Menyikapi Sebuah Kekalahan


Arema v Persipura 0-1
Persipura berhasil meraih poin penuh pada lanjutan Liga Indonesia 2007, Minggu 25 Nopember 2007, setelah berhasil mencuri kemenangan atas Arema 0-1 di Stadion Kanjuruhan, Malang. Gol tunggal Persipura dicetak oleh Heru Nerly saat pertandingan babak kedua baru berjalan semenit. Ini adalah kekalahan home pertama Arema di ajang resmi domestik (ligina dan copa) selama hampir empat tahun musim kompetisi.

Nawak, kekalahan itu akhirnya “datang” juga. Disaksikan oleh hampir 45 ribu Aremania yang memadati Stadion Kanjuruhan, kegagalan Arema mencetak gol harus dibayar dengan kekalahan setelah Persipura berhasil mencuri gol dari sebuah serangan balik yang cukup sederhana. Kalau mau jujur, kita memang harus mengakui Persipura bermain lebih baik, lebih disiplin, dan hasil 1-0 pantas mereka dapatkan.

Kecewa? Pasti. Apapun alasannya, kekalahan selalu mengecewakan dan menyesakkan. Tapi perjalanan tidak berhenti saat ini, masih banyak pertandingan yang harus dihadapi Arema dalam sisa kompetisi tahun ini. Kekalahan pasti membuat perolehan poin terhenti, padahal di saat bersamaan tim-tim pesaing terus mendulang angka, tentu perjalanan Arema ke depan tidak semakin ringan. Di sinilah letak kebesaran hati kita, Aremania, diuji. Apakah kita terjatuh dan tidak bangun lagi?

Yang patut kita pertahankan adalah jiwa sportivitas kita, Aremania, berteriak & bernyanyi sepanjang pertandingan, tepuk tangan & tawa saat menang, tertunduk sedih & tangis di saat kalah, semua datang silih berganti. perlu dicatat saat pertandingan Arema v Persipura tadi, ratusan Aremania tidak dapat masuk stadion padahal sudah memiliki tiket. Aremania yang berhasil masuk stadion pun harus rela berdiri di sentel-ban. Tetapi ketika menghadapi kenyataan tim kesayangan kita kalah, tidak ada tindakan-tindakan anarkis yang “lazim” dilakukan oleh suporter sepakbola nasional yang kebanyakan belum bisa menerima sebuah kekalahan.

Tentu tidak ada orangnya, apalagi kita sebagai suporter, menginginkan sebuah kekalahan. Adalah wajar setiap orang yang menamakan dirinya suporter mengingikan kemenangan, menang, menang, dan menang. Tapi kita juga harus menghadapi sebuah kenyataan bahwa dalam sepakbola ada menang dan kalah. Ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Kita akan selalu menghadapi keduanya, silih berganti.

Sebuah kekalahan (dan juga kemenangan), bermakna ganda. Bagaimana kita menyikapinya, terpuruk atau bangkit?

Ingat salah satu bait lagu Arema Voice yang berjudul Tegar:

“Dalam hidup ini slalu ada kegagalan,
Perjuangan adalah sejuta tantangan,
Lapang dada, jiwa besar, menerima kenyataan yang ada…

Kekalahan adalah jalan menuju kemenangan
Tiada kata putus asa terlintas dalam jiwa
Tetap tegar dan berjaya di dalam dada
semangat membara…

Kami Arema…
Terus berjuang sepanjang masa
Kami Arema
Tak peduli segala rintangan
Tak ada kata menyerah…”

** foto diambil dari Bentoel-Arema.Com

About these ads

10 pemikiran pada “Menyikapi Sebuah Kekalahan

  1. ayas ladub ukut tiket nang calo 25ewu, ancen-e iku calo memeras Aremania!!
    wis larang2, halak henam…

    kadit opo2 wis, sing penting dibayar d pertadningan selanjutnya, perjalanan masih panjang ker!!! oyi??

    halak-nganem ayas tetep cinta AREMA!!!!

    SALAM SATU JIWA SATU KATA SATU WARNA SATU HATI AREMAAAAAAA

  2. sedih juga ya kalah sama persipura.tapi aku sendiri menyayangkan masih ada sedikit oknum yang melakukan pelemparan botol air mineral thd aparat pertandingan.dan menurut saya saat inilah kebesaran Aremania sbg supporter teadan diuji .apakah mampu bersikap sportif atau tidak ?

  3. kalah untuk jadi juara ker…..!!
    semangat AREMAKU……!!!
    maksimalkan 6 sisa pertandingan ini untuk menjadi yang terbaik di Indonesia….

