelas Eropa sekalipun tidak akan meningkatkan kualitas kompetisi selama PSSI dan BLI masih senang menyimpan penyakit lama, antara lain inkonsistensi, rangkap jabatan yang sarat unsur kepentingan, kualitas SDM persepakbolaan yang masih amburadul, hingga penegakan hukum di sepakbola itu sendiri.

Membuat daftar pemain asing bermasalah bisa jadi bukanlah solusi terbaik dan hanya akan menjadi momentum sesaat. Kualitas kompetisi tidak akan terangkat dengan cara-cara instant seperti ini. Ataukah hal ini hanya untuk mengalihkan kasus Nurdin Halid dan FIFA?

Ibaratnya kita menyewa seorang guru les privat kemudian memecat guru tersebut lantaran kita gagal ujian karena kita malas belajar. Lalu, siapa yang salah dalam hal ini, guru (pemain asing) atau kita (PSSI, BLI, dan seluruh komponen sepakbola nasional)?

Semakin kita menunjuk kesalahan seseorang, maka semakin terbukalah kesalahan kita. Ingat, ketika kita menunjuk, jari telunjuk memang mengarah ke seseorang, namun di saat yang bersamaan tiga jari yang lain (tengah, manis, dan kelingking) menunjuk ke arah diri kita sendiri. Sudahkan PSSI dan BLI mengevaluasi diri untuk kemudian mengeluarkan daftar hitam kepengurusan mereka sendiri? (*)

24 pemikiran pada “Daftar Pemain Asing Bermasalah, Perlukah?

  1. nomer siji rek !!
    wezz sowe gak comment aku, tapi yo sek eleng wae…………

    aku moco jawa pos dino iki akeh pemain bermasalah

    salam damai

  2. hehehe…ketoke jaringan speedy-ne wes normal meneh iki…kok lancar banget OngisNade.Net-e…
    hehehe :lol:

    sik tak moco sik !!

  3. Oke…wes tak woco…
    singkat saja…
    kuberikan jari tengah tangan kiriku kepada PSSI/BLI !!

    dan jari tengah itu akan berubah jadi jari jempol kalo PSSI/BLI udah JADI ORGANISASI YANG BERES !!

    Salam Satu Jiwa !!

  4. waduh….
    ikiy temane PSSI / BLI maneh…
    gak kaean cangkem aku wes…
    langsung melok sam Panda…

    jari tengah dua tanganku tertunjuk ke PSSI / BLI

    NolaB
    Aremania Garis Miring

  5. akal akalane pssi ae gawe ngalehno masalah. yo bener jare yonga ndik koran,lha daftar hitam wasite anam? hehehe. . tak tambahi pisan daftar hitam pengurus pssi,daftar hitam komdis,daftar hitam panpel, . . pokoke didaftar kabeh hehe. . ,opo angele nggawe daftar ae

  6. PSSI kuwi rek kudu di rukyat cek g sak karep’e dewe…

    Wes seng penting Revolusi PSSI…

    Slm Satu Jiwa Arema…

  7. saya pikir pssi bli juga perlu membuat daftar cekal untuk anggota dan ketuanya yang terbukti
    – tidak konsisten dengan aturan2 yang dibuat nya sendiri
    – merusak suasana kompetisi dengan meniadakan degradasi
    – korupsi minyak goreng dan turut serta menyuburkan praktek mafia wasit pengaturan skor

    karena sebelum mencekal orang liat dulu diri sendiri , pantas kah pssi bli yang dipenuhi orang 2 kriminal bisa mencekal orang lain ???
    mungkin ini hanya bagian dagelan pssi bli yang paling konyol

    revolusi pssi belum berakhir ?? <<<(ko ga ada suaranya lagi)

  8. Singo Edan,Maine Edan,Pssi melok2 Edan
    Bal2an ae digawe Edan
    Seng ngetik edan,Seng Black List yo Edan
    Pokoke Edan
    Ongisnade = Singo Edan

    :((

  9. @ rey
    aku percoyo kok ron lek awakmu edan
    tapi yo gak usah pamer ngunu ta lah
    gak enak ambi tanggane

    wes check up nang lawang opo durung koen maeng

    NolaB
    Aremania Garis Miring

  10. wakakakaka

    wee yudi karo tomy edan weee
    wee yudi karo tomy edan weee
    wee yudi karo tomy edan weee
    Aku yo Edan wee

  11. Salam damai PSSI (sambil mengacungkan jari tengah).

    Pisuhanku wes entek, Makianku wes entek, Suaraku yo wes entek delok kelakuan PSSI Dajancok

  12. Mendingan AREMANIA memelopori Daftar Hitam Pengurus PSSI, Wasit, Komdis, Panpel, Dll.

  13. Iyo … yo opo lek Aremania iki Gae daftar² Ireng e Pssi/Bli .. trus di pubilkasikan…. nang Media² … :D koyok surat terbuka ne Aremania biyen lho …

    RevoLusi sampek Matek .. PSSI matane Amblek !!!

  14. MATEK O DEWE KOYOK SEMBOYANE MAHASISWA AE SAMPEK MATEK TAPI MATEK DEWE HE HE HE

  15. kalo PSSI ngeluarkan daftar pemain asing yg di larang bermain di Indonesia…..kayanya perlu juga seh ada daftar Orang Yang Tidak Boleh Jadi Pengurus PSSI

  16. Do you mind if I quote a few of your posts as long as I provide credit and sources
    back to your blog? My blog site is in the very same area of interest as yours and my
    users would definitely benefit from a lot of the information you present here.
    Please let me know if this ok with you. Thank you!

  17. I was curious if you ever thought of changing the structure of your site?
    Its very well written; I love what youve got to say.
    But maybe you could a little more in the way of content so people could connect with it better.
    Youve got an awful lot of text for only having 1 or two images.
    Maybe you could space it out better?

  18. Demand of used or second hand mobiles in Hyderabad has increased due to the multinational companies.

    While moving relevant personage, this point will come true in June.
    Consumer will also experience 3D images and videos with excellent clarity with the powerful Primary
    Dual 5 MP camera and also having 2560.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s