  4. Gak percoyo liat hasil kemarin…
    kelemahan lini pertahanan semakin kelihatan kalo menghadapi tim yg mapan…
    Eman…eman temen
    apalgi masih liat, masih ada dulur2, nawak2 sing nglempar gelas aqua…sedih…wis kalah pertandingan, kesek ndelok kemunduran koyok ngene iki…
    Ayo.. bangkit…
    Ayo…
    A..R..E..M..A..

  5. Akibat Lemah Konsentrasi

    Arema 1, Persipura 0
    MALANG – Pada putaran pertama lalu, Arema Malang sempat berada di zona degradasi. Salah satu penyebab menurunnya prestasi Singo Edan -julukan Arema- kala itu adalah kurangnya konsentrasi. Akibatnya, banyak poin yang hilang.

    Hilangnya konsentrasi pemain Arema biasanya terjadi pada awal-awal menit atau akhir menit babak pertama maupun kedua. Pada putaran pertama lalu, hampir 90 persen gol yang dilesakkan lawan ke gawang Singo Edan terjadi pada lima menit awal babak atau lima menit sebelum berakhirnya sebuah babak.

    Kurangnya konsentrasi yang kerap terjadi pada putaran pertama lalu kemarin (25/11) terulang saat Arema menjamu Persipura Jayapura di Stadion Kanjuruhan. Gawang kiper Arema Hendro Kartiko dibobol Heru Nerly pada menit ke-46 atau satu menit setelah wasit Alil Rinenggo meniup peluit tanda babak kedua dimulai. Andai saja Ponaryo Astaman dkk tetap fokus dan tidak lengah, mungkin gol penentu kemenangan Persipura tersebut tidak akan tercipta.

    Gol itu bermula dari tendangan keras Alberto Gonzales da Costa ke gawang Arema dari sektor kiri pertahanan Arema. Tendangan keras tersebut sebenarnya sudah bisa diblok Hendro. Sayang, bola justru mengarah pada pemain Persipura lainnya, Ernest Jeremiah. Tendangan Jeremiah hasil bola muntah pun mampu ditepis Hendro. Untuk kali kedua, tepisan Hendro itu kembali mengarah pada pemain Mutiara Hitam -julukan Persipura. Kali ini, Heru tidak menyia-nyiakan bola rebound tersebut.

    “Pemain hilang konsentrasi, tidak waspada terhadap serangan cepat Persipura,” kata Miroslav Janu, arsitek Arema.

    Dampak kekalahan ini sangat besar. Tak hanya gagal mendulang poin, semua rekor yang dimiliki Arema juga patah. Kini, tidak ada lagi tim yang belum pernah terkalahkan pada putaran kedua. Keangkeran kandang Arema selama 3,5 tahun terakhir juga pupus.

    Pelatih Persipura Raja Isa bin Raja Akram Shah juga mengakui, timnya mungkin tidak akan bisa menang jika tidak memanfaatkan kelengahan pemain lawan. Sebab, secara teknis, pemain Arema sudah memeragakan permainan berkualitas. “Kami cukup beruntung bisa memanfaatkan kelengahan lawan,” ujar Isa.

    Terancam Sanksi

    Sementara itu, ancaman sanksi berlipat dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kini menunggu Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) Arema. Dikatakan berlipat karena dalam dua pertandingan terakhir yang diselenggarakan di Stadion Kanjuruhan, selalu timbul kesan yang kurang positif.

    Dalam pertandingan melawan Persipura kemarin, selain penonton yang meluber hingga ke pinggir lapangan, juga terjadi aksi lempar. Bukan hanya pemain Persipura yang menjadi sasaran. Perangkat pertandingan, seperti wasit dan asisten wasit, juga jadi sasaran lemparan. Lemparan ke arah wasit Alil Rinenggo mencapai puncaknya ketika pertandingan usai.

    Perangkat pertandingan pun harus mendapatkan perlindungan khusus aparat kepolisian. Pemain Persipura sendiri harus tertahan sekitar 15 menit di tengah lapangan karena aksi lempar penonton. “Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Memang ada penonton yang melempar wasit, namun tidak ada yang mengenai wasit. Itu terjadi karena panpel sudah sigap dengan keamanan,” bela M. Muklis, ketua Panpel Arema. (fir/jpnn)

    sumber: JawaPos.ci.id, link: http://jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=314397

  6. Kurang Beruntung
    2007-11-26

    KEPANJEN-Arema harus menanggung kerugian besar setelah dikalahkan Persipura Jayapura 0-1 (0-0) di Stadion Kanjuruhan, kemarin sore. Pasalnya, hasil negatif tersebut tidak hanya menjauhkan Singo Edan dari zona empat besar. Posisi pasukan juara Copa Indonesia dua kali ini kini langsung melorot ke peringkat enam klasemen sementara wilayah timur.

    Disisi lain, rekor fantantis Arema yang tidak pernah kalah di kandang dalam ajang ligina selama tiga tahun terakhir juga terhenti. Kekalahan tersebut sekaligus menghentikan rekor tidak terkalahkan di sepuluh pertandingan terakhir sejak Arema memasuki putaran kedua musim ini. Gol tunggal Persipura lahir dari tendangan keras Heru Nerly di menit 46.

    ‘’25 November 2007, Arema kalah dari Persipura. Ini sepakbola, Arema bisa menang saat main away, dan sekarang dikalahkan lawan di kandang. Sayang sekali, Arema tidak bisa ambil tiga poin di pertandingan sore ini. Banyak rekor Arema putus dari hasil ini,” terang Miro seusai pertandingan, sore kemarin.

    Pelatih asal Ceko ini menyebut, kekalahan Arema tersebut tidak lain dikarenakan para pemainnya kurang beruntung. Banyak peluang yang seharusnya bisa menjadi gol namun seluruhnya gagal bersarang ke gawang Persipura yang dikawal Jendry Pitoy. Meski demikian, Miro menilai, Ponaryo Astaman dkk sudah bermain maksimal menghadapi Persipuira.

    ‘’Saya tidak bisa bilang, pemain Arema main jelek hari ini. Karena mereka sudah kerja keras dan main maksimal. Pemain tidak beruntung saat selesaikan semua peluang,” ujar Miro.

    Selain itu, mantan pemain PSM Makassar dan Persigo Gorontalo ini mengakui, timnya memang kesulitan menembus pertahanan Persipura. Hal itu dikarenakan begitu disiplinnya para pemain Persipura kala menerapkan strategi pertahanan total. Lini pertahanan Persipura sampai diisi oleh enam hingga delapan pemain ketika menghalang serangan Arema. Penyerangan baru dilakukan lawan ketika mendapat kesempatan serangan balik dan sebagian besar pemainnya sudah masuk dalam daerah lawan.

    ‘’Gol Persipura lahir dari serangan balik. Pemain sedikit kurang konsentrasi di awal babak kedua. Arema sulit cetak gol, karena Persipura main super defensif sore ini. Hilang tiga poin di kandang, tetapi Arema masih ada enam pertandingan lagi. Harus dapat poin maksimal nanti,” tambah Miro. (poy)

  7. Ayas ublem budal teko Tuban isuk2… nang stadion kaet jam 1 awan… puuuanasen… golek longgo ndek ngisor papan skor….desek-desekan…. ayas sik iso sabar
    sing ayas kuciwa poll… lha kok SAM YULI… sing tak tunggu-tunggu, gak muncul blas…
    Aremania jadi kurang gairah!!! Cak No sik rodok kaku…. akhirnya babak pertama 0-0
    kurang tenaga soale Aremania gak nyanyi & joget… Pressure ke Persipura gak ono
    baru babak 2 sam Yuli teko… baruu mimpin dilut… lha kok kemasukan…
    SAM Yuli… kemana dikau di babak pertama?
    arema kalah gpp ayas iso trimo, tapi sam yuli gak teko… ayas langsung susah…

  8. Sebagai AREMANIA walaupun apapun yang terjadi, walau arema kalah, walau badai menghadang, kami akan tetap mendukungmu sampai kapanpun, jadikan kekalahan sebagai pelajaran, we will always behind u arema….. FORZA ONGIS NADE……

    Untuk nawak-nawak AREMANIA sekarang udah gak jamannya lempar2 ke lapangan, kita bukan bonek2 J#*COK, kita dukung AREMANIA dengan sportivitas dan kreatifitas, Menang Kalah itulah permainan, SALAM SATU JIWA…….

  9. Aduh2, gemana tho…
    Tragis.
    wiz, Budhal nang kanjuruhan, nawak2 q di hajar aremania kobam. Wis sampe kanjuruhan eh kentekan tiket, trpaksa tuku nang calo. 35k cok T_T.
    pas iso melbu, eh ga oleh t4 du2k.
    AREMA KALAH pisan T_T

    Btw, gpp, brjuang trus AREMA. aq akan terus MENDUKUNGMU

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